
Reza yang sudah rapih segera menuju ke rumah Andini, dia ingin mengajak Andini pergi menonton bioskop di salah satu mall elite di daerah Jakarta. Saat di perjalanan, Reza menerima telpon dari Mirna yang mengatakan bahwa ada barang-barang yang harus di ambil untuk acara ulang tahun sekolah minggu depan. Dengan berat hati Reza membatalkan rencana nya untuk mengajak Andini menonton, untung saja dia belum berbicara tentang niatnya kepada Andini. Kalau saja dia sudah berbicara yang ada Andini akan marah karena acaranya batal.
Andini yang saat itu tengah pergi bersama sahabatnya tidak sengaja melihat Reza berjalan sambil bergandengan tangan dengan Mirna. Ralat bukan Reza yang menggandeng tangan Mirna tapi Mirna yang menggandeng tangan Reza. Andini yang melihat nya langsung bergegas meninggalkan para sahabatnya yang tengah asyik memilih baju di salah satu toko yang ada di mall tersebut.
Meli, Bela dan Yani yang merasa aneh dengan sikap Andini yang tiba-tiba pergi meninggalkan nya segera menyusuri pandangannya ke segala penjuru mall. Di sana mereka melihat Reza yang sedang berjalan dengan mesra bersama Mirna. Mereka geram akan sikap Reza yang tidak memikirkan perasaan sahabatnya itu. Meli pun langsung menghampiri Reza, Reza tidak menyadari bahwa di belakangnya sudah ada Meli yang sedang membuntutinya. Sedangkan Bela dan Yani segera mengejar Andini yang entah pergi kemana.
"Bagus ya Kak, jalan gandengan tangan gitu kayak truk," ucap Meli yang sudah terlihat menahan marahnya. Reza yang mendengarnya sontak melihat ke belakang seketika terkejut karena melihat Meli berdiri di belakangnya sambil menopang tangan di pinggangnya.
"Meli kamu ada di sini juga, lagi ngapain? Sama siapa kamu di sini? Sama Andini juga? Mana dia kok aku tidak lihat?" tanya Reza bertubi-tubi kepada Meli dan seketika Reza yang menyadari tangannya di genggam oleh Mirna langsung melepaskannya.
"Menurut Kakak aku sama siapa kesininya?" tanya Meli sinis. "Sudahlah Kak, selamat bersenang-senang sama dia," sambung Meli sambil menunjuk Mirna dengan jarinya.
__ADS_1
"Maaf ya Kak, kalau aku jadi Kakak ... Aku sih malu gandeng tangan pacar orang," ucap Meli sambil melihat Mirna dengan tatapan tidak sukanya sambil berlalu meninggalkan mereka berdua yang terdiam. Reza yang tersadar langsung mengejar Meli tapi sialnya dia kehilangan jejaknya.
"Arrgghhh ... Pasti tadi Andini juga ikut sama Meli, apa dia tadi lihat aku bergandengan dengan Mirna," ucap Reza merutuki kebodohannya sambil mengacak rambutnya frustasi.
Reza yang sudah merasa pusing karena terus memikirkan Andini memilih meninggalkan Mirna seorang diri. Mirna terus menerus memanggil nama Reza tapi tidak di gubris oleh lelaki itu.
"Siap-siap hancur kamu Andini," gumam Mirna pelan sambil mengepalkan tangannya. Mirna yang marah karena merasa di acuhkan oleh Reza lebih memilih pulang ke rumahnya untuk mencari cara lain.
"Andini ... Aku bisa jelaskan soal tadi, Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Mirna. Aku mohon percaya sama aku," jelas Reza yang frustasi melihat Andini yang diam saja ketika dia menjelaskannya.
"Sudah bicaranya?" tanya Andini ketus, "Kalau sudah kamu boleh pulang, aku mau istirahat capek baru sampai rumah," tambah Andini seraya meninggalkan Reza yang mematung dengan wajah yang tidak bisa digambarkan.
__ADS_1
"Andini tunggu, aku mohon sama kamu maafin aku," mohon Reza yang sadar bahwa Andini telah berjalan meninggalkannya.
"Aku butuh waktu, kita baru saja mulai Kak tapi kenapa kamu tega sama aku? Kamu pegangan sama cewek lain di depan mataku," ujar Andini yang menangis karena melihat kekasihnya berpegangan tangan dengan orang lain.
"Okeh ... Aku kasih waktu hari ini, tapi besok aku mohon maafkan aku, aku betul-betul tidak ada apa-apa sama dia," ucap Reza yang semakin frustasi melihat Andini mengeluarkan air matanya.
Andini yang tidak mau mendengarkan ucapan Reza, lebih memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan menutupnya dengan rapat. Didalam kamar Andini mencerna apa yang di bicarakan Reza, dia tahu bahwa Mirna menginginkan hubungannya dengan Reza tidak berjalan dengan baik.
Reza yang sudah frustasi memilih pergi meninggalkan rumah Andini dan pulang ke rumahnya. Dia membiarkan Andini untuk menenangkan dirinya, dan berharap semoga besok Andini mau memaafkannya.
"Baru juga dimulai sudah ada saja masalahnya," gumam Andini pelan, Andini menghela nafasnya dan memikirkan nasibnya dengan Reza. Andini yang merasa lelah pada akhirnya lebih memilih tidur dan berharap agar besok baik-baik saja.
__ADS_1
SAAT SESEORANG MENCINTAIMU, MEREKA TAK HARUS MENGATAKANNYA TAPI KAMU AKAN TAHU DARI CARANYA MEMPERLAKUKANMU