MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 45 MENCERITAKAN


__ADS_3

Andini yang tiba didepan gerbang sekolah segera turun dari motor Rian, dia bergegas masuk kedalam sekolahnya setelah pamit kepada Rian. Rian yang melihat Andini terburu-buru masuk hanya bisa menngelengkan kepalanya, karena saat perjalanan tadi Andini memintanya berhenti disalah satu kedai makanan, dia ingin membeli sesuatu disana. Andini tiba dikelas dengan nafas yang tersengal-sengal, Meli yang melihatnya langsung menanyakannya.


"Kenapa kamu, dateng-dateng seperti habis dikejar hantu," ledek Meli yang melihat Andini langsung duduk disebelahnya.


"Lebih dari itu," ucap Andini yang langsung dapat banyak pertanyaan dari sahabatnya itu. Tak lama Beni yang baru tiba dikelas langsung bertanya kepada Andini tentang pria yang mengantarnya tadi, Andini yang mendapat pertanyaan dari Beni hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Diantar sama siapa kamu Din?" tanya Beni yang melihat saat Andini turun dari motor tadi.


"Sama Kak Rian," kekeh Andini yang langsung dapat sikutan dari Meli.


"Serius kamu? Kok bisa?" tanya Meli, Andini menceritakan apa yang terjadi dengannya, Meli yang mendengar cerita Meli hanya bisa tersenyum senang.


"Sudah kamu mulai move on sana, tidak usah dipikirkan lagi Reza. Aku saja sebagai sepupunya marah saat dia berbuat seperti itu kekamu, aku sudah pernah bilang sama dia jangan pernah nyakitin kamu," geram Beni mengingat apa yang sudah dilakukan Reza terhadap Andini. Beni tidak mengetahui alasan pasti mengapa Reza bisa melakukan itu, hanya Raditya yang alasan Reza harus mengakhiri hubungannya dengan sang adik.


Tak berselang lama bel tanda masuk berbunyi, guru yang akan mengajarpun sudah masuk kedalam kelas. Selama pelajaran berlangsung Andini mencoba menahan rasa rindunya kepada Reza, bagaimanapun dia tidak berani untuk menghubunginya lebih dahulu. Andini mengikuti pelajaran seperti biasa, dia mencoba mengesampingkan perasaannya terlebih dahuli. Bel istirahat berbunyi Andini dan Meli bergegas menuju kantin, Beni yang tiba lebih dahulu langsung memceritakan kepada Bela dan Yani bahwa sahabatnya sudah mulai move on, Andini yang tiba di kantin sambil membawa makanan yang tadi dia beli saat berangkat sekolah langsung mendapatkan ledekan dari para sahabatnya itu.

__ADS_1


"Cie, cie yang punya gandengan baru," ledek Yani saat Andini duduk disebelahnya.


"Tumben bawa bekal, biasanya juga jajan dikantin," goda Meli yang baru menyadari jika Andini kekantin membawa bekal makanan.


"Iya tadi pas berangkat aku minta Kak RianĀ  buat mampir dulu sebentar, beli ini," ucap Andini sambil menunjukkan makanan kesukaannya. Andini jadi teringat sering membeli makanan itu saat bersama Reza dahulu, dia segera menepis ingatannya itu.


"Oh jadi tadi di antar sama Kak Rian, pantes mukanya lebih ceria," celetuk Beni yang memperhatiakan raut wajah Andini lebih ceria dari biasanya.


Andini yang menyadari maksud dari teman-temannya segera menyantap makanannya tanpa memperdulikan mereka yang masih setia menggodanya, Andini membayangkan jika Reza berada disini bersamanya kembali. Saat Andini dengan para sahabatnya sedang asik bercanda dan menyantap makanannya dibuat terkejut akan kedatangan Reza dan para sahabatnya disana, Andini yang merasa seperti mimpi hanya terdiam saat Reza menghampiri mejanya. Beni yang geram dengan sikap sepupunya itu hampir melayangkan pukulan di wajahnya, jika saja tidak ditahan oleh Meli mungkin Beni sudah memukuli Reza saat itu juga.


"Aku mau meminta izin sama kalian, aku mau berbicara dengan Andini," pinta Reza. Dia memohon kepada para sahabat Andini, kepulangan Reza yang mendadak membuat mereka bertanya-tanya.


"Din, aku mau bicara sebentar bisa?" harap Reza, dia ingin meluruskan kesalahapahaman yang terjadi antara dirinya dan Andini. Andini yang awalnya tidak ingin berbicara dengan Reza menurungkan niatnya, dia mengiyakan ajakan Reza dia ingin mendengarkan penjelasan dari pria itu terlebih dahulu.


"Kapan Kakak sampai? Bukannya Kakak harusnya kuliah ya?" tanya Andini yang merasa heran kenapa Reza berada di Indonesia sekarang, Andini dan Reza sekarang berada ditaman sekolah. Mereka berbicara disana, saat Reza akan menungutarakan maksudnya bel tanda masuk berbunyi. Andini bergegas pamit untuk meneruskan pelajarannya, sebelum Andini kembali kekelas Reza berpesan akan menunggunya sampai pulang nanti. Dia ingin menjelaskan semua kepada Andini, Andini mengiyakan ajakan Reza.

__ADS_1


"Kita mau kemana?" tanya Andini ketika Reza mengajaknya kesuatu tempat setelah pulang sekolah tadi.


"Aku mau bilang sesuatu sama kamu Din," ucap Reza. Dia mengajak Andini kesuatu taman yang sangat indah dan asri, Reza mengajak Andini duduk di bangku taman itu.


"Din kamu masih marah sama aku?" tanya Reza, Andini sekilas menoleh melihat Reza lalu pandangannya menatap kedepan.


"Jujur Kak, awalnya iya tapi setelah aku berfikir kembali... Mungkin memang itu yang terbaik Kak, Kakak bisa lebih serius belajar disana. Tidak mudah mendapatkan beasiswa disana, jadi Kakak harus bisa pergunakan kesempatan itu dengan baik," tutur Andini sambil menatap dalam mata Reza. Reza bisa melihat bagaimana perasaan Andini saat ini kepadanya, dia ingin menyakinkan Andini bahwa Reza tak dapat hidup tanpa dirinya.


"Din, niatku mengajakmu ketempat ini karena ada yang ingin aku ungkapkan sekarang. Perasaan ini menyiksaku beberapa bulan ini, aku mohon maafkan semua kesalahku," lirih Reza. Andini yang mendengarnya tidak bisa membendung lagi laju air matanya, apalagi disaat kemunculan Reza yang tiba-tiba.


Disaat Andini mulai membuka cerita baru dan disaat itu pula cerita lama kembali lagi, Andini yang merasa dilema hanya bisa tersenyum saat Reza mengutarakan perasaannya saat ini. Dan dia juga menceritakan kenapa sampai bisa berbicara seperti itu, Andini yang mendengar penjelasan Reza bisa bernafas lega. Tapi untuk kembali lagi Andini belum sanggup, dia belum siap untuk merasakan sakitnya kembali. Andini berharap Reza mau menunggu sampai hatinya kembali seperti dahulu, dan berharap Reza bisa dengan giat untuk menyakinkan hatinya kembali.


Waktu sudah hampir sore Andini meminta Reza untuk mengantarkannya pulang, disaat Andini tiba dirumahnya dia di buat terkejut akan kehadiran Rian disana. Rian yang sedang berbicara dengan Raditya di teras rumah sahabatnya itu melihat Andini di antar dengan Reza. Rian hanya terdiam melihat kedatangan Andini dan Reza, Rian memintab izin kepada Raditya untuk pamit pulang, Andini yang melihat kepergian Rian hanya bisa mengucapkan kata maaf dalam hatinya. Andini berjanji akan menghubungi Rian nanti, dia akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Andini berharap Reza maupun Rian dapat mengerti dirinya saat ini, Andini tidak ingin menyakiti salah satu diantara mereka.


"Kapan sampai Indonesia Reza?" tanya Raditya setelah mengantarkan sahabatnya itu pulang.

__ADS_1


"Tadi pagi sampai Indonesia Kak," jawab Reza. Raditya menanyakan tentang kepulangan Reza ke Indonesia, Reza menceritakan maksud serta tujuannya pulang ke Indonesia. Andini yang sudah merasa gerah meminta izin kepada mereka berdua untuk membersihkan diri, disaat Andini tidak ada Raditya menanyakan perihal perasaan Reza kepada adiknya saat ini.


__ADS_2