MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 97 BULAN MADU


__ADS_3

Reza sedang menunggu kedatangan Andini, wanita itu izin kepada sang suami untuk menemui para sahabatnya sebentar. Sudah dua jam Reza menunggu kepulangannya, hingga akhirnya Reza memutuskan untuk menghubungi Andini.


"Kamu dimana?" ketus Reza yang kesal karena harus menunggu sang istri.


"Masih di kafe sama Meli, Bela dan Yani. Ada apa sayang?" Andini lupa jika dirinya memiliki janji kepada sang suami.


"Kamu tahu sekarang jam berapa?" tanya balik Reza, dia tidak menghiraukan pertanyaan sang istri.


Andini melihat jam yang melingkar di tangannya, "Ya ampun aku lupa sayang, maaf," ucap Andini yang baru menyadari kesalahannya. Wanita itu memukul keningnya pelan, hingga mengundang tawa ketiga sahabatnya.


"Kenapa Din?" tanya Bela yang melihat wajah pucat Andini.


"Mati aku Bel," ujar Andini yang membuat para sahabatnya semakin bingung.


Yani ikut bertanya kepada sahabatnya itu, "Mati kenapa?".


"Aku lupa kalau izin pergi sebentar sama Kak Reza dan dia barusan sepertinya marah sama aku," ucap Andini lesu. Wanita itu juga menceritakan kenapa dirinya tidak boleh keluar terlalu lama, ketiga sahabatnya menertawakan kebiasaan Andini yang selalu lupa waktu jika bertemu dengan mereka.


"Kalian kenapa menertawakan aku sih," rajuk Andini. Tidak lama Andini pamit kepada sahabatnya untuk pulang kerumah sebelum Reza makin marah pada dirinya, "Aku pulang duluan ya, sampai jumpa nanti," pamit Andini yang langsung memesan taksi online.

__ADS_1


Andini tidak pernah di izinin membawa mobilnya sendiri, setelah kejadian beberapa bulan lalu yang hampir merenggut nyawanya.


Andini menatap jalanan di luar, dirinya selalu teringat akan kejadian itu. Andini tiba di rumah setelah perjalanan yang memakan waktu lumayan lama akibat macet di pusat kota, Andini langsung membayar dan bergegas masuk ke dalam rumah mencari keberadaan sang suami.


"Sayang," panggil Andini saat menemukan keberadaan Reza yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi bersama dengan Raditya dan juga sang ayah. Reza tidak menghiraukan panggilan Andini, pria itu pergi meninggalkan sang istri yang sudah hampir menangis.


Ibu dan juga Siska yang baru tiba dari dapur bertanya ada apa dengan sang anak, Raditya dan juga ayah hanya menggendikkan bahu. Andini yang merasa tidak enak dengan keluarganya bergegas pergi untuk menemui suaminya, "Kak Reza, minta minta maaf tadi sudah pulang cepat tapi tahu sendiri jalanan cukup padat," ucap Andini yang sudah tidak bisa menahan air matanya.


Reza yang melihat Andini menangis menjadi tidak tega, pria itu segera menghampiri sang istri dan mengajaknya untuk duduk. "Kenapa malah menangis?" tanya Reza sambil mengusap air mata Andini dengan tangannya.


Andini langsung memeluk tubuh Reza, "Jangan diamkan aku, aku tahu kesalahanku, jangan marah lagi," Andini semakin terisak saat mengutarakan semua yang mengganjal di hatinya.


Reza mengusap punggung Andini dan membalas pelukannya, "Aku hanya kesal sama kamu Din. Kamu tahu kita akan pergi ke luar kota sore ini terapi, kamu malah pergi keluar untuk bertemu dengan sahabatmu," Reza mencoba memberi pengertian kepada Andini. "Aku tidak masalah kamu bertemu dengan mereka tapi kan kita mau pergi nanti, kalau nanti kamu lelah bagaimana?" sambungnya.


Reza terbangun saat panggilan masuk di ponselnya, Surya sekertaris sekaligus orang kepercayaannya meneleponnya. Reza bergegas bangun perlahan agar tidur sang istri tidak terganggu olehnya, "Iya ada apa Surya?" tanya Reza saat dirinya sudah berdiri di balkon kamarnya. Andini dan Reza tertidur setelah kelelahan akibat pergulatannya tadi, "Maaf Pak jadi berangkat jam berapa ya?" tanya Surya yang sudah dua jam lalu menunggu kabar dari sang bos. Awalnya Surya takut untuk menghubungi bosnya akan tetapi, dirinya mau tidak mau menghubungi karena waktu yang akan berganti malam.


"Maaf Surya kamu harus menunggu kami, sekarang kamu jemput saya dan istri di rumah," Reza mematikan sambungan teleponnya setelah memberi tugas kepada Surya untuk bergegas menjemput dirinya. Selagi Surya dalam perjalanan, Reza pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dulu.


Setelah mandi Reza menepuk pelan pipi Andini, pria itu mencoba untuk membangunkan sang istri. "Sayang bangun yuk, sebentar lagi Surya sampai," ucap Reza sambil terus mengusap pipi Andini. Reza juga memberikan beberapa ciuman di wajah wanita yang sudah beberapa bulan sah menjadi istrinya, Andini yang merasa terusik mencoba membuka matanya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Andini dengan suara khasnya saat bangun tidur.


"Ayo mandi sana, sebentar lagi Surya tiba," Reza menjelaskan jika Surya sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Andini bangun dan melihat jam yang berada di sebelahnya, "Sayang kenapa kamu tidak bangunkan aku dari tadi? Kita sudah terlambatkan?" tanya Andini panik. Reza menarik tangan Andini agar duduk di sebelahnya, "Tidak apa-apa," ucap Reza. Andini segera pamit untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, Reza berjalan menghampiri pintu ketika terdengar suara ketukan di sana.


"Surya sudah datang, kalian baik-baik saja kan?" tanya Raditya.


"Aku dan Andini baik-baik saja, memang ada apa dengan kita?" Reza balik bertanya kepada kakak iparnya itu.


"Tadi kan kamu terlihat marah saat Andini pulang, Kakak pikir ada masalah yang terjadi antara kalian," Raditya sebenarnya tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga sang adik. Tetapi, saat melihat wajah sang adik yang ingin menangis mau tidak mau dia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Syukurlah kalau tidak apa-apa, aku harap kamu bisa menjaga Andini dengan baik," pesan Raditya yang langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya.


"Siapa sayang?" tanya Andini saat keluar dari kamar mandi, wanita itu sedang asik memilih baju di buat terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang.


"Kak Raditya, katanya Surya sudah sampai," ucapnya sambil terus menciumi aroma tubuh sang istri yang selalu membuatnya mabuk dan merindukan bila jauh darinya.


Andini mencoba melepaskan pelukannya, "Sana kamu temui dahulu Surya, aku mau pakai baju," perintah Andini.


"Aku tunggu di bawah ya," ucap Reza yang pergi membawa beberapa koper untuk di masukan ke dalam bagasi mobilnya.

__ADS_1


Reza sengaja mengajak Surya untuk berangkat bersama, karena dirinya ingin menghabiskan waktu bersama dengan sang istri. Andini yang telah rapih dan segar segera turun dari kamarnya, dia langsung pamit dan bergegas menuju Reza yang sudah menunggu di mobilnya.


"Kamu serius yang bawa mobil Surya?" tanya Andini saat duduk di bangku penumpang bersama sang suami. Reza menganggukan kepalanya, "Aku lagi mau berdua dengan kamu, duduk manis sambil menikmati perjalanan berdua sama kamu," Reza menggoda Andini dengan ucapannya. Andini tersipu saat Reza terus menerus menghibur dirinya dengan beberapa gombalan yang menurutnya sedikit berlebihan, "Tidak usah gombal sayang," ucap Andini. Mereka menikmati perjalanan yang sangat menyenangkan, sesekali mereka berhenti di rest area untuk mengisi perutnya.


__ADS_2