MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 19 INSIDEN TAK TERDUGA


__ADS_3

Hari ini Andini, Meli, Bela dan Yani berniat untuk pergi ke toko buku. Mereka ingin mencari buku pelajaran dan novel, di saat mereka asyik memilah-milah buku, dari kejauhan nampak Mirna yang tidak sengaja melihat Andini dan teman-temannya. Mirna segera membuat rencana bersama Susan untuk menjebak Andini nanti.


"Kamu yakin mau bikin dia malu di sini?" tanya Susan yang khawatir akan ide dari sahabatnya itu.


"Tenang saja aku pastikan ini akan berhasil," ujar Mirna percaya diri bahwa rencananya kali ini tidak akan gagal.


Andini yang ingin ke toilet meminta izin kepada teman-temannya dahulu untuk keluar sebentar. Mirna yang melihat Andini pergi sendirian segera mengikutinya, sesampainya di toilet Andini bergegas masuk ke dalam.


Andini tidak mengetahui jika Mirna dan Susan mengikutinya, Mirna yang membawa segelas jus itu menunggu di depan pintu toilet. Setelah selesai Andini keluar dari toilet dia terkejut ketika segelas jus mendarat di kepala nya, siapa lagi pelakunya jika bukan Mirna. Mirna tersenyum puas telah menuangkan jus itu di kepala Andini.


"Apa-apaan ini kak, kok aku di siram jus begini?" tanya Andini yang tidak terima karena kepalanya menjadi basah akibat jus oleh yang di tuang Mirna.

__ADS_1


"Ups ...!!! Sorry tidak sengaja, basah ya?" ledek Mirna. "Makanya jadi cewek itu jangan kecentilan, aku peringatkan ya jangan dekati Reza lagi dia itu punya aku, paham?" tekan Mirna yang langsung berlalu meninggalkan Andini yang diam karena baju dan badannya lengket terkena jus itu.


Andini mengambil ponselnya dan menghubungi temannya bahwa dia ada urusan penting dan harus segera pergi. Andini bergegas menuju pintu keluar toko buku itu, di sepanjang jalan keluar toko buku banyak mata yang memandangnya karena baju yang dia kenakan. Dia berjalan dengan cepat agar teman-teman nya tidak melihat keadaannya yang seperti ini. Di luar toko buku tidak sengaja Andini bertemu dengan Andrew yang pada saat itu baru saja tiba di toko buku.


"Andini, km kenapa kok pada basah seperti ini?" tanya Andrew heran karena baju dan kepala Andini basah.


"Tidak apa-apa, tadi ada insiden kecil kok," jawab Andini yang tidak mau siapapun tahu keadaannya.


"Aku bisa pulang sendiri kok, terima kasih atas tawarannya," jawab Andini yang tidak mau merepotkan Andrew.


"Ayolah Andini sekali ini saja kamu dengar omongan aku, katanya kamu sudah maafkan aku tapi kenapa kamu menolak bantuan aku?" tanya Andrew yang agak kecewa dengan Andini karena menolak ajakannya.

__ADS_1


Setelah berpikir akhirnya Andini menerima ajakan Andrew untuk mengantarkannya pulang ke rumah. Andrew merasa senang dan dia memikirkan siapa yang tega melakukan ini semua kepada Andini, dan dia berjanji akan mencari tahu siapa pelakunya.


Sesampainya di rumah Andini berjalan masuk menuju kamarnya untuk membersihkan diri nya, Andrew dengan setia menunggu di ruang tamu. Setelah selesai membersihkan diri Andini langsung menemui Andrew untuk mengucapkan terima kasih. Andini berjalan menuju dapur untuk membuatkan Andrew minum.


"Ini diminum dahulu, terima kasih atas bantuan kamu hari ini dan maaf jadi merepotkan," ucap Andini sungkan karena merasa tidak enak dengan Andrew.


"Tidak masalah, aku senang bisa membantu kamu kalau boleh tahu kamu kenapa bisa seperti itu? Apa ada yang jahat sama kamu?" tanya Andrew merasa ada yang di tutupi oleh Andini.


"Tidak apa-apa, tadi aku tertabrak sama ibu-ibu yang bawa jus jadinya kena aku deh," ujar Andini yang tidak mau siapapun tahu tentang masalah ini.


"Kamu tidak bohongkan Andini? Jujur saja kalau ada yang jahat sama kamu, kita bisakan jadi teman?" ajak Andrew karena inilah caranya agar Andini kembali percaya kepadanya.

__ADS_1


Di luar rumah Reza sedang melintas karena akan pergi bermain bersama teman-temannya, dia merasa heran ada motor yang tidak di kenal di depan rumah Andini. Reza yang sudah terburu-buru membiarkan dan akan menanyakannya di lain waktu.


__ADS_2