
Andini yang masih tidak percaya akan takdirnya kini hanya bisa terdiam melihat pemandangan didepannya itu, dia yang mengingat kejadian beberapa hari lalu itu terlihat menghela nafasnya.
"Kamu kenapa Din?" tanya Reza saat dalam mobil perjalanan menuju perusahaan xxx untuk mengadakan rapat.
Ini adalah rapat pertama yang gadis itu datangi sebagai seorang sekretaris, karena biasanya dia hanya ikut menemani sang kakak atau ayahnya ketika rapat mencari klien baru untuk perusahaannya.
"Tidak apa-apa," bohong Andini. Andini tahu jika perusahaan xxx adalah perusahaan keluarga dari Andrew, yang sedang dia pikirkan adalah apakah pria itu berada disana atau malah dia lah yang meneruskan perusahaannya.
Mobil yang mereka tumpangi telah sampai dengan selamat diparkiran perusahaan itu, mereka turun bersama-sama dan menuju ruang rapat yang telah ditunjukkan oleh karyawan disana.
"Makin cantik setelah lama tidak berjumpa," gumam Andrew dalam hati saat melihat Andini dan Reza yang berjalan memasuki ruangan itu.
"Apa kabar?" tanya Reza sambil menjabat tangan Andrew. "Lama tak jumpa, terakhir bertemu saat aku akan kembali ke Indonesia," sambung Reza mengingat kapan terakhir bertemu dengan Andrew.
"Apa kabar Andini, sudah lama tidak jumpa. Makin cantik saja kamu," puji Andrew sambil menyapa Andini dan pria itu juga ingin berjabat tangan dengan Andini tetapi dihalangi oleh Reza.
Andini yang awalnya hanya menunduk seketika menatap wajah Andrew saat mendengar kata-kata nya itu, gadis itu juga memperhatikan wajah Reza yang langsung berubah seketika.
"Kita langsung mulai rapatnya saja Pak," potong Surya yang sudah mengetahui perubahan raut wajah bos nya itu. Surya juga mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dia harus merahasiakannya dan menuruti apa yang diperintahkan bosnya itu.
Rapat yang berlangsung sangatlah singkat, mengingat Reza yang juga memiliki jadwal rapat ditempat lain. Sebelum kembali ke kantor nya, Andini meminta izin untuk ketoilet sebentar.
"Saya izin ketoilet sebentar ya Pak," izin Andini saat mereka berjalan keluar dari ruang rapat yang berada di perusahaan itu.
"Silakan, jangan lama-lama karena saya masih memiliki jadwal lain," jawab Reza acuh. Andini berjalan meninggalkan mereka yang terus memperhatikannya, "Kamu kenapa memuji kecantikan Andini didepan ku?" tanya Reza kepada Andrew saat Andini sudah tidak terlihat lagi, Andrew yang mendengar pertanyaan Reza hanya terkekeh.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu cemburu seperti ini Za, kamu kan tahu hubungan ku dengan Clara bahkan kamu meminjam Clara untuk membuat Andini cemburu," tutur Andrew yang merasa heran dengan sikap sahabat nya itu. Pantas saja dari rapat dimulai sampai rapat itu selesai, wajah Reza tidak bisa ditebak olehnya.
Reza dan Andrew menjadi sahabat ketika mereka berada di London, Reza tidak akan sungkan meminta bantuan kepada Andrew dan Andrew pun sebaliknya.
"Kamu lupa kalau kemarin sudah membuat Andini cemburu melihat kamu dengan Clara, terus bagaimana perasaan Andini saat ini?" ejek Andrew yang tertawa dengan sikap posesif pria didepannya itu.
Reza yang merasa kesal ingin segera pergi dari tempat itu, tetapi langkahnya terhenti ketika Clara juga datang keperusahaan itu.
"Sayang," sapa Clara yang langsung memeluk Andrew didepan Reza dan Surya.
"Sayang kok kamu kesini, tunggu di rumah saja nanti aku kesana," saran Andrew karena dia mengingat Andini juga berada disana. Andrew tidak ingin rahasianya dengan Reza terbongkar, pria itu tahu betul bagaimana Andini jika merasa dibohongi.
"Kamu tidak senang ya kalau aku kesini, kan aku kangen sama kamu," rengek Clara.
"Okeh, tapi jangan lama-lama," manja Clara yang memeluk lengan Andrew. Andrew menganggukkan kepalanya, dari kejauhan Andini yang sudah selesai dari toilet tidak sengaja mendengar percakapan mereka.
"Sebenarnya siapa Clara itu? Pacar Reza atau pacar Andrew?" ucap Andini pelan, pikiran gadis itu di penuhi dengan banyak pertanyaan tentang mereka.
Andini keluar dari tempat persembunyiannya, setelah melihat Clara meninggalkan mereka semua disana. Gadis itu berpura-pura tidak mendengar dan mengetahui apa pun tetapi, dia akan mencoba mencari tahu sendiri jika mereka tidak ada yang menceritakan semuanya.
"Maaf menunggu lama," ucap gadis itu yang membuat Reza dan Andrew langsung menoleh kearahnya. "Untung saja Clara sudah tidak disini," gumam Reza dalam hati. Pria itu tidak mungkin bilang jika kejadian yang lalu adalah sebuah kebohongan belaka, dia hanya ingin melihat bagaimana perasaan Andini padanya saat ini.
"Tidak kok, kita dari tadi juga sambil membahas tentang kerjasama yang tadi," bohong Reza. "Ya sudah kalau begitu kita pamit undur diri karena masih banyak pekerjaan yang menanti," sambung Reza sambil berjabat tangan dengan Andrew dan meninggalkan pria itu tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya. Andrew hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Reza, "Kamu selalu saja seperti itu Reza," ucapnya mengingat bagaimana Reza saat dirinya harus terpaksa meninggalkan Andini.
Mereka kembali ke perusahaan Reza, selama di perjalanan tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Andini. Pikiran gadis itu masih dipenuhi dengan tanda tanya tentang hubungan Reza dan Clara yang sebenarnya, "Kenapa aku harus memikirkan hubungan mereka sih," ucap Andini dalam hati. Dia menggeleng kan kepala untuk menepis pikiran yang terlintas di kepala nya, "Kamu tidak apa-apa Din?" tanya Reza yang melihat Andini menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Eh... Aku tidak apa-apa," ujar Andini yang terkejut. Dia tidak ingin Reza mengetahui apa yang ada dipikirannya saat ini, perjalanan kembali hening akan pikiran masing-masing.
"Nanti tolong kamu bawakan copyan hasil kerjasama tadi, dan bawa keruangan saya segera," ucap Reza saat mereka tiba di kantor.
"Baik Pak, nanti akan segera saya kirim keruangan Bapak," jawab Andini.
Gadis itu segera mengerjakan tugas yang di perintahkannya, tak terasa jam istirahat telah tiba Andini bergegas merapikan meja kerjanya, dia sudah memiliki janji makan siang dengan Meli.
Andini 📱
Mel, aku tunggu di lobby ya
Meli📱
Okeh, aku turun sekarang ya
Setelah memberi kabar kepada sahabat nya, Andini segera menuju lobby agar tidak terlambat kembali ke kantor nanti. Dia ingin menceritakan tentang apa yang dia dengar tadi saat berada di perusahaan Andrew, Andini juga membutuhkan bantuan Meli untuk menyelidiki semuanya.
"Sudah menunggu lama?" tanya Meli yang baru tiba di lobby perusahaan itu.
" Aku juga baru sampai kok, cuma tadi agak lelah jadinya aku duduk sebentar," kekeh Andini. "Kita mau makan dimana?" sambungnya yang lupa menanyakan akan makan saat berkabar tadi.
"Di ujung jalan sini katanya ada tempat makan yang enak dan lumayan terjangkau, bagaimana kalau kita kesana," ide Meli yang di setujui oleh Andini.
Mereka berdua berjalan menyusuri pinggir jalan raya, terlihat banyak gedung-gedung besar dan sangatlah megah.
__ADS_1