MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 75 MASIH RENCANA


__ADS_3

Reza yang telah selesai menyelesaikan sarapannya bergegas mengajak Andini untuk pergi ke rumahnya terlebih dahulu, "Aku mau ambil baju dahulu di rumah Mamah ya sayang," ucap Reza saat mereka sudah berada di dalam kamar Andini.


"Tapi jangan lama-lama ya, aku sudah punya janji dengan Bela dan Yani."


Reza menganggukan kepalanya, "Iya tidak akan lama," ucapnya sambil mengacak rambut sang istri.


"Ih Kak Reza, kenapa di acak?" gerutu Andini saat rambutnya yang sudah di tata dengan rapih seketika berantakan karena ulah sang suami.


"Tidak usah cemberut, sini aku bantu rapikan lagi," ucap Reza sambil menarik tangan Andini untuk duduk di depannya. Reza mengambil sisir yang berada tidak jauh darinya, dengan perlahan Reza mulai merapikan rambut Andini.


"Din," panggil Reza.


"Iya," jawabnya.


"Kita mau bulan madu di mana?" tanya Reza yang tangannya masih terus asyik menata rambut sang istri.


"Memang kerjaan tidak banyak di kantor?" tanya balik Andini. "Tidak terlalu banyak kan bisa di atur oleh Surya," jawab Reza enteng.


Reza mengajak Andini untuk segera bergegas, setelah itu mereka pamit kepada kedua orang tua Andini. "Ibu, Yah aku mau kerumah Kak Reza dulu ya," pamit Andini. Reza telah lebih dahulu keluar rumah untuk memanaskan mesin mobilnya, "Yuk berangkat," ajak Reza saat Andini keluar dari dalam rumahnya.


"Nanti mampir ke minimarket sebentar ya, mau beli sesuatu," kekeh Andini. Reza mengiyakan permintaan istri kesayangannya itu, "Kita menginap di rumah Mamah ya Kak," pinta Andini. Reza menatap istrinya sekilas lalu pandangannya kembali ke depan, "Boleh biar Mamah juga senang kita menginap di sana," ucap Reza.


Reza memarkirkan mobilnya di depan sebuah minimarket, "Aku tunggu di mobil saja ya," ucap Reza yang tidak ingin turun dari mobilnya.


Andini mengiyakan permintaan suaminya yang tidak ingin ikut turun dan berkata, "Ya sudah aku cuma sebentar kok."


Reza yang menunggu Andini di mobil merasa mulai bosan, dia mengeluarkan ponselnya dan memeriksa beberapa pekerjaan kantor yang telah pria itu simpan di sana.


Reza menghubungi Surya untuk menanyakan jadwal dirinya, "Surya kamu bisa kosongkan jadwal saya selama satu Minggu ke depan?" tanya Reza saat sambungan teleponnya diangkat oleh Surya.

__ADS_1


Surya yang mendengar pernyataan Reza segera mengecek jadwal sang bos, "Bisa Pak tapi saya tidak terlalu yakin," ucap Surya yang takut jika bos nya akan marah.


"Kenapa bisa tidak yakin Surya?" tanyanya.


"Ada satu jadwal yang masih belum pasti Pak, sebab jadwal mereka yang terlalu padat," jelas Surya. Reza menghela nafasnya, pria itu berpikir apakah bisa bulan madu atau tidak.


Andini yang telah selesai berbelanja segera memasuki mobil sang suami, "Aku sudah selesai ayo berangkat," ajak Andini. Reza yang terdiam, tidak menyadari jika sang istri mengajaknya untuk menjalankan mobilnya lagi.


"Kak," panggil Andini sambil mencoba menggoyangkan lengan Reza pelan.


"Ah iya," jawab Reza yang terkejut.


"Kamu kenapa kak? Aku panggil diam saja?'' tanya Andini.


"Tidak apa-apa, tadi habis lihat jadwal saja sayang," jawab Reza sambil membelai lembut rambut sang istri. "Yuk kita langsung berangkat ke rumah Mamah," sambung Reza yang langsung menjalankan mobilnya.


Mobil yang dikendarai Reza telah sampai, pria itu turun dan membukakan pintu untuk sang istri tercinta. "Silakan nona cantik," goda Reza saat membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"Waalaikumsalam," jawab Lili yang langsung memeluk sang menantu. "Aduh sayang, Mamah kangen banget," sambung Lili langsung mengajak menantu dan anaknya untuk duduk.


"Gimana rencana bulan madunya Reza?" tanyanya kepada sang anak.


"Nanti aku coba cek jadwal dulu Mah, ternyata seminggu ini banyak rapat penting," jelas Reza kepada sang mamah.


"Selesaikan dahulu semua pekerjaanmu baru berangkat bulan madu," usul sang mamah yang langsung mendapat anggukan dari Reza.


"Mah, aku hari ini boleh menginap di sini?" tanya Reza.


"Ya ampun Reza, ini tuh rumahmu juga mau kapanpun kamu tinggal dengan senang hati Mamah akan izinkan," ujar Lili.

__ADS_1


Reza yang mendengar ucapan sang mamah segera memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya itu, Lili terharu dengan sikap sang anak.


"Astaga Mamah sampai lupa kalau belum ambilkan minum untuk kalian," ujar Lili yang akan membuatkan minuman untuk anak dan menantu kesayangannya.


"Mah," panggil Reza.


Lili yang sudah berdiri duduk kembali saat sang anak memanggilnya, "Ada apa sayang?" ucap Lili lembut.


Reza mengutarakan niatnya membeli rumah untuk keluarga kecilnya, Lili terdiam dengan niat sang anak.


"Memang ada apa dengan rumah ini nak?'' tanya Lili.


Reza berjalan menghampiri Lili dan memegang tangan, "Aku kan sudah memiliki keluarga jadi tidak mungkin kalau kita harus terus menumpang di rumah Mamah atau Ibu," jelas Reza sambil menatap kedua mata Lili.


"Itu ide bagus," sambung Wahyu ayah Reza yang tiba-tiba muncul.


"Tapi Yah, rumah kita jadi sepi kalau mereka juga harus pindah," protes Lili.


"Biarkan mereka belajar mandiri Mah, nanti kan bisa di suruh berkunjung dan menginap di sini," tutur Wahyu. Lili menganggukan kepalanya, "Mamah berdoa yang terbaik untuk kalian," ucap Lili sambil memegang tangan sang menantu.


"Mah, Yah aku ke kamar dahulu ya," pamit Reza yang di ikuti Andini di belakangnya. Reza membuka pintu kamarnya, "Rasanya sudah lama tidak masuk kamar ini," ujar Reza yang langsung merebahkan tubuhnya.


Andini yang baru pertama kali memasuki kamar Reza menatap takjub dengan ruangan itu, "Ini beneran kamar kamu Kak?" tanyanya.


Reza menarik tangan Andini hingga tubuhnya jatuh di atas tubuh Reza, "Kak," panggil Andini yang mencoba untuk bangun dari pelukan Reza.


"Apa sayang," jawab Reza sambil menatap wajah sang istri. "Aku benar-benar tidak menyangka jika kamu sudah menjadi milikku seutuhnya," sambung Reza yang mendaratkan ciuman di kening Andini.


Gadis itu merasakan hangat saat berada di pelukan Reza, ", Terima kasih," ucap Andini. Reza merasa bingung dengan ucapan terima kasih, "Kenapa berterima kasih sayang?" tanya Reza.

__ADS_1


Andini tidak menjawab pertanyaan Reza dengan ucapan tetapi, dia ungkapkan dengan tindakan. Andini mencium bibir Reza lebih dulu hingga pria itu terkejut oleh ulah istrinya, saat di rasa cukup Andini melepaskan ciumannya dan mencoba untuk bangkit kembali dari pelukan Reza yang semakin erat dan tidak karuan itu.


Tak butuh waktu lama hingga tubuh Andini sekarang berada di bawah dirinya, Reza tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk terus mencicipi aroma tubuh sang istri. Andini hanya pasrah akan kejahilan baru suaminya itu, Reza hanya tertawa melihat wajah kesal istrinya.


__ADS_2