MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 55 SEKERTARIS BARU


__ADS_3

"Kakak kapan pulang ke Indonesia? Kok tidak memberi kabar?" tanya Andini saat mobil yang mereka tumpangi berjalan menuju rumahnya.


"Setelah lulus aku langsung kembali ke Indonesia tetapi aku tidak bisa langsung menemui kalian karena mau membuka usaha terlebih dahulu, setelah usahaku berhasil barulah aku akan menemui kalian seperti saat ini," terangnya.


Setelah tiba di rumah, Andini segera pamit untuk segera masuk karena hari sudah malam dan dia besok ada interview di sebuah perusahaan.


"Kak, aku masuk dulu ya soalnya besok aku ada panggilan kerja di daerah kota," pamit Andini kepada Reza yang masih berada didalam mobilnya.


Reza meninggalkan halaman rumah Andini ketika gadis itu sudah memasuki rumahnya, didalam rumah Kak Raditya dan yang lainnya sedang berbicara sambil menonton televisi.


"Assalamualaikum," salam Andini saat memasuki ruangan dimana keluarganya sedang berkumpul.


"Darimana De, kok baru pulang?" tanya Raditya saat sang adik duduk disebelahnya.


"Habis makan malam sama anak-anak Kak," ucapnya yang tidak sepenuhnya berbohong karena Andini memang pergi bersama teman-temannya. Raditya tidak tahu jika Reza telah kembali dan menemui adik kesayangannya itu, karena semenjak Reza membuat hati sang adik sakit dia mulai tidak menyukai pria itu.


"Aku pamit istirahat dulu ya, soalnya besok kan ada panggilan kerja aku," pamit Andini dan bergegas memasuki kamarnya. Gadis itu mengganti pakaiannya terlebih dahulu sebelum beranjak tidur, Andini menatap langit-langit kamarnya. "Mudah-mudahan besok bisa diterima," ucapnya sambil memejamkan mata.


Pagi ini Andini hampr saja terlambat bangun karena tidur terlalu larut, dia terus memikirkan bagaimana bos nya itu. Gadis yang sudah rapih mengenakan blazer berwarna biru tosca itu juga memikirkan pekerjaan apa yang akan di terimanya nanti, apapun pekerjaannya dia akan mencoba menerimanya.


"Selamat pagi semuanya," sapa Andini yang baru memasuki ruang makan.


"Pagi juga sayang," jawab sang Ibu yang langsung menyendokkan nasi goreng kepiring Andini. "Terima kasih Bu," ucapnya.

__ADS_1


"Kamu jadi hari ini interview dikantor itu?" tanya Raditya sambil menyendok nasi goreng kedalam mulutnya, Andini menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan sang Kakak.


"Kakak mau anterin aku?" tanya Andini yang sudah menyelesaikan sarapannya.


Raditya yang juga sudah menyelesaikan sarapannya langsung berdiri dan bergegas menuju kamarnya, dia mengambil tas kerja dan juga jas miliknya.


"Ayo De berangkat sekalian Kakak antar," ajaknya. Andini dan Raditya berpamitan kepada kedua orang tuanya, Raditya bekerja menggantikan sang Ayah untuk meneruskan usaha miliknya.


"De, kamu betul tidak mau bantu Kakak untuk meneruskan usaha Ayah?" tanya Raditya saat di perjalanan menuju kantor yang akan Andini tempati nanti.


"Aku mau belajar sendiri dahulu Kak, nanti kalau capek aku pasti bantu Kakak buat terusin usaha Ayah atau Ibu," kekeh Andini yang mau mencoba kemampuannya diluar terlebih dahulu.


Mobil yang dikendarai oleh Raditya tiba di depan perusahaan  yang lumayan besar, pria itu tahu bahwa perusahaan yang akan adiknya tempati adalah sebuah perusahaan yang baru beberapa bulan berdiri tetapi bisa berkembang dengan pesat.


"Kak aku turun dahulu ya," pamit Andini dan bergegas masuk kedalam perusahaan tersebut. Gadis itun tidak ingin terlambat karena ini adalah pertama kalinya dia bekerja, Andini segera mengampiri meja recepsionis yang berada di lobby.


"Baru ya Mbak?" tanyanya, Andini hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya.


"Nanti kamu lurus, terus belok kanan dan pintu nomor 3 sebelah kanan ada tulisan HRD nah itu ruangannya," ujar Mbak receptionis yang bernametag Risa.


"Baik Mbak, terima kasih," ucap Andini bergegas menuju ruangan yang ditunjukkan tadi.


Andini berjalan dikoridor seorang diri, gadis itu menengok kekiri dan kekanan mencari ruangan yang dituju. Sesampainya didepan ruangan tersebut Andini segera mengetuk pintu itu, terdengar dari dalam sahutan yang menyuruhnya untuk masuk.

__ADS_1


"Permisi Bu," ucap Andini saat memasuki ruangan tersebut.


"Silakan duduk," Rima menyuruh Andini untuk duduk dibangku yang berada dihadapannya. Gadis itu menuruti wanita yang berada didepannya, "ini Bu surat lamaran saya," ucapnya sambil menyerahkan map yang berada ditangannya.


Rima segera memeriksa biodat Andini yang ada di dalam map tersebut, wanita itu juga sedang memikirkan pekerjaan yang pas untuk gadis dihadapannya ini. Rima segera menelepon asisten yang merangkap sebagai sekertaris cadangan bosnya itu, Rima mengingat ucapan sang bos yang membutuhkan sekertaris baru untuk membantu sang asisten yang juga bertugas sebagai sekertarisnya yang sekarang.


"Maaf Pak, lowongan kerja untuk sekertaris bos sudah terisi belum?" tanya Rima saat sambungan teleponnya terhubung.


"Masih Rim, ada apa? Apa ada yang cocok dengan kriteria yang Bapak berikan?" tanya Surya antusias karena pekerjaannya akan lebih ringan saat sang bos memliki sekertaris.


"Ini Pak ada salah satu calon karyawan yang lolos saat pencarian karyawan waktu itu, tapi semua bagian sudah terisi penuh hanya bagian yang Bapak minta waktu itu yang masih kosong, saya hanya ingin memastikan saja apa masih dibutuhkan atau tidak," terang Rima yang harus menghubungi atasannya itu agar tidak terjadi kesalahan nantinya.


"Langsung bawa kesini ya Rim, biar Bapak yang melanjutkan bagaimana nanti," Surya menyuruh Rima untuk membawa calon sekertaris baru Reza. Rima segera mengajak Andini untuk menemui bosnya itu, selama di perjalanan Andini terus berdoa semoga dia bisa diterima di perusahaan itu.


TOK TOK TOK


Surya yang pada saat itu sedang berada diruangan Reza segera pamit untuk membukakan pintu, terlihat dua orang wanita memasuki ruangan itu.


"Ini Pak, orang yang akan menjadi sekertaris Bapak dan ini juga data-datanya," ucap Rima sambil memberikan map yang berisikan data-data Andini. Reza yang sedang menatap layar laptopnya segera beralih melihat map yang diberikan oleh Rima, pria itu terkejut saat melihat data-data yang ada di depannya.


"Kamu bisa langsung bekerja hari ini," ucap Reza yang langsung mengalihkan pandangan matanya dari map dan langsung menatap Andini.


Gadis itu yang mendengar suara yang dia kenali segera menoleh melihat sumbet suara, dia pun terkejut saat melihat orang yang selama ini membuat hatinya gundah berada dihadapannya.

__ADS_1


"Kak Reza," ucap Andini tanpa sadar. Reza tersenyum melihat kearah Andini, "kenapa tidak bilang kalau butuh pekerjaan? Tanpa harus melamarpun sudah pasti diterima disini," pungkas Reza.


Rima dan Surya hanya termenung melihat percakan keduanya, Surya kembali mengingat kapan pernah bertemu dengan Andini. "Oh iya itu gadis yang waktu itu bertemu," gumam Surya saat mengingat kapan dan dimana dirinya bertemu dengan Andini.


__ADS_2