
Andini yang masih tidak percaya jika dirinya telah sah menjadi istri dari Reza, gadis itu terus menatap cermin yang berada di depannya.
"Ini mimpi atau nyata ya?" tanya Andini sambil membersihkan wajah dari sisa make-up tadi.
Reza diam-diam masuk ke dalam kamar dan memeluk tubuh Andini, "Astaga Kak buat aku kaget saja," ucap Andini malu. "Tunggu Kakak ngapain di kamar aku, nanti kalau ada yang lihat bagaimana," ucap Andini panik.
Reza membalikkan tubuh Andini yang membelakanginya, dia menatap lekat kedua mata Andini. Reza menaruh tangan kanannya di kening Andini, "Din, kamu lupa atau amnesia?" ledek Reza.
"Ish apa sih Kak," rengek Andini sambil menampik tangan Reza yang berada di keningnya.
"Kamu beneran lupa siapa aku sekarang?" tanya Reza yang berpura-pura sedih karena Andini melupakan dirinya.
"Iya aku lupa Kak, bagaimana ini?" tanya Andini dengan nada yang di buat-buat.
Reza yang gemas dengan Andini, membawa gadis itu dalam gendongannya dan menjatuhkannya di atas kasur yang ada di kamar itu.
"Ampun Kak," ucap Andini yang tidak bisa menahan tawanya ketika Reza terus menggelitik perutnya.
"Baru beberapa jam kamu sudah lupa statusku, awas kamu ya tidak akan aku beri ampun," ucap Reza yang tidak memberi celah untuk Andini kabur darinya.
"Kak sudah, aku tidak tahan ini geli," ujar gadis itu yang langsung memegang kedua tangan Reza agar tidak bisa menggelitiknya lagi.
Reza yang tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya seketika jatuh di atas tubuh Andini, tidak ada jarak di antara mereka.
Andini dapat merasakan deru nafas pria yang kini berstatus sebagai suaminya itu, "Kak," panggil Andini.
"Ada apa sayang?" tanya Reza sambil membelai lembut wajah gadis di bawahnya.
"Ada yang ketuk pintu," ucap Andini. Reza mengerutkan keningnya, "Tidak ada kamu mau tipu aku ya?" tanya Reza yang mencoba mencium bibir milik istrinya itu.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar, "Kak Dini," panggil seseorang di luar.
"Tuh kan aku bilang apa, ada yang ketuk pintu," ucap Andini yang mencoba bangkit untuk membukakan pintu itu.
Reza tidak memperdulikannya, pria itu dengan segera mencium bibir Andini dengan sangat lembut hingga mereka tidak menyadari jika saling menuntut satu sama lain. "Kak," panggil Andini saat sama-sama mulai mengambil nafas terlebih dahulu.
Reza menatap lekat wajah Andini, tangannya mulai meraba mulai dari wajah sampai ****. Andini yang mendapat perlakuan lembut dari Reza tidak dapat menahannya lagi, hingga mereka melakukannya. Melakukan apa yang menjadi hak dari Reza, hak atas seluruh tubuh dan jiwa Andini.
Andini yang masih merasa lelah akibat ulah Reza semalam, pria itu tersenyum saat melihat wajah polos Andini yang sekarang sudah sah menjadi miliknya. "Aku selalu merindukanmu," ucap Reza sambil membelai lembut wajah gadis di hadapannya. Andini yang merasakan sentuhan di wajahnya seketika mencoba membuka mata, "Pagi suamiku," ucap Andini malu yang langsung menarik selimut hingga menutupi kepalanya.
Reza yang gemas langsung ikut masuk kembali ke dalam selimut itu, "Morning kiss," ucap Reza.
Pria itu langsung memberikan ciuman selamat pagi kepada sang istri tercinta, "Ish Kak belum mandi aku nya," ujar Andini. "Sebentar saja," bujuk Reza. Andini hanya bisa pasrah dengan kelakuan sang suami yang menjadi mesum, pria itu tidak memperdulikan ucapan sang istri hingga kejadian semalam terulang kembali.
Andini yang sudah mandi sedang mengeringkan rambutnya di depan meja rias, "Sini aku bantu keringkan," ucap Reza saat masuk ke dalam kamar. "Kamu dari mana Kak?" tanya Andini sambil memberikan handuknya.
Andini yang mendengar ucapan mesum suaminya segera merebut handuk dari tangan Reza, "Sini biar aku saja," rajuk Andini.
Reza tertawa mendengar Andini yang marah padanya, "Becanda sayang."
"Ayo kita turun sarapan lalu siap-siap, aku punya kejutan untukmu," ucap Reza yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Kejutan apa yang sedang dia persiapkan," gumam Andini. Gadis itu kembali mengeringkan rambut yang sempat tertunda akibat ulah jahil sang suami, mengingat kata suami Andini akan tersenyum tiba-tiba.
Andini memilih untuk turun terlebih dahulu setelah menyiapkan baju untuk Reza, "Duh pengantin baru kita," goda Raditya yang sedang duduk di meja makan bersama keluarga yang lain. Wajah Andini berubah menjadi merah merona saat mendengar godaan sang kakak, "Apa sih Kak," kelakar Andini.
"Selamat pagi semuanya," sapa Reza yang tak lama turun setelah sang istri turun.
"Enak banget ya yang masih baru, masih gimana gitu," ledek Siska yang tak mau kalah.
__ADS_1
Bel pintu rumah berbunyi, "Biar aku saja yang buka," ucap Siska sambil berjalan ke arah pintu yang terus berbunyi.
"Iya sabar," ujarnya. Saat Siska membuka pintu, gadis itu terkejut dengan tamu yang datang pagi-pagi.
"Kak Rian, ada perlu dengan Kak Raditya ya?" tanya Siska tanpa mempersilakan Rian untuk masuk.
"Tidak, aku ada perlu denganmu," ucap Rian.
Siska memandang Rian dengan penuh pertanyaan, "Ada apa Kak cari aku ya?"
Siska menyuruh Rian untuk masuk, "Sini Kak ikut sarapan bersama," ajak Siska. Rian melihat Andini sedang menyiapkan sarapan untuk Reza, "Andai aku yang ada di posisi itu," lirihnya. Siska mengikuti arah mata Rian, gadis itu segera menarik tangannya agar ikut duduk.
Siska mengambilkan sarapan untuk Rian, "Makan dahulu Kak," ucapnya. Rian merasa canggung berada di tengah-tengah sana, pikirnya dia hanya akan mengajak Siska keluar sebentar bukan malah ikut sarapan bersama di sini.
Di sela-sela sarapannya Reza mengutarakan niatnya untuk membawa Andini untuk berbulan madu, "Ibu, Ayah besok aku dan Andini akan berangkat ke Bali selama seminggu," tutur Reza yang meminta izin agar mereka bisa pergi berdua.
"Ikut Kak," rengek Siska yang langsung mendapatkan gelak tawa dari seluruh keluarga yang berada di sana tanpa terkecuali Rian.
"Kamu mau ganguin Kakak di sana?" tanya Raditya sambil mengusap kepala sang adik dengan gemas.
Siska yang rambutnya di acak oleh Raditya mengerucutkan bibirnya, "Kakak aku sudah cantik begitu malah di acak-acak," protes Siska yang tidak terima jika rambutnya menjadi berantakan kembali.
"Tinggal sisir lagi saja ribet Sis," saran Raditya yang membuat Siska menjadi terkejut.
"Iya tinggal sisir tapi kan sekarang aku lagi lapar Kak mau makan dahulu,"
"Sudah-sudah lanjut dulu sarapannya, malu itu ada nak Rian kalian malah bertengkar," ucap ibu. Siska dan Raditya meminta maaf atas sikapnya, "Maaf," ucapnya bersamaan.
Holla aku kembali membawa cerita ini, semoga suka ya, jangan lupa like, komen, vote dan rate nya ya. Salam sayang dari aku 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1