
Andini yang terkejut karena ternyata dia melamar pekerjaan di kantor Reza, gadis itu memang tidak pernah tahu jika Reza mendirikan sebuah perusahaan. Yang dia tahu Reza telah kembali ke Indonesia dari beberapa bulan lalu, "kenapa harus dia sih yang jadi bosnya," ucap Andini yang sebenarnya tidak ingin bertemu dengan Reza lagi setelah kejadian beberapa hari lalu.
Andini yang mulai kembali dekat dengan Reza merasa sakit hati saat mereka berdua bertemu disalah satu cafe, disaat mereka sedang asyik bertukar cerita tak lama seorang wanita cantik menghampiri meja yang sedang mereka tempati.
"Sayang, kok pulang ke Indonesia tidak beri aku kabar? Aku mencari mu, Andrew mengatakan kamu sudah kembali ke Indonesia," ucap gadis yang tidak dikenal oleh Andini itu dengan nada manjanya.
"Maafkan aku, waktu itu aku ingin pamit denganmu tetapi ada urusan yang sangat mendesak hingga saat ini aku baru bisa memberikan kabar kepada mu," tutur Reza lembut sambil memandang penuh rindu dimatanya.
Andini yang ingin bertanya tentang wanita itu mengurungkan niatnya, gadis itu hanya diam tanpa suara memandang dua orang yang saling memendam rindu satu sama lain. Reza yang teringat akan gadis didepannya segera mengenalkannya dengan wanita itu, dia tidak segan-segan menggenggam erat tangan wanita itu didepan Andini.
"Ah iya aku lupa, perkenalan ini Andini salah satu sahabat ku waktu SMA dan Andini ini Clara pacar ku," ucap Reza yang memperkenalkan wanita yang bernama Clara itu.
Dengan berat hati Andini mau tidak mau bersalaman dengan wanita di depannya itu, tawa bahagia saat tahu Reza mengajaknya bertemu langsung sirna yang ada saat ini hanya senyuman terpaksa yang terukir diwajahnya.
"Maaf Kak, aku pulang duluan karena lupa sudah janji dengan Meli untuk membuat surat lamaran kerja," bohong Andini. Dia tidak kuat jika harus berlama-lama menyaksikan pemandangan itu didepan matanya, gadis itu berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan pria yang telah lama mencuri hatinya itu.
Setelah kejadian itu Andini lebih memilih membantu sang Ibu di toko roti miliknya atau dia hanya akan berdiam diri didalam rumah, tidak sanggup jika harus bertemu dengan Reza kembali apalagi mereka tinggal di satu komplek perumahan yang sama bukan tidak mungkin jika mereka akan bertemu.
Pagi ini Andini yang kurang berisitirahat karena selalu memikirkan Reza dan wanita itu segera bangun dan bergegas menuju kamar mandi, dia sudah membuat janji dengan sahabatnya Meli untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan baru yang sedang membutuhkan banyak karyawan itu.
"Sudah siap Din?" tanya Meli yang datang untuk menjemput sahabatnya itu, Meli melihat Andini yang sedang bersiap-siap didalam kamarnya.
"Kita yakin mau coba melamar pekerjaan disana?" tanya Andini sambil berjalan keluar dari kamarnya, Meli yang ikut keluar dari kamar Andini menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Sarapan dahulu yuk!" ajak Andini ketika mereka melewati ruang makan dirumahnya.
Meli dan Andini sarapan bersama terlebih dahulu, barulah mereka berangkat menuju tempat mereka akan mencari pekerjaan.
"Kamu yakin ini kantornya?" tanya Andini yang tidak percaya jika kantor didepannya ini membuka lowongan pekerjaan.
"Menurut alamat yang Beni berikan sih benar ini tempatnya," ucap Meli yang memperlihatkan secarik kertas alamat yang ada ditangannya. "Kita coba tanya saja dulu kedalam yuk," sambung Meli yang mengajak Andini untuk masuk kedalam kantor itu.
"Permisi, saya mau tanya apa benar perusahaan ini sedang membutuhkan karyawan?" tanya Meli kepada salah satu karyawan yang menjaga meja resepsionis didepan itu.
"Kalau boleh tahu, kalian dari mana ya Mbak?" tanya Reka salah satu karyawan disana yang menjaga meja resepsionis perusahaan tersebut.
"Saya hanya disuruh untuk menyerahkan ini ketika saya tiba disini," ujar Meli memberikan sebuah amplop kepada Reka. Amplop itu berisikan kode agar Andini dan juga Meli bisa diterima bekerja disana.
Andini dan Meli diantarkan oleh Reka keruangan salah satu bagian untuk penerimaan karyawan baru. "Kita akan diterima kerja tidak ya?" bisik Andini yang merasa ragu akan kemampuannya, apalagi melihat perusahaan yang dia dan Meli datangi cukuplah besar lebih besar dari perusahaan sang ayah.
"Bosnya galak tidak ya?" gumam Andini yang memikirkan bagaimana jika bosnya itu galak seperti yang dia dengar dari teman-temannya yang sudah bekerja.
Andini dan Meli sudah duduk manis didalam ruangan itu, mereka sedang merasakan dag-dig-dug takut jika mereka tidak diterima bekerja disana. Andini bisa membantu sang Kakak untuk mengurus perusahaan sang Ayah tetapi bagaimana dengan Meli yang membutuhkan biaya untuk keluarga nya, apalagi semenjak sang Ayah meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.
"Kamu berdua saya terima diperusahaan ini," ucap Pak Doni salah satu karyawan yang memeriksa biodata pegawai baru. "Besok kalian datang kembali kesini, dan bawa data-data yang kurang," sambungnya.
Meli dan Andini bergegas meninggalkan perusahaan tersebut, mereka ingin berjalan-jalan sebentar sebelum rutinitas kantor akan menyita waktunya.
__ADS_1
"Alhamdulillah ya kita bisa langsung bekerja, coba Bela dan Yani ada di sini," ucap Meli mengingat kedua sahabatnya yang sedang pulang kampung setelah mereka lulus sarjana kemarin.
"Iya aku juga kangen banget sama mereka, tapi mau bagaimana lagi merekakan juga rindu dengan keluarganya," tutur Andini yang mengerti perasaan para sahabatnya.
Tak berselang lama ponsel milik Andini dan Meli berdering bersamaan, ternyata Bela dan Yani melakukan panggilan video bersama. Mereka lupa jika sedang berada diluar rumah, Andini yang menyadari keberadaannya saat ini hanya tersenyum mendengar cerita sahabat nya itu.
Setelah puas bercengkrama dengan sahabatnya, walau hanya dengan video call
itu sudah membuat rasa rindu mereka terobati.
"Besok mau bareng lagi apa tidak?" tanya Meli saat mereka berdua jalan pulang setelah seharian ini mencari baju untuk bekerja besok.
"Aku sepertinya bareng sama Kak Raditya deh, sekalian dia berangkat bekerja. Kamu mau bareng juga tidak?" ajak Andini.
Meli berpikir sejenak lalu dia berkata, "tidak usah nanti aku diantar Beni. Dia bilang ingin mengantar jemput aku jika sudah bekerja disana," ucapnya mengingat saat Beni berkata seperti itu.
Pagi ini Meli memberi kabar kepada Andini jika dia sudah mendapatkan pekerjaan dari perusahaan yang mereka datangi kemarin, "Din aku ditempatkan bagian keuangan, kalau kamu sudah mendapatkan info belum dari perusahaan kemarin?" tanya Meli yang penasaran sahabatnya itu mendapat pekerjaan dibagian mana.
"Belum, tapi kan nanti kita kesana lagi untuk melengkapi data-data yang kurang kemarin," Andini tidak memperdulikan dia akan bekerja di bagian apa. Yang ada dipikiran gadis itu hanyalah apakah dia diterima bekerja disana, begitulah pikiran Andini saat ini.
Gadis itu kembali melanjutkan aktivitas nya, dia tidak boleh terlambat datang walau sempat agak terlambat bangun pagi ini.
Maaf kalau tidak bisa update setiap hari, karena kesibukan didunia nyata yang menyita waktu, semangat juga untuk yang menjalankan ibadah puasa dan jangan lupa like dan komen nya ya........ Vote nya juga di tunggu, terima kasih sudah mampir ke cerita ku semoga kalian suka. Salam hangat dari anak bawang 😉😉😉😉
__ADS_1