MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 22 LIBURAN


__ADS_3

Andini yang sudah merasa lega karena bisa melewati ujian semester dan lombanya, kini sedang merencanakan untuk pergi liburan bersama para sahabatnya itu. Dia berniat untuk mengajak para sahabatnya menginap di villa milik keluarganya yang berada di puncak, dia menghubungi para sahabat melalui pesan grup.


GENK GOONG📱


Andini📱


Guys kita liburan di villa keluargaku yang di puncak yuk


Bela📱


Ayo


Yani📱


Ayo


Meli📱


Ayo, tapi kapan berangkatnya?


Andini📱


Enaknya kapan?


Bela📱


Jum'at saja biar tidak macet

__ADS_1


Andini📱


Boleh juga hari Jum'at


Yani📱


Siapa saja yang mau ikut?


Andini📱


Kalian pasti ikut semua kan?


Meli📱


Pastilah, secara liburan bosen di rumah terus


Bela📱


Yani📱


Tidak akan pernah nolak aku mah


Andini📱


Nanti aku kabarin lagi kapan kita berangkat dan siapa saja yang mau ikut, okeh


Andini mengakhiri percakapannya, dia langsung menghubungi Reza untuk menanyakan apakah dia dan teman-temannya mau ikut atau tidak. Beberapa kali Andini menghubunginya tapi tidak ada jawaban dari seberang sana, Andini berniat untuk menghubunginya lagi nanti malam.

__ADS_1


Malam pun tiba Andini mencoba menghubungi Reza kembali tapi masih tidak ada yang menjawab panggilan dari dirinya. Andini memiliki inisiatif untuk mendatangi rumah Reza besok hari, karena hari ini dia terlalu lelah sehingga membuatnya mengantuk dan langsung terlelap.


Reza yang baru sadar jika handphonenya di mode silent saat rapat tadi langsung mengecek apakah ada panggilan atau pesan masuk yang penting. Dia terkejut saat melihat banyak panggilan masuk dari Andini, dia bertanya dalam hati, "Ada apa Andini menghubungi sampai banyak seperti ini, apa ada yang penting." Reza pun langsung mencoba menghubungi Andini tetapi, nomor gadis itu dalam tidak aktif.


"Mungkin sudah tidur," gumam Reza pelan.


"Besok sajalah aku tanya langsung," sambung Reza sambil merebahkan tubuhnya yang lelah karena seharian ini dia rapat sampai larut.


Jam menunjukkan pukul tujuh pagi, Andini bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena Andini ingin menemui Reza di rumahnya. Dan di saat Andini pergi ke ruang makan untuk sarapan, dia terkejut melihat Reza sudah duduk manis di bangku meja makan rumahnya. Reza pun ikut sarapan bersama dengan keluarga Andini, semua keluarga Andini tahu bagaimana hubungan antara Andini dan Reza, mereka mendukung jika itu memang yang terbaik.


Setelah selesai sarapan Andini mengajak Reza menuju taman belakang rumahnya, di sana dia menanyakan soal acara liburan yang di rencanakannya.


"Kemarin kamu kemana? Kok aku telfon tidak diangkat?" tanya Andini karena sudah berkali-kali dihubungi tapi tidak ada yang di jawab oleh Reza.


"Kemarin aku ada rapat OSIS soal pemilihan Ketua baru nanti, terus aku lupa kalau handphone nya aku silent ," jelas Reza karena memang benar dia kemarin seharian tidak mendengar suara handphone milik nya.


"Memang ada apa kamu telfon aku kemarin?" tanya Reza langsung karena penasaran kenapa Andini menghubungi nya sampai berkali-kali.


"Oh itu, aku mau ngajak liburan villa keluargaku yang di puncak. Kamu sama teman-teman kamu mau ikut tidak?" ucap Andini yang menanyakannya kepada Reza.


"Memang siapa saja yang pergi? Terus mau berangkat kapan?" tanya Reza bertubi-tubi.


"Sabar dong tanyanya" ujar Andini gemas karena pertanyaan Reza yang banyak itu.


"Yang pergi itu aku, Meli, Bela, dan Yani, nah kalau kamu sama teman-teman kamu mau ikut ya sama mereka juga," jelas Andini yang diangguki oleh Reza.


"Lupa Beni juga ikut kan dia sahabat aku juga," tambah Andini.

__ADS_1


Reza pun menghubungi teman-temannya untuk menanyakan mau ikut berlibur atau tidak dan jawaban mereka adalah mau ikut. Reza dan Andini menentukan kapan mereka akan berangkat dan berapa lama mereka akan berlibur disana.


__ADS_2