
"Apaan sih Yan," ucap Raditya meninggalkan Rian yang terus menggoda dirinya. Rian tidak dapat menghentikan tawanya hingga saat masuk ke dalam ruangan, pria itu di kejutkan dengan setumpuk berkas yang belum sempat di periksa.
"Bantu aku dulu Rad," pinta Rian memberikan beberapa berkas untuk di periksa oleh Raditya.
"Itu kan kerjaan kamu Yan, kok jadi aku yang kerjain," gerutu Raditya.
Raditya segera mengambil berkas yang berada di tangan Rian, "Ya sudah sini aku bantu."
Rian dan Raditya memeriksa dokumen itu satu persatu, "Kak aku keluar dulu ya sama Siska. Mau cari minuman," pamit Andini. Reza yang telah kembali ke perusahaannya setelah rapat selesai, menelepon sang istri untuk memastikan jika nanti dirinya akan datang menjemput.
"Sayang, sebentar lagi aku jemput ya," ucap Reza.
Andini menjawab ucapan sang suami, "Iya tapi aku di cafe depan kantor."
"Kamu lagi ngapain di sana? Bukannya ini masih jadwal kerja ya?" tanya Reza kepada sang istri.
"Minum coffe dengan Siska, habis Kak Raditya dan Kak Rian sedang sibuk jadi kita keluar saja," jawab Andini.
Reza menutup panggilannya saat Surya memberi tahu bahwa rapat akan segera di laksanakan, "Aku rapat dulu ya sayang. Kalau sudah selesai aku langsung jemput kamu di sana," pesan Reza. Andini mengiyakan pesan sang suami, gadis itu melanjutkan acaranya dengan sang adik.
"Bu Dini," sapa Lucy yang juga datang ke cafe di mana Andini dan Siska berada.
"Lucy, Sedang apa kamu Lucy?" tanya Andini yang merasa heran kenapa gadis itu berada di sana juga.
"Di suruh Pak Rian untuk beli coffe," jawab gadis itu dengan senyum manisnya. Siska merasa sedikit cemburu saat melihat kedekatan Rian dan juga Lucy, apalagi dirinya baru akan bekerja besok menggantikan posisi sang kakak di bagian lain.
"Maaf Bu, saya pesan coffe untuk Pak Rian dahulu," pamit Lucy meninggalkan mereka berdua. Andini melihat perubahan wajah dan adik, "Kenapa kok lihat Lucy seperti itu? Kamu cemburu dengan Lucy?" tanya Andini.
Siska menundukkan kepalanya, dia merasa malu sang kakak mengetahui pikirannya saat ini. "Tidak usah malu Siska, aku ini Kakak kamu dan aku tahu betul siapa Rian. Dia tidak mungkin menghianati orang yang di sukainya," tutur Andini. Siska mendengarkan semua yang kakaknya ceritakan tentang Rian walaupun, gadis itu tahu bagaimana perasaan Rian terhadap sang kakak dia akan berusaha untuk mengubah semuanya.
__ADS_1
"Buat dia membalas perasaanmu, karena aku yakin dia adalah yang terbaik untuk kamu Siska," pesan Andini.
Andini mengetahui apa yang terjadi kepada Siska saat dirinya tinggal bersama dengan sang nenek, tapi gadis itu berusaha untuk tidak menceritakan semuanya kepada ayah maupun ibunya.
"Kak, Kakak yang terbaik," puji Siska. Andini hanya terkekeh mendengar ucapan sang adik dan berkata, "Ingat selalu pesan Kakak ya Sis."
Andini dan Siska kembali menuju ruangan di mana Raditya dan Rian telah selesai memeriksa pekerjaannya, "Kak," panggil Andini saat baru tiba di dalam ruangan itu.
"Kenapa Din?" tanyanya sambil menghampiri sang adik. Rian dan Siska hanya tertawa melihat sikap manja Andini, itulah yang membuat Reza terkadang iri dengan kedekatan mereka berdua.
"Tidak usah heran Kak, aku aja suka iri sama Kak Andini," ucap Siska menjelaskan jika dia pun memiliki sifat iri terhadap kakak perempuannya itu.
Tak berselang lama Reza datang untuk menjemput sang istri pulang, "Kak aku pulang duluan ya," pamit Andini yang langsung bergegas pergi bersama Reza.
Di saat perjalanan pulang Andini mengutarakan niatnya untuk membantu sang kakak mendekati salah satu karyawan Rian, "Kak," panggilnya. Reza yang sedang menyetir mobilnya menengok sebentar ke arah Andini, "Ada apa sayang?" ucap Reza yang kembali menatap ke arah depan.
"Mau bantuin aku tidak?" tanya Andini yang sudah memiliki ide untuk menjodohkan sang kakak.
"Aku, Siska dan Kak Rian ingin menjodohkan Kak Raditya dengan salah satu karyawan Kak Rian," jelas Andini. Reza berpikir sejenak, " Oh perempuan yang tadi itu yang akan kalian jodohkan dengan Kak Raditya?" tanya Reza.
Andini menganggukkan kepalanya, "Iya Kak, memang kenapa. Apa ada yang salah?" tanya Andini.
"Tidak sih tapi apa kamu sudah yakin?" tanya Reza sambil membelokkan mobilnya ke dalam sebuah rumah makan.
Andini yang sadar mobil Reza memasuki parkiran sebuah rumah makan bertanya, "Kok ke sini dahulu?"
"Aku lapar sayang, makan dahulu habis itu baru pulang, okeh," ucap Reza sambil membuka sabuk pengamannya dan berlalu keluar mobil. Reza yang melihat Andini tidak bergeming dari posisinya kembali membuka pintu mobilnya, "Kamu mau makan dahulu tidak?" tanya Reza.
Andini bergegas turun dari mobilnya dengan wajah yang cemberut, Reza menghampiri istrinya itu. "Mukamu kenapa sayang?" tanya Reza, Andini berlalu meninggalkan Reza dan tidak menjawab pertanyaan dari sang suami.
__ADS_1
Reza hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berusaha mengejar sang istri, "Kamu kenapa?" tanya Reza yang memberhentikan Andini.
Gadis itu menatap wajah sang suami dengan tatapan yang tidak dapat di baca, "Aku juga lapar sayang," ucapnya sambil mencubit pipi Reza.
Reza yang tersadar telah di kerjai oleh sang istri, segera berlari mengejarnya. "Awas kamu ya," ucap Reza. Andini kembali berjalan seperti biasa di karenakan semua tatapan mata sedang menatap aneh kepadanya, "Kak malu," ucapnya.
Reza menuntun Andini ke meja kosong yang ada di dalam rumah makan itu, tak lama seorang pelayan menghampiri meja mereka.
"Selamat datang, silakan di pilih menunya," ucap sang pelayan yang memberikan Andini dan juga Reza sebuah buku menu.
"Aku pesan yang ini dan ini ya Mba," tunjuk Andini ke beberapa menu yang ada di buku itu.
"Ada lagi tambahannya?'' tanya sang pelayan. Andini menggelengkan kepalanya, "Tidak terima kasih."
"Kalau Bapak mau pesan apa?" tanya pelayanan kepada Reza.
Reza menunjukkan beberapa menu makanan dan minuman pilihannya, "Baik di tunggu sebentar ya," ucap sang pelayan yang berlalu meninggalkan meja Andini dan Reza.
"Kamu serius mau jodohkan Kak Raditya dan Lucy?" tanya Reza untuk memastikan apa yang akan mereka lakukan nanti.
"Serius lah Kak, masa bohong," ucap Andini.
"Din," panggil Reza.
"Iya," jawab Andini.
Reza terlihat agak ragu untuk mengungkapkan yang sebenarnya, " Kamu tahu asal usul Lucy?" tanya Reza.
"Memang Lucy kenapa Kak?" tanya Andini yang penasaran, di saat Reza akan menjelaskan siapa Lucy yang sebenarnya, makanan dan minuman yang mereka pesan telah tiba.
__ADS_1
"Makan dahulu nanti aku akan ceritakan semuanya," pinta Reza. Andini menuruti semua perintah sang suami, baginya ada kebahagiaan sendiri melihat senyum Reza saat dapat menuruti perintahnya.