
Sarah dan Lela terus berusaha meminta maaf kepada Andini, mereka merasa sangat bersalah dengan Andini. Andini yang baru keluar dari ruang kelasnya terkejut ketika Sarah dan juga Lela sudah berada di depannya, Sarah dan Lela mengajak Andini untuk kembali masuk kedalam ruang kelasnya.
"Andini, aku mau minta maaf sama kamu karena aku merasa cemburu lihat kamu dekat dengan Raditya. Aku menyukai Raditya sudah lama, tetapi untuk mendapatkannya ternyata susah," jelas Sarah yang menyukai Raditya dari awal mereka kuliah. Kebaikan Raditya disalah artikan oleh Sarah, Sarah merasa Raditya sering membantunya adalah karena Raditya menyukainya.
"Aku juga minta maaf Andini, aku benar-benar menyesal. Aku mohon maafkan aku Andini," mohon Lela. Andini yang melihat niat tulus mereka akhirnya memafkan mereka, Sarah dan Lela merasa lega setelah Andini mau memaafkannya.
"Terima kasih Andini kamu mau memaaf kita, aku janji tidak akan terjadi lagi dan kamu juga tidak akan ada yang berani menyakiti selama kuliah di kampus ini," ucap Lela.
Dia akan menjamin Andini tidak akan ada yang berani untuk berbuat jahat kepadanya, Andini hanya tersenyum mendengar cerita mereka.
Mereka sudah mengetahui bahwa Andini adalah adik dari Raditya, Meli yang merasa aneh karena Andini tak kunjung kembali setelah meminta izin kepadanya untuk ke ruang kelas sebentar segera menyusul sahabatnya itu.
"Din, kok lama sekali..." ucap Meli menggantung saat melihat Andini sedang bersama dengan Sarah dan juga Lela disana.
"Kalian pada ngapain disini?" geram Meli yang melihat Sarah dan juga Lela berada bersama Andini, Meli marah kepada Sarah dan Lela yang sudah jahat kepada sahabatnya itu.
Andini yang melihat Meli masuk ke ruang kelas langsung segera menghampiri, dia menjelaskan maksud dari Sarah dan Lela yang berada disana.
"Aku cuma mau minta maaf sama Andini tidak lebih, kita tahu yang kemarin kita lakukan itu tidak benar. Makanya aku dan Sarah meminta maaf dengan tulus dengan Andini," tutur Lela yang mendapatkan anggukan dari Sarah. Meli yang mendengar ucapan Lela yang terlihat tulus bisa benafas lega.
"Syukurlah kalau mereka sadar apa yang mereka lakukan itu salah," gumam Meli dalam hati. Dia merasa bangga kepada Kakak seniornya itu, Meli segera meminta maaf karena telah tidak sopan tadi.
"Tidak apa-apa aku paham kok, memang kita yang salah kemarin. Kamu berhak marah sama kita tapi tolong maafkan kita," pinta Sarah yang ikut berbicara.
Setelah puas bercerita Andini dan Meli pamit untuk kembali kelapangan, mereka lupa jika masih harus mengikuti ospek disana.
"Darimana saja sih kalian?" tanya Bela saat Andini dan Meli masuk kedalam kelompok mereka, Meli menceritakan apa yang dia lihat dan juga apa yang dia dengar secara langsung.
"Kamu serius Mel, mereka berdua minta maaf?" tanya Yani antusias, karena dia tahu bagaimana sifat Kakak seniornya itu.
__ADS_1
Meli menganggukkan kepalanya, Bela dan Yani ikut merasa lega dan bahagia karena Kakak kelasnya itu mau meminta maaf secara langsung. Tak lama ponsel milik Andini berdering, dilayar teleponnya terdapat nama Reza yang memanggilnya.
Reza
assalamualaikum
Andini
Waalaikum salam, ada apa ya Kak?
Reza
Aku pamit ya Din, sampai ketemu lagi nanti disaat aku liburan
Andini
Reza
Tidak apa-apa asal kamu mau setia menungguku kembali
Reza segera meminta izin Andini untuk mengakhiri panggilannya, karena sudah terdengar suara panggilan untuk pesawat keberangkatannya. Reza awalnya merasa kecewa, Andini tidak bisa mengantarkannya kebandara. Tetapi dia juga tidak ingin Andini menjadi membencinya karena dia terlalu egois, dia harus bisa mengerti akan kesibukannya sebagai mahasiswi tingkat awal.
Reza menatap awan-awan di luar pesawat, dia kembali mengingat semua yang terjadi sebulan ini. Walau belum bisa membawa Andini kembali menjadi miliknya tetapi dia sudah mendapatkan maaf darinya, Reza berharap Andini mau menunggunya sampai dia kembali nanti. Andini yang tengah beristirahat setelah dirinya disibukkan dengan aktivitas di kampus tadi, Andini kembali memikirkan apa yang dia ucapkan kepada Reza beberapaq waktu lalu.
Andini yang akan terlelap tidur menjadi terjaga saat para sahabatnya itu mengiriminya pesan untuk pergi bersama akhir pekan nanti, Amdini antusias menanggapi ajakan sahabatnya itu.
"Lumayan bisa santai sejenak melupakan masalah yang ada," lirih Andini sambil memejamkan matanya kembali.
Akhir pekan telah tiba, Andini tengah bersiap-siap untuk liburan ketaman bunga. Beni menjemput Meli terlebih dahulu, barulah dia menjemput Andini. Andini yang satu mobil dengan Beni dan Meli hanya bisa mengerucutkan bibirnya, karena kedua sahabatnya sedang asyik bercerita tentang kisah cinta yang sedang mereka jalin.
__ADS_1
"Aku kok seperti nyamuk ya, tolong kasihani yang jomblo ini," gerutu Andini.
"Makanya Din punya pacar, kan jadi tidak jomblo," ledek Beni yang langsung mendapatkan pukulan di tangannya oleh Andini.
"Iya deh yang sudah jadian, eh aku masih tidak percaya loh kalau kalian itu pacaran," ucap Andini yang masih tidak percaya akan apa yang dia lihat didepannya saat ini.
Andini mengetahui Beni dan Meli berpacaran ketika mereka tidak sengaja bertemu di Mall minggu lalu, Andini yang sedang berjalan seorang diri bertemu dengan Bela. Bela yang terlihat bingung mau tidak mau mengajak Andini ikut bergabung dengan mereka, Andini menanyakan satu persatu kepada para sahabatnya.
"Kalian?" tanya Andini heran saat melihat mereka semua berpasangan.
"Maaf, aku tadi tidak sengaja bertemu Andini. Dia lagi jalan seorang diri makanya aku ajak untung gabung, tidak apa kan?" tanya Bela yang merasa tidak enak hati karena hubungan mereka di ketahui Andini.
Mereka bukan tidak ingin Andini mengetahui hubungan mereka, tetapi mereka tidak ingin Andini merasa terasingkan karena hubungan itu.
"Maafkan kita ya Andini, bukan maksud mau menyembunyikan ini semua tapi kita belum siap. Kita takut kamu marah kalau kamu tahu akan hubungan ini," lirih Meli yang merasa sangat bersalah dengan Andini.
"Marah..." gantung Andini.
"Marah kenapa? Aku malah bahagia kalau kalian semua bahagia, aku marah karena kalian menutupinya dari aku," tutur Andini yang berpura-pura menangis karena para sahabatnya harus menyembunyikan hubungan mereka karena dirinya.
Yani dan Meli memeluk Andini dengan perasaan haru, Bela pun turut ikut memeluk para sahabatnya. Beni, Fahmi dan Dika yang melihat adegan itu tersenyum bahagia melihat kedekatan mereka. Mereka juga bisa bernafas lega karena pada akhirnya Andini mengetahui hubungan mereka dan dia menerima semuanya.
"Jadi kalian pikir aku akan marah karena kalian pada punya hubungan spesial?" tanya Andini di sela-selanya menyantap makanan didepannya.
"Kita takut kamu marah, apalagi aku pacaran dengan temannya Kak Reza," ucap Bela sambil menundukkan kepalanya.
"Ya ampun, aku bahagia sekali mendengarnya jadi aku mohon kalian tetap seperti ini," pinta Andini.
Andini merasa bahagia karena dapat melihat senyum para sahabatnya itu, dia ikut bergabung dengan mereka semua.Dia merasa bahagia saat sahabatnya sudah menemukan orang yang mereka sukai, Andini terus mendengarkan cerita tentang pertemuan pertama mereka. Canda dan tawa menghiasi hari Andini hari ini, dia berharap akan terus seperti ini selamanya.
__ADS_1