
Andini yang sudah merasa tenang segera izin membersihkan diri, dia merasa tidak nyaman karena seharian ini menangis. Andini bertanya pada dirinya sendiri, apa yang salah dengan dirinya. Malam pun tiba Reza yang akan mengantarkan makan malam untuk Andini tidak sengaja bertemu dengan Mirna dan Susan, mereka ingin pergi makan makan malam.
"Reza aku mau ngomong sebentar sama kamu," ujar Mirna sambil memegang lengan Reza. Reza segera menepis kasar tangan Mirna, dia sudah acuh terhadap Mirna. Reza berlalu meninggalkan Mirna yang terus-menerus memanggil namanya, Reza tidak memperdulikan nya.
Sesampainya didepan kamar Andini, Reza segera mengetuk pintu itu. Saat pintu terbuka, Reza langsung tersenyum manis karena Andini sudah bisa tersenyum kembali ketika membukakan pintu untuknya.
"Ini aku bawakan untukmu makan malam, pasti kamu lapar dari tadi siang belum makankan?" tanya Reza lembut, Andini segera berlalu meninggalkan Reza yang mematung didepan pintu kamarnya.
"Mau diam disitu atau mau masuk?" tanya Andini ketus sambil mengambil air minum untuk Reza.
__ADS_1
Reza pun ikut masuk kedalam kamar Andini, disana ada Meli dan Bela. Karena Yani dan Beni sedang keluar membelikan makan malam untuk mereka semua, Andini duduk di sofa sebelah Reza sambil memainkan ponselnya.
Tak lama muncul Yani dan Beni yang membawa beberapa makanan, mereka semua makan bersama didalam kamar Andini. Setelah perut mereka terasa kenyang mereka istirahat sejenak dan melanjutkan dengan bermain beberapa permainan, Andini sejenak bisa tersenyum dan melupakan masalahnya dengan Mirna tadi siang.
Reza yang melihat senyum Andini merasa lega, dia senang bisa melihat senyum Andini kembali. Mereka bermain hingga waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, Beni dan Reza pamit kepada mereka berempat untuk kembali kekamarnya masing-masing.
"Sedang apa dia disini? Mau berbuat yang tidak-tidak lagi," gumam Meli dalam hati yang merasa sakit hati saat mendengar perlakuan Mirna kepada Andini kemarin.
"Sedang apa kamu disini? Tidak puas kemarin?" tanya Meli ketus, Mirna yang mendengarnya hanya tersenyum kecut mengingat kebodohannya kemarin. Akibat ulahnya Reza jadi membencinya, Susan segera menyenggol lengan Mirna agar dia segera meminta maaf pada Andini.
__ADS_1
"Aku kesini mau minta maaf sama kamu Andini, aku tahu kemarin sudah keterlaluan. Aku betul-betul minta maaf Andini," sesal Mirna sambil menangis karena merasa bersalah, dia membuat Andini terkurung dalam gudang museum yang sempit dan hampir saja Andini kehilangan nyawanya akibat kekurangan oksigen.
"Sudah lupakan saja Kak, kalau memang Kakak menyesal aku akan memaafkan Kakak. Tapi kalau Kakak seperti itu lagi, maaf aku tidak bisa memaafkan Kakak," tutur Andini, dia harus bisa memanfaatkan kesalahan orang lain agar orang lain itu dapat berubah. Soal bagaimana mereka berubah atau tidak itu urusan mereka, toh kita sudah memberikan maaf untuknya.
Mereka berempat pergi meninggalkan tempat penginapan dan menuju bus yang sudah menunggunya, sesampainya di bus Andini dan Meli langsung mendapatkan pertanyaan dari sahabatnya.
"Dari mana mana saja kamu? Kenapa kalian lama sekali?" tanya Bela yang merasa ada yang tidak beres dengan mereka berdua. Andini menceritakan apa yang terjadi padanya pagi ini, Bela dan Yani yang mendengarnya merasa geram.
"Mudah-mudahan dia tidak berulah lagi," ucap Yani. Bus yang mereka tumpangi meninggal parkiran penginapan itu, mereka menuju ketempat bersejarah yang berada disana.
__ADS_1