MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 86 BAYU DAN RADITYA


__ADS_3

Raditya kembali bersama kelompoknya dan melanjutkan tugas yang sempat tertunda tadi, selama di perjalanan bayangan saat dirinya, Clara dan satu sahabatnya terlintas dalam pikirannya.


Clara dan Raditya adalah sahabat semenjak sekolah menengah pertama, hingga datang Bayu yang juga menjadi sahabat sekaligus tempat Raditya mencurahkan isi hatinya. Raditya merasa nyaman bersahabat dengan Clara dan Bayu, tidak ada yang pemuda itu tutupi dari para sahabatnya. Termasuk Raditya yang menyukai Clara, gadis itu sangat tahu kalau sahabatnya itu sangat menyukainya. Hingga persahabatan mereka berakhir ketika salah satu dari mereka menyembunyikan status hubungannya. "Mulai kapan kamu pacaran dengan Clara Bayu?" bentak Raditya. Bayu hanya terdiam saat Raditya mengetahui hubungannya bersama Clara, mereka sudah menjalin hubungan selama lima bulan tanpa sepengetahuan sahabatnya Raditya.


"Maafkan aku Dit," ucap Bayu yang merasa bersalah karena telah mengkhianatinya. Tanpa berpikir panjang Raditya meninggalkan Bayu yang terus menerus meminta maaf kepadanya, pikiran Raditya benar-benar tidak menyangka jika sahabatnya yang selama ini dia percaya berbuat seperti itu.


Raditya yang sedang berjalan sambil melamun di kejutkan oleh salah satu anggota di kelompoknya, "Dit," panggilnya sambil menepuk pundak Raditya. "Iya, ada apa?" Raditya yang sedikit terlonjak kaget mencoba menetralkan detak jantungnya.


"Kamu kenapa melamun Dit?" tanya salah satu anggota yang di ketahui bernama Wawan.


"Tidak apa-apa Wan, sedikit lelah saja sepertinya," sanggah Raditya yang diangguki oleh Wawan.


"Kalau lelah istirahat dahulu Dit," saran Wawan. Raditya mengiyakan saran dari temannya itu, "Tanggung Wan, sebentar lagi selesai," ucap Raditya yang mengajak semuanya untuk segera menyelesaikan tugas yang di berikan.


Tak butuh waktu lama, kelompok Raditya tiba di tempatnya semula. Pemuda itu pamit untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak, "Kalian boleh istirahat dahulu nanti sore kita berkumpul di sini lagi," perintah Raditya yang langsung masuk ke dalam tendanya.

__ADS_1


Leon yang tidak melihat keberadaan sahabatnya itu mencoba mencari ke dalam tenda, "Akhirnya ketemu juga," ucap Leon yang dari tadi mencari Raditya.


Raditya merebahkan tubuhnya dan mencoba memejamkan mata. Saat akan terpejam pemuda itu di kejutkan dengan kedatangan sang sahabat. "Dit, Dit, Dit," panggil Leon sambil mengguncang tubuh Raditya.


Raditya mendengus saat istirahatnya di ganggu oleh sang sahabat, "Apaan sih? Aku baru mau istirahat Leon," ketus Raditya. Leon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, "Maaf Dit," kekeh Leon tanpa rasa bersalah saat membangunkan pemuda di depannya.


"Ini aku bawakan makanan untuk kamu, di makan dahulu ya," Leon memberikan kotak yang berisik makan siang untuk Raditya. "Kamu kenapa Dit? Jangan bilang kamu masih menyukai dia ya?" tuduh Leon yang tepat sasaran. Raditya masih sangat mencintai Clara walaupun dirinya tahu jika Clara dan Bayu sudah berencana untuk menikah setelah lulus sekolah nanti, Raditya terdiam saat mengingat kenyataan yang ada di depannya.


"Aku harus bagaimana Leon? Rasa cintaku padanya terlalu besar, mau dia menyakitiku rasanya aku tidak pernah perduli," lirih Raditya. Leon sangat tahu bagaimana perasaan Raditya saat ini, pemuda itu sudah sering mencoba menasehati dan membujuk Raditya untuk melupakan Clara. Selama Clara masih bersekolah dan terus bertemu dengannya sulit untuk membuat Raditya melupakan dan melepasnya, gumam Leon dalam hati.


"Sekarang kamu istirahat dahulu, sebentar lagi akan ada acara puncak masa sebagai ketua OSIS tidak ikut," goda Leon yang langsung mendapatkan hadiah lemparan jaket oleh pemuda di depannya. Leon terkekeh saat melihat sahabatnya dapat marah dan tersenyum kembali, Leon sangat menyayanginya Raditya dan Rian walau mereka baru beberapa tahun menjadi sahabatnya.


"Kenapa bawanya satu?" tanya Raditya yang baru menyadari jika Leon hanya membawa satu kotak makanan saja.


"Tadi aku sudah makan duluan sebelum ke sini," jawab Leon. Raditya mulai membuka kotak itu dan mulai makan secara perlahan, "Dit, ada yang ingin aku tanya sama kamu tapi aku harap kamu tidak marah," ucap Leon. Raditya menunda makannya sebentar untuk menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, "Kamu ingin bertanya apa Leon?".

__ADS_1


"Bisa kamu ceritakan semuanya, semua tentang kamu, Clara dan Bayu? Maaf kalau aku terlalu ikut campur urusanmu tetapi, mungkin akan bisa membuatmu lebih nyaman nantinya karena tidak kamu pendam sendiri semua masalahmu," terang Leon yang bermaksud untuk agar Raditya dapat terbuka padanya maupun Rian.


Raditya yang awalnya ingin kembali memakan makanannya, mengurungkan niatnya dan menutup rapat kotak makan itu sebelum dirinya mulai bercerita kepada Leon. "Maafkan aku Leon tidak pernah menceritakan semuanya sama kamu," lirih Raditya. Pemuda itu menghela nafasnya dan mulai menceritakan awal dari persahabatannya dengan Clara dan juga Bayu, Leon mendengarkan dengan seksama semua cerita dari sahabat di depannya.


"Jadi Bayu sebenarnya tahu kalau kamu sangat mencintai dan menyukai Clara?" Leon murka saat mendengar Raditya yang bercerita jika dirinya sering mengutarakan niatnya untuk menjadikan Clara sebagai kekasihnya namun dengan sangat liciknya, Bayu lah yang akhirnya mendapatkan Clara lebih dahulu daripada Raditya.


Terdapat guratan kecewa dari kedua mata Raditya, "Lalu kenapa kamu masih menginginkan dia lagi Dit? Memang tidak ada gadis lain yang kamu suka?" seru Leon karena tidak ingin Raditya terus menerus mengharapkan gadis yang memang tidak pernah mengharapkannya.


Raditya tidak dapat menjawab pertanyaan dari Leon, hingga tanpa mereka ketahui seseorang mendengar percakapan mereka.


Bayu yang awalnya ingin mencari keberadaan sang kekasih tidak sengaja mendengar percakapan antara Raditya dan Leon, awalnya Bayu tidak ingin satu sekolah kembali dengan Raditya. Takdir berkata lain, mereka bertiga di pertemukan di satu sekolah yang sama, hanya kelas mereka yang berbeda. Beberapa kali Bayu mencoba menjelaskan dan meminta maaf kepada sahabatnya itu tetapi, rasa kecewa Raditya lebih besar sehingga dirinya tidak pernah mau memaafkan pemuda yang pernah jadi sahabatnya itu.


"Maafkan aku Dit, hati tidak dapat berbohong. Bagaimana lagi aku harus minta maaf sama kamu Dit?" Bayu segera pergi menenangkan dirinya, pemuda itu sebenarnya merasa sangat bersalah akan keputusan untuk menjalin hubungan dengan sahabat sendiri. Terlebih sahabatnya juga menyukai orang yang sama, Bayu berjalan seorang diri tanpa tahu akan kemana.


"Aaaggghhhh, maafkan aku Dit," teriak Bayu di dekat sungai yang sangat sepi itu. Dia menjatuhkan diri dan terus menyalahkan dirinya sendiri, "Aku bodoh telah menyia-nyiakan sahabat seperti kamu Dit," sesalnya.

__ADS_1


Hingga hari kelulusan tiba Raditya tidak pernah bertegur sapa lagi dengan Bayu, baginya sudah cukup luka yang Bayu berikan padanya. Raditya berjanji setelah lulus sekolah, dirinya harus bisa mulai menata hidupnya kembali dan mulai melupakan masa lalu beserta cintanya.


"Aku harus bisa dan pasti bisa," ucap Raditya.


__ADS_2