MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 50 BENI DAN MELI


__ADS_3

Pagi ini Beni berangkat  kesekolah lebih awal, dia ingin menjemput Meli terlebih dahulu. Beni sudah menghubungi Meli terlebih dahulu, dia berpesan untuk menunggunya di depan gerbang rumahnya. Meli yang sudah siap menunggu di depan gerbang rumahnya, tak lama Beni datang dengan motor kesayangannya.


"Yuk kita langsung berangkat," ajak Beni yang langsung memberikan helm kepada Meli. Meli segera naik kemotor Beni, mereka pun bergegas berangkat sekolah bersama-sama.


"Nanti pulangnya tunggu di tempat biasa ya," ucap Beni ketika mereka telah sampai diparkiran sekolahnya. Beni memarkirkan kendaraannya terlebih dulu, Meli meminta izin untuk masuk kelas lebih dahulu. Beni sedang mencoba mendekati sahabatnya itu, dia berniat untuk mengungkapkannya perasaannya pada saat perpisahan nanti.


Beni yang sudah memarkirkan kendaraannya berjalan menuju kelasnya, sepanjang lorong sekolah Beni tidak sengaja bertemu dengan Dika dan juga Fahmi. Mereka habis mengantarkan Bela dan Yani, Beni yang melihat kejadian itu menggoda kedua sahabatnya.


"Cie Bela sama Yani udah main belakang ya," goda Beni. Bela dan Yani yang mendengar ocehan Beni berlalu meninggalkan mereka bertiga.


"Kak kita ngobrol kekantin dahulu yuk," Beni mengajak Fahmi dan juga Dika untuk berbicara di kantin dahulu. "Belum ada kelas kan Kak?" sambung Beni yang bertanya karena dia takut akan mengganggu jam belajar Kakak kelasnya itu, Dika maupun Fahmi menggelengkan kepalanya bersamaan.


"Ya sudah yuk, kita ngobrol dahulu mumpung lagi disini kangen juga sama sekolah ini," ujar Dika. Mereka segera berlalu pergi kekantin sebelum bel masuk berbunyi, Dika dan Fahmi mendapat banyak pertanyaan dari Beni tentang hubungannya dengan para sahabatnya itu.


"Kak Dika sudah berapa lama dekat dengan Bela?" tanya Beni sambil menyesap minumannya.


"Aku sih baru beberapa minggu ini, karena sebelunya aku punya pacar disekolah lain cuma pada saat kita liburan di puncak waktu itu ada perasaan aneh yang mengganjal di hatiku," jelas Dika yang mulai menyukai Bela pada saat mereka mengadakan liburan di puncak waktu itu. Beni mencoba menanyakan kepada hal yang sama dengan Fahmi, Dia ingin mengetahui tentang kisah cinta para sahabatnya.


"Pertanyaan yang sama untuk Kak Fahmi, sudah berapa lama Kak Fahmi dekat dengan Yani?" tanya Beni mengulang pertanyaan yang dia ajukan buat Dika.


"Jawabannya hampir sama dengan Dika, hanya saja aku lebih lama pendekatan dengan Yani. Kira-kira sudah beberapa bulan ini," jawab Fahmi. Mereka melanjutkan obrolan hingga bel tanda masuk berbunyi dan Beni izin kepada mantan Kakak kelasnya itu untuk masuk kedalam kelasnya.

__ADS_1


Saat memasuki kelas Beni tidak sengaja melihat Andini yang sedang menangis, Beni yang mendengar cerita Andini mengepalkan tangannya. Dia tidak menyangka sepupunya akan berbuat seperti itu kepada Andini, karena bagaimana pun sahabat adalah orang yang paling terbaik menurut Beni. Beni akan menghubungi Reza jika sudah dirumah nanti, dia berjanji tidak akan mengampuni siapapun yang telah menyakiti para sahabatnya itu.


"Memang Reza bilang apa saja sama kamu Din," tanya Beni saat mereka sedang istirahat di kantin.


"Dia bilang katanya aku tidak usah memikirkan dia disana dan dia juga mengakhiri hubungannya karena tidak ingin membuat aku khawatir, aku sudah coba tanya maksudnya tapi Kak Reza diam saja," tutur Andini saat mengingat perkatan Reza kepadanya.


"Aku harus coba kuat karena jika memang dia bukan jodohku mau bilang apa, biarpun dia ada didekatku," sambung Andini dengan nada sendunya. Beni bisa memahami perasaan Andini, oleh karena itu dia ingin menjaga perasaan Andini untuk saat ini.


Beni dan juga Meli sedang berada disebuah cafe, mereka sedang jalan berdua. Disela-sela menyantap makanannya Beni menanyakan perihal hubungan mereka, karena selama ini mereka berdua mencoba menyembunyikan hubungan yang mereka jalin.


"Mel kita mau sampai kapan seperti ini?" tanya Beni sambil menyantap makanan yang ada di depannya.


"Kamu tahu tidak tadi pagi aku bertemu dengan siapa?" tanya Beni yang membuat Meli begitu penasaran.


"Bertemu siapa memang? Sepertinya mencurigakan," ledek Meli yang melihat gelagat aneh dari pacarnya itu.


"Apa? Aku tidak macam-macam kok, cuma tadi pagi aku bertemu dengan Kak Dika dan Kak Fahmi disekolah," jawab Beni.


"Kirain ada apa, ya mungkin mereka sedang ada perlu jadi mereka datang kesekolah," tukas Meli sambil menyantap makanannya.


"Iya mereka memang ada perlu dengan Bela dan Yani," ujar Beni santai.

__ADS_1


Meli yang mendengar nama kedua sahabatnya disebut seketika tersedak makanannya yang sedang dia santap, Beni segera memberi Meli minum air putih yang adav dihadaannya.


"Makanya kalau makan itu hati-hati, tersedak kan jadinya," omel Beni yang memberi tepukan halus di pundak sang kekasih.


"Bagaimana aku tidak tersedak, kamu menyebut nama Kak Fahmi dan Kak Dika yang memiliki urusan dengan Bela dan Yani. Jangan bilang mereka juga sama seperti kita?" tanya Meli, Beni membenarkan ucapan sang kekasih.


"Astaga ternyata mereka juga sama seperti kita," sambung Meli tidak percaya akan pendengarannya kali ini.


Beni menceritakan semua yang dia dengar kepada Meli, awalnya Beni tidak percaya dengan apa yang di lihat. Namun setelah Dika dan Fahmi menceritakan semuanya barulah Beni mempercayainya, Dika dan Fahmi berpesan agar hubungan mereka ditutupin oleh Andini terlebih dahulu. Karena mereka tidak ingin membuat Andini merasa terbebani dengan adanya hubungan mereka. Mereka takut jika Andini tahu akan hubungan yang mereka sedang jalani akan merasa sendiri, terlebih hubungannya dengan Reza yang sudah kandas.


Meli segera menanyakan yang sebenarnya kepada Bela dan juga Yani, mereka meminta maaf jika harus seperti ini. Suatu saat mereka akan memberitahukannya kepada Andini tentang hubungan yang sedang mereka jalani, semoga Andini dapat memafkan mereka dan menerima hubungan mereka. Selama diperjalanan pulang Meli dan Beni memikirkan bagaimana caranya untuk memberitahu tentang hubungan mereka, Meli merasa sangat bersalah karena menutupi hubungannya dengan Beni.


"Kita bagaimana akan menjelaskan kepada Andini?" tanya Meli yang merasa bingung harus menjelaskannya bagaimana.


"Nanti aku akan coba tanyakan dengan Kak Dika dan juga Kak Fahmi," ucap Beni yang akan menanyakan tentang masalah ini kepada mantan Kakak kelasnya itu.


"Bagaimana kalau kita janjian dengan mereka saja akhir pekan ini?" ide Meli.


Beni mencerna dengan seksama ide dari Meli, dan tak lama Beni menganggukkan kepalanya menyetujui ide dari Meli. Meli dan Beni sama-sama menghubungi mereka untuk membuat janji terlebih dahulu, Beni dan Meli juga menjelaskan apa yang akan mereka bahas nanti.


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya. kritik dan saran juga boleh, terima kasih sudah mampir di ceritaku. Mohon maaf juga atas semua pihak atas kejadian yang tidak mengenakan beberapa terakhir, saya pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan saya. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2