
Setelah perjalanan yang melelahkan mereka semua sampai di rumah masing-masing, Andini yang merasa lelah langsung masuk kedalam kamarnya. Dia segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu, tak lama setelah membersihkan diri dia langsung merebahkan diri dikasur kesayangannya.
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi, enaknya," racau Andini yang merasa bahagia bisa bertemu dengan kasur dirumahnya. Menurut nya bagaimana pun bentuk kasur yang dia tiduri, tetap kasur di rumahnya yang paling membuat nya bahagia.
Hari ini Andini membantu Ibu nya merapikan barang-barang bawaannya, karena semalam dia sudah merasa lelah dan tidak sempat untuk membuka kopernya. Ibu yang membantu membuka koper Andini merasa gemas akan tingkah laku anaknya itu, dia tidak habis fikir kenapa Andini belanja sebanyak itu.
"Ya ampun De, kamu tidak salah belanja segini banyak?" geram Ibu saat melihat barang-barang belanjaan Andini ketika study tour kemarin.
Andini yang mendapatkan omelan dari Ibunya hanya tertawa, dia pun menjelaskan untuk siapa saja dia membeli barang-barang tersebut.
"Ibu yang cantik, ini semua bukan buat aku saja. Tapi ada buat Kakak, Ibu, Ayah, Tante Lili, Reza terus para sahabat aku Bu," jelas Andini sambil memuji dan memberikan beberapa barang untuk Ibunya itu.
Andini yang sedang membereskan barang-barang nya tidak sengaja menemukan sebuah kotak berwarna merah muda, setelah dibuka terdapat sepasang anting-anting yang sangat indah. Andini segera mengambil ponselnya dan menanyakan anting-anting itu kepada Reza, karena hanya di yang membantu untuk berkemas.
pesan WhatsApp
Andini
assalamualaikum, Kak lagi apa?
Reza
Waalaikumsalam, lagi santai
__ADS_1
Ada apa pagi-pagi chat aku?
Andini
Aku mau tanya, anting-anting yang dikoper aku punya siapa Kak?
Reza
Kenapa memangnya? Kamu tidak suka?
Andini
Bukan seperti itu maksud aku, aku itu tidak merasa beli barang itu tapi kenapa ada didalam koper aku?
Reza
Andini
Suka kok Kak, bagus sekali. Nanti aku pakai ya, terima kasih hadiahnya.
Reza
Sama-sama, nanti sore mau jalan tidak?
__ADS_1
Andini
Ayo, mau jalan kemana Kak?
Reza
Nanti kamu juga tahu, nanti jam 3 sore aku jemput. Okeh
Andini
Okeh
Mereka pun mengakhiri percakapan nya, Andini kembali merapikan kopernya dan membereskan kamar nya yang telah lama tidak dia tempati akibat pergi study tour.
Setelah selesai dengan aktivitas nya, Andini beranjak pergi ke dapur untuk membantu sang Ibu membuat kue.
"Ibu, sini aku bantu," ucap Andini sambil menggunakan sarung tangan agar tetap terjaga kualitas kebersihan kue buatannya.
"Ini kamu tolong bantu kocok telur nya seperti biasa ya, Ibu mau menghias kue yang sudah jadi dulu," ujar Ibu sambil mendudukkan dirinya di bangku meja makan untuk memulai menghias kue yang sudah didinginkan itu.
Ibu Andini bekerja menggeluti usaha toko kue di depan rumahnya, dia membantu sang suami yang hanya bekerja sebagai seorang karyawan di perusahaan swasta. Tak jarang jika banyak pesanan yang harus dibuat, Ibu meminta bantuan Andini dan Raditya. Mereka dengan senang hati membantu sang Ibu. Terkadag pesanan tiba dalam waktu yang bersamaan, Andini yang merasa kasihan selalu membantu sang Ibu ketika tidak ada tugas dari sekolah nya, Ibu Andini pandai membuat kue sehingga rasa dan kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Ditoko kue Andini membantu merapikan dan menata semua kue yang sudah jadi, dia tidak sungkan membantu para pembeli yang membutuhkan bantuannya.
Setelah semua kue yang dibuat sudah jadi, Andini pergi kekamar nya untuk membersihkan diri. Dia akan membantu melayani pembeli di toko sang Ibu, Andini merasa bangga memiliki Ibu yang baik seperti Maya. Tak jarang dia selalu mendapat apa yang di inginkan walaupun Andini tidak memintanya, Ibunya selalu tahu apa yang diinginkannya olehnya.
__ADS_1