
Reza sedang menyiapkan segalanya untuk melamar Andini, pria itu dibantu oleh kedua sahabat terbaiknya.
"Bagaimana ini, kok aku takut ya," keluh Reza. Dia takut jika lamarannya akan di tolak oleh Andini, Reza terus menghibur diri sendiri agar tidak gugup nanti.
"Bagaimana, persiapan semua sudah beres?" tanya Reza kepada Fahmi.
"Tenang semua beres, tinggal eksekusi," jawab Fahmi.
Reza yang merasa gugup menghampiri sepupunya terlebih dahulu, dia memberikan ucapan selamat atas pernikahannya.
"Selamat ya, kalian sudah sah jangan bikin anak orang sakit ya Brother," ucap Reza di hadapan Beni.
"Aku tidak akan membuatnya sakit tapi akan membuatnya ketagihan," canda Beni sambil tertawa dan langsung mendapatkan cubitan kecil dari Meli.
Reza memeluk sepupu sekaligus sahabatnya itu, "Jaga baik-baik, jadi suami yang sayang keluarga," bisik Reza.
"Aku pasti akan menjaganya dan semoga kamu berhasil ya Za," ujar Beni sambil melepas pelukannya itu.
Reza mendudukkan dirinya jauh dari tempat Andini berada, dia hanya memperhatikan gadis itu dari kejauhan. Reza teringat akan mimpinya semalam, mimpi yang menjadi ketakutannya saat ini.
Reza berjalan ke arah di mana Andini yang sedang duduk bersama dengan para sahabatnya, Andini terkejut dengan kedatangan Reza yang tiba-tiba dan langsung berlutut di hadapannya.
"Andini mungkin kamu masih marah akan semua perlakuanku kepada mu, tapi aku mohon percaya kepadaku bahwa hanya kamu yang aku mau dari dahulu hingga sekarang," ucap Reza sambil berlutut di hadapan Andini.
"Apakah kamu mau menerima aku kembali? Dan mau kah kamu menikah denganku?" sambung Reza yang juga menunjukkan sebuah cincin indah yang di belinya beberapa waktu lalu.
"Aku sudah memaafkan Kakak, tetapi maaf aku tidak bisa menerimanya," ucap Andini yang merasa bersalah. Tak lama Rian datang menghampiri mereka berdua, "Sayang maaf ya aku telat, tadi jalanan macet sekali ... Kamu tidak marahkan?" tanya Rian.
__ADS_1
Rian diam-diam mengambil sesuatu dari saku jas yang dia kenakan, "Andini ... Di depan banyak orang aku ingin kamu tahu bahwa aku ingin serius menjalani hubungan bersamamu, jadi WILL YOU MERRIED ME ?" tanya Rian sambil memperlihatkan cincin bermata putih dan juga setangkai mawar merah yang sudah dia persiapkan.
"YES, I WILL," jawab Andini. Reza seketika terkejut akan kejadian yang dia lihat di depannya saat ini.
"Tidak Din, aku mau kamu menikah denganku bukan dengannya," teriak Reza. Seluruh tamu undangan yang hadir melihat ke arah mereka berada, dan mereka semua berbisik-bisik atas kejadian itu.
"Maafkan aku Kak, aku sudah menyukai dan mencintai orang lain," tutur Andini yang meninggalkan Reza seorang diri.
"Tidak, ini tidak mungkin kamu pasti bohong Din," ucap Reza frustasi. Pria itu melihat gadis pujaannya yang mulai menjauh dari pandangan mata.
"Reza," teriak Dika saat melihat sahabatnya bertingkah aneh.
"Astaga, tidak usah teriak bisa tidak sih?" omel Reza.
"Lah kamu sedang melamunkan apa sampai berkeringat seperti itu?" tanya Dika yang memberikan Reza segelas air untuk dirinya minum terlebih dahulu.
"Bagaimana persiapan kamu buat melamar Andini?" tanya Fahmi yang tiba-tiba muncul di sebelahnya.
"Sudah siap semua, tinggal langsung ke rencana," ucap Reza yang masih setia menatap Andini dari kejauhan.
"Ya sudah, nanti malam pada saat acara resepsi kamu jadi salah satu pengisi acara di sana dan lakukan sesuai rencana," perintah Fahmi yang tidak ingin acara nanti malam akan rusak oleh ulahnya Reza sendiri.
"Iya nanti aku akan menjalankan sesuai rencana," jawab Reza.
Fahmi dan Dika menyiapkan seluruh keperluan yang di butuhkan Reza, dia akan memulai rencananya malam ini.
Acara resepsi pernikahan Beni dan Meli sudah di mulai, Reza yang merasa gugup mulai menarik nafasnya.
__ADS_1
"Bagaimana, sudah siap belum?" tanya Fahmi. Dia menghampiri Reza yang sedang bersiap-siap untuk menjalankan rencananya.
"Sudah yuk," ajak Reza.
Fahmi dan Reza menuju ke tempat di mana acara itu di adakan, dengan gagahnya Reza menaiki panggung yang tersedia di tempat itu.
"Selamat malam semuanya," ucapnya. "Perkenalkan nama saya Reza, saya ucapkan banyak terima kasih telah berkenan meluangkan waktunya untuk menghadiri acara pernikahan sepupu sekaligus salah satu sahabat terbaik yang saya miliki," sambung Reza.
Reza di minta untuk menjadi MC di pernikahan Beni menyebutkan satu persatu acara yang akan berlangsung saat itu, pria itu juga dapat menarik perhatian para tamu undangan yang hadir di sana tak terkecuali Andini. Gadis itu melihat Reza dengan tatapan yang sulit di artikan, dan tiba waktunya Reza untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini dia pendam.
"Terima kasih sudah bersedia menunggu sampai acara ini selesai, dan sekarang tiba saatnya puncak acara malam ini," ucap Reza saat seluruh susunan acara yang dia bawakan sudah selesai.
"Saya mohon maaf jika menyita waktu kalian sebentar, saya ingin mengungkapkan perasaan yang saya rasakan kepada seseorang yang berada di sini," sambung Reza. Tak lama terdengar suara petikan gitar yang mengalun merdu, Andini yang sedang termenung melihat kemesraan Beni dan Meli. Gadis itu segera mengalihkan pandangannya ke arah panggung, di sana sudah terlihat Reza sedang memainkan gitar kesayangannya dan menyanyikan sebuah lagu untuk Andini.
Reza menyanyikan lagu milik salah satu band ternama yang ada di Indonesia, Andini yang mendengarnya merasa terharu mendengar suara merdu milik Reza. Lagu yang di bawakan Reza telah usai, Reza berjalan ke arah Andini. Pria itu berlutut di depan Andini sambil memberikan sebuket bunga mawar merah dan menampilkan kotak kecil yang berisikan cincin yang sangat indah.
"Andini, di depan banyak orang yang hadir di sini aku ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini aku pendam," ucapnya. Reza menarik nafas terlebih dahulu barulah dia melanjutkan ucapannya, "Maaf jika kamu menganggap ini terlalu cepat, tapi aku tidak ingin kehilanganmu kamu lagi seperti kebodohan beberapa tahun yang lalu."
Andini merasakan semua tatapan tamu undangan mengarah kepadanya, "Andini maukah kamu menikah denganku, jadilah Ibu dari anakku dan jadilah pendamping hidupku untuk yang terakhir?" tanya Reza sambil menggenggam tangan Andini.
Andini yang merasa terharu segera menjawab pertanyaan yang di berikan oleh pria di hadapannya, "Kamu yakin dengan apa yang kamu ucapkan barusan? Lalu bagaimana dengan kekasihmu yang pernah bertemu waktu itu?" selidik Andini, dia tidak ingin menjadi pengganggu di antara hubungan seseorang walaupun orang itu amat dia cintai.
"Kita tidak ada hubungan apa-apa, aku hanya membantu untuk membuatmu cemburu dan hasilnya seperti yang kamu lihat sekarang," ucap Clara yang tiba-tiba hadir di acara itu bersama dengan Andrew.
"Maafkan kami Andini karena menyetujui rencana bodoh pria itu," ujar Andrew sambil menunjuk ke arah Reza. "Clara adalah pacarku, kami sudah berpacaran selama 3 tahun. Aku sangat mencintai Clara dan tidak mungkin menyerahkan begitu saja terhadap pria yang terlalu gengsi untuk mengucapkan cintanya," sindir Andrew.
Andini yang mendengar pernyataan Andrew dan Clara hanya terdiam, dia tidak bisa mengungkapkan bagaimana perasaannya saat ini. Terdengar suara dari seluruh tamu undangan yang meminta dirinya untuk menerima lamaran Reza, Andini terdiam cukup lama dan itu membuat Reza takut akan penolakan yang di dapat nanti.
__ADS_1
"Aku ..., " ucap Andini yang sebenarnya masih bingung akan menjawab apa, apalagi seluruh tamu undangan menanti jawaban darinya.