MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 8 MAMPIR


__ADS_3

Jam pulang sekolah telah tiba, murid-murid berhamburan keluar kelas. Andini yang telah selesai merapikan buku-buku bergegas keluar kelas menuju ke parkiran. Dia sudah memiliki janji bersama kakak kelasnya untuk menyelesaikan tugas yang belum rampung di rumahnya.


"Maaf Kak lama ya? Tadi aku beresin buku dulu," ucap Andini saat tiba di parkiran, dia melihat semuanya teman nya sudah berkumpul di sana dan akan berangkat kerumah Reza.


"Iya tidak apa-apa kok, santai saja ini juga baru pada datang," jawab Reza menyakinkan Andini bahwa dia tidak terlambat datang.


Andini tidak lupa memberi kabar kepada kedua orangtuanya bahwa dia akan pulang terlambat. Selama di perjalanan Andini dan Reza terlihat lebih akrab, dia bercerita tentang masa-masa sekolah tingkat pertama dahulu. Setibanya di rumah Reza mereka tak lupa mengucapkan salam.


"Yuk masuk semuanya," ajak Reza ketika mereka sudah sampai di depan pintu rumah Reza.


"Assalamualaikum, Ayah, Ibu Aku pulang," teriak Reza mencari keluarganya.


"Waalaikumsalam, eh udah pulang kamu?" tanya ibu Reza. "Loh kamu sama siapa kok banyak begini?" sambung ibu Reza yang merasa heran anaknya membawa temannya kerumah.


"Iya Bu, temen-temen aku mau bikin prakarya di sini bolehkan?" tanya Reza kepada ibunya.


"Boleh dong, masa tidak boleh sih. Tapi maaf ya berantakan soalnya Kakaknya Reza mau nikahan minggu depan, jadi mulai di persiapkan dari sekarang," jelas ibu Reza yang merasa tidak enak karena rumah nya berserakan beberapa contoh undangan dan bunga untuk acara pernikahan anak tertuanya.


"Iya tidak apa-apa Bu, maaf kami jadi merepotkan," ucap Andini yang merasa tidak enak, datang di saat yang tidak tepat. Ibunya Reza memperhatikan Andini dengan seksama, terlihat dari raut wajahnya yang terlihat bingung.


"Sayang, kamu anaknya Maya bukan ya?" tanya ibu Reza yang tidak asing saat melihat Andini.


"Iya Bu, Ibu saya namanya Maya. Ibu kenal sama ibu saya?" tanya Andini seraya sambil berpikir seperti tidak asing dengan orang di hadapannya. Sambil berpikir Andini akhirnya mengingat siapa orang tersebut.

__ADS_1


"Tante Lili ya?" tanya Andini antusias dan diangguki oleh ibunya Reza.


"Iya, ternyata kamu masih ingat ya sama Tante, kamu makin cantik saja udah besar pula," puji ibunya Reza.


"Tante bisa aja," jawab Andini malu. Maya dan Lili adalah teman semasa sekolah, mereka terakhir bertemu saat Andini dan Reza masih sama-sama kecil.


"Apa kabar Ibu kamu? Sudah lama Tante tidak bertemu," tanya Tante Lili.


""Alhamdulillah baik Tante," jawab Andini.


"Rumah kamu masih yang lama sayang?" ucap Tante Lili sambil mengelus rambut Andini.


"Sudah pindah Tante, sekarang kami tinggal tidak jauh dari sini," jawab Andini sopan.


"Aku baru beberapa bulan pindahnya Tante, lagi pula Ibu kadang suka ikut Ayah tugas diluar kota jadi aku sama Kakak saja dirumah," jelas Andini. Lili pun mengerti mengapa dia tidak pernah bertemu Maya padahal tinggal di satu komplek yang sama.


"Ibu, ini aku kapan ngerjain tugas nya kalau temen aku Ibu ajak ngobrol terus?" rajuk Reza kepada Ibunya, Lili hanya tertawa melihat tingkah konyol anaknya itu.


"Ya sudah, Reza bawa teman kamu keruang belakang saja ya. Daripada di ruang tamu, lagi berantakan mending di ruang belakang saja, disanakan lebih sejuk dan adem," ucap Tante Lili seraya berjalan kedapur untuk membuatkan minuman dan mengambil cemilan untuk teman-tenan reza.


Reza pun mengajak teman-temannya menuju ruang belakang, karena disana terdapat rumah panggung yang sering keluarga Reza pakai untung berkumpul dengan sanak saudara yang datang berkunjung. Dan tak lama Fahmi dan Dika pun datang menyusul mereka.


"Tidak ajak-ajak nih kalau mau kumpul," rajuk Dika.

__ADS_1


"Biasanya juga tidak perlu di ajak sudah datang sendiri juga kamu Dik, pake segala ngambek," ucap Reza, teman-teman yang lain hanya tertawa melihat Dika yang sedang merajuk karena ditinggal saat pulang sekolah oleh Reza.


"Nih Tante bawakan minuman sama makanan, tidak usah sungkan dan malu ... Silahkan dimakan ya anak-anak," seru Tante Lili seraya meninggalkan mereka semua.


"Terima kasih Tante, maaf merepotkan," ucap Andini mewakili semua teman-temannya.


"Sama-sama sayang," tambah Tante Lili.


Hari semakin sore satu persatu mulai undur diri pulang ke rumah masing-masing. Andini yang telah selesai membereskan perlengkapannya pun pamit undur diri kepada Tante Lili.


"Tante aku pamit pulang dulu, terima kasih jamuannya dan maaf sudah merepotkan," ucap Andini tulus.


"Tidak masalah sayang, Tante senang kalian mau pada main kerumah tante jadi rame rumahnya. Kapan-kapan main lagi ya sayang," suruh Tante Lili sambil tersenyum dan mengelus kepala Andini. Andini pun menganggukan kepalanya, Reza mengantarkan Andini pulang kerumahnya setelah izin kepada sang Ibunda tercinta.


Sesampainya di rumah Andini langsung masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri Andini langsung menuju ke ruang makan. Andini terkejut saat melihat Reza yang ternyata belum pulang malah ikut makan bersama keluarga mereka.


"Sayang kamu tadi ketemu Tante Lili?" tanya Ibu Andini saat tiba di ruang makan sambil membawa beberapa lauk di tangannya.


"Iya Bu, aku tidak tahu kalau Kak Reza anaknya Tante Lili," jawab Andini sambil mengambil makanan di atas meja.


"Ayo makan dulu nak Reza, jangan malu anggap saja rumah sendiri ya," ucap Ibu Andini sambil tersenyum.


"Terima kasih Tante," ujar Reza yang tersenyum malu karena niatnya hanya mengantarkan Andini malah di ajak untuk makan bersama. Setelah makan Andini dan Reza mengobrol sebentar di teras depan rumah, Reza pun pamit pulang karena hari sudah mulai malam.

__ADS_1


__ADS_2