
Andini menghubungi para sahabatnya, gadis itu merasa rindu berkumpul dengan mereka. "Kak, nanti aku izin untuk bertemu dengan Bela dan Yani ya," ucap Andini meminta izin kepada sang suami sebelum mereka berangkat bekerja.
Andini merasa kesal saat Reza hanya diam tidak menanggapi ucapannya, " Kamu kenapa sih kok diam saja? Aku kan izin sama kamu boleh tidak?"
Reza menghela nafasnya, "Boleh banget tapi berapa kali sih aku bilang panggil aku sayang," pinta Reza. Andini yang melihat sang suami menekuk wajahnya, mencoba meminta maaf dan mulai mencobanya. "Iya maaf, pelan-pelan aku akan rubah ucapanku kepada kamu," ujar Andini. "Jangan marah ya sayang," sambung Andini yang langsung mendapat ciuman di keningnya.
"Yuk sarapan dahulu," ajak Andini setelah melihat Reza dapat tersenyum seperti biasa. Reza merapikan kembali bajunya sebelum keluar dari kamarnya sedangkan Andini membereskan apa saja yang akan dia bawa ke kantor barunya hari ini, "Hari ini kamu mulai bekerja dengan Kak Raditya ya sayang?" tanya Reza saat Andini memasangkan dasi sang suami.
"Iya," ucapnya.
Setelah selesai memasangkan dasi Andini mengajak sang suami untuk sarapan bersama keluarganya, "Kamu mau makan apa sayang?" tanya Andini saat mereka sudah berada di meja makan. Raditya dan Siska yang mendengar ucapan Andini hanya terdiam apalagi melihat pemandangan di depannya, "Romantis-romantisnya nanti saja bisa tidak? Jomblo ini," gerutu Raditya.
Ayah dan ibu hanya tertawa mendengar ucapan sang anak, "Makanya cari istri sana, malu itu sama adik kamu sebentar lagi juga mau menikah. Lalu kamu kapan?'' tegur ayah yang langsung mendapat anggukan dari semua keluarga.
"Nanti juga kalau sudah bertemu yang pas aku langsung bawa ke sini," ucap Raditya.
Maya yang tadinya hanya terdiam melihat percakapan antara ayah dan anak itu ikut buka suara, "Memang belum ketemu sama yang cocok kamu Dit?"
"Sudah Bu, tapi Radit mau memastikan dahulu sama perasaan aku sekarang," jawab Raditya. Pemuda itu masih bingung akan perasaannya kini, apalagi bayang-bayang sang mantan kekasih masih selalu bertebaran di pikirannya.
"Jangan bilang gagal move on kamu Kak," tuduh Andini.
Andini tahu perasaan sang kakak terhadap mantannya itu, Raditya yang sedang sayang-sayangnya ditinggal menikah oleh sang mantan. Hingga saat ini sikap Raditya terhadap wanita sangat dingin bahkan tidak ingin memiliki hubungan apapun terhadapnya, padahal banyak wanita yang mencoba untuk mendekati pria itu.
__ADS_1
Andini dan Reza yang telah selesai sarapan izin untuk berangkat ke kantor, "Kamu mau bertemu dengan Bela dan Yani kapan?" tanya Reza saat mereka berdua berada di dalam mobil.
"Nanti pas jam makan siang, memang kenapa?" tanya Andini balik.
"Tidak apa-apa, cuma mau ikut gabung," kekeh Reza.
"Memang tidak sibuk jadwal hari ini?" tanya Andini yang mengetahui jika jadwal Reza sangatlah padat hari ini.
"Iya, jadwal hari ini benar-benar penuh sayang. Padahal aku ingin makan siang bersama kamu nanti," ujar Reza yang terus menatap lurus ke depan.
"Lain kali saja kita buat acara bersama mereka, sekalian ajak Lucy dan juga Kak Raditya," usul Andini. Gadis itu memiliki ide agar Lucy dan Raditya bisa semakin dekat, Andini tahu jika sang kakak sebenarnya menyukai gadis itu tetapi kejadian di masa lalu membuatnya berpikir ulang untuk menjalin sebuah hubungan.
Mobil Reza kendarai tiba di parkiran perusahaan sang mertua, Andini membantu Raditya untuk mengurus perusahaan keluarganya itu. Andini bergegas turun dari mobil dan pamit kepada sang suami, "Aku masuk dahulu ya."
Reza kembali menjalankan mobil menuju perusahaan miliknya setelah pamit dan juga mencium kening sang istri, Andini berjalan memasuki perusahaan itu. Banyak pasang mata yang memandang wajah cantik Andini, mereka tidak ada yang tahu jika gadis itu adalah anak dari pemilik perusahaan di mana tempat mereka bekerja.
"Permisi Mba ada yang bisa saya bantu?'' tanya salah seorang karyawan yang bertemu dengan Andini di dekat lobby perusahaan itu.
Andini merasa heran karena menurutnya tidak perlu mencari keberadaan ruangan sang kakak, karena dia sudah hafal dengan letak ruangan di sana. "Tidak terima kasih, saya hanya ingin ke ruangan Pak Raditya," ucap Andini ke karyawan yang menegurnya tadi.
Karyawan itu melihat Andini dengan seksama, dan memandang dengan wajah yang tidak bersahabat. "Pak Raditya belum tiba, mungkin sebentar lagi," ucapnya sambil melihat jam di tangannya. Andini sedikit merasa tidak nyaman dengan karyawan di depannya, tapi dirinya sekuat tenaga agar tidak ada yang mengetahui jika dirinya salah satu anak pemilik perusahaan itu.
Tak berselang lama Raditya tiba, Andini segera berpura-pura jika dirinya hanyalah karyawan biasa. "Selamat pagi Pak," sapa Andini saat Raditya berjalan ke arahnya. Pemuda itu mengerutkan keningnya, "Kamu kenapa?" tanya Raditya yang merasa aneh terhadap sang adik.
__ADS_1
Andini mengedipkan matanya agar Raditya diam, "Mari Pak kita bicara di ruangan saja," ucap Andini yang langsung dapat balasan dari karyawan tadi. "Yang sopan kalau bicara, masa kamu yang mengajak Pak Raditya ke ruangan," ketusnya. Andini yang mendengar ucapan sang karyawan hanya bisa tertawa dalam hati, "Kalau sampai tahu pasti kamu nangis minta maaf," gumam Andini.
"Sudah, biar ini saya bicarakan dengannya," ucap Raditya sambil menunjuk Andini. Pemuda itu membawa Andini menuju ruangannya, "Kamu kenapa sih De sama Rena?" tanya Raditya saat dirinya dan Andini tiba di ruangannya.
"Oh jadi namanya Rena," ucap Andini. "Sombong banget Kak karyawan kayak gitu, kayak ngeledek aku banget tadi," sambung Andini saat mengingat ucapan yang keluar dari mulut wanita tadi.
Raditya yang mendengar sang adik sedang mengomel seketika tertawa, "Kamu tahu dia itu naksir Kakak, tapi kamu tahu sendiri Kakak seperti apa," jelas Raditya mengingat Rena selalu mengejarnya tanpa kenal lelah.
Andini tertawa saat melihat wajah sang kakak yang menurutnya sangat lucu, "Sudah ah bahas dia nya, sekarang aku ngapain Kak?" tanya Andini.
"Kamu jadi asisten Kakak, jadi kalau Kakak sibuk banyak rapat kamu bisa bantu Kakak," ucap Raditya. Pemuda itu juga menjelaskan apa saja yang harus Andini lakukan di perusahaan itu, "Siap Kak," ucap Andini setelah selesai mendengar penjelasan sang kakak.
Tak terasa jam sudah menunjukkan waktu makan siang tiba, "Kak, aku izin makan siang duluan ya!" pamit Andini kepada Raditya.
Andini yang sudah ingin pergi makan siang kembali duduk saat Raditya memberinya beberapa pertanyaan, "Mau makan siang di mana kamu?" tanyanya.
"Aku makan siang dekat sini kok Kak," jawab Andini.
"Makan siang dengan siapa kamu De?" tanya Raditya lagi, pemuda itu bertanya kepada sang adik tanpa mengalihkan pandangan dari laptop di depannya.
"Astaga Kak kapan aku berangkat kalau Kakak Baer bertanya terus?" geram Andini dengan beberapa pertanyaan sang kakak, setahu dirinya Raditya sudah mengetahui jika dirinya akan bertemu dengan para sahabatnya. Raditya tertawa saat mendengar sang adik yang sedang mengomeli dirinya itu, ''Iya sudah sana nanti sekalian bawakan Kakak makan siang juga ya, lihat nih masih banyak kerjaan aku," ujar Raditya sambil menunjuk beberapa dokumen yang ada di atas mejanya.
Mohon maaf beberapa hari ini tidak sempat kirim cerita, tapi semoga awal bulan bisa rajin update ya. Jangan lupa like, komen, rate dan Vote nya. Terima kasih 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1