
Andini yang sudah siap untuk berangkat sekolah menolak ajakan Reza, karena bagaimanapun dia harus mulai menjaga jarak dengan Reza. Andini tidak ingin jika terus bersama dengan Reza, dia tidak akan sanggup jika nanti harus berpisah lama dengannya. Egois memang tapi inilah keputusan Andini, dia akan mencoba melepaskan Reza agar lelaki itu bisa fokus dengan pendidikannya nanti.
Reza yang mendapatkan pesan dari Andini bahwa dia tidak perlu menjemputnya merasa heran, tapi Reza mencoba untuk tidak terlalu berpikir tentang penolakan Andini hari ini. Andini hari ini pergi kesekolah bersama dengan Meli, dia sudah menghubungi Meli terlebih dahulu semalam. Semalam Andini juga menceritakan perasaannya saat ini, Meli yang mendengarnya hanya bisa memberikan support dan berdoa yang terbaik untuk sahabatnya itu.
Sebulan berlalu, hari ini adalah hari keberangkatan Reza ke London. Dia pergi kesana untuk mengurus data-data yang di perlukan untuknya menempuh pendidikan, Reza yang awalnya berharap Andini mau mengantarkannya menelan kekecewaan. Karena pagi hari sesaat sebelum mereka berangkat Andini memberi kabar bahwa dia tidak bisa ikut mengantarkannya, Reza hanya bisa memaklumi apa yang terjadi dengan Andini saat ini.
Andini menjalani harinya-harinya dengan perasaan yang tak menentu, apalagi sudah seminggu ini Reza tak memberi kabar padanya. Para sahabatnya tak pernah kehabisan akal untuk tetap menghibur Andini, contohnya saat ini mereka membuat janji untuk mengajak Andini pergi ketaman bermain hari minggu nanti.
Beni yang mendapat kabar bahwa Reza akan pulang hari ini mempunyai ide, dia akan memberi kejutan untuk Andini. Dia akan membawa Reza saat mereka pergi ke taman bermain nanti, Beni pun menceritakan ide ini kepada para sahabatnya dan juga tidak ketinggalan dengan Reza. Beni memberitahu rencananya kepada Reza, dan Reza pun menyetujui rencana Beni tersebut. Reza merasa tidak sabar ingin memberi kejutan kepada Andini, tidak ada yang tahu kepulangannya hari ini kecuali Beni.
"Woy bro," teriak Beni saat melihat kedatangan sepupunya itu. Reza segera menghampiri Beni, mereka jalan keluar dari bandara menuju rumah Beni. Selama diperjalanan mereka banyak bertukar cerita, termasuk perubahan dari sikap Andini beberapa hari ini.
"Za, kamu nginep dirumah aku saja dulu ya. Mumpung Mami lagi ikut keluar kota sama Papi," ajak Beni yang beberapa hari ini tidur sendiri di rumahnya.
"Tapi aku izin Mamahku dulu Ben, aku juga mau titip pesan supaya dia tidak memberi tahu Andini kalau aku sudah pulang. Aku kan mau rencana kita berhasil dengan sempurna," tutur Reza. Beni mengantarkan Reza pulang terlebih dahulu dan setelah itu mereka pamit menuju rumah Beni, Reza meminta izin kepada Mamahnya untuk menginap beberapa hari di rumah sepupunya itu. Sang Mamah memberi izin dan menuruti permintaan Reza untuk tidsk memberitahukan kepulangannya itu.
__ADS_1
"Ben, makan dulu yuk. Laper nih," pinta Reza saat dalam perjalanan menuju rumah Beni.
"Mau makan dimana Za? Makan di deket sini saja ya, lumayan enak kok makanannya dan harganya juga terjangkaulah," kekeh Beni sambil membelokkan mobilnya kesalah satu rumah makan yang mereka lewati.
Reza dan Beni segera menuruni mobil yang mereka naiki dan berjalan menuju dimana bangku kosong berada, Reza dan Beni segera memesan makanan ketika seorang pelayan menhampiri mejanya.
"Silakan, mau pesan apa?" tanya sang pelayan sopan sambil memberikan dua buah buku menu kepada Reza dan Beni. Reza dan Beni bingung memilih menu yang ada di buku tersebut, pada akhirnya mereke menjatuhkan pilihannya pada chiken steak.
"Mohon ditunggu sebentar," ucap pelayan tersebut sambil meninggalkan meja yang ditempati Reza dan Beni.
"Kacau banget dia, aku bisa baca dari sikapnya. Andini itu anaknya rapuh, tapi sebenarnya dia lemah. Apalagi soal perasaan," terang Beni yang sudah lama mengenal Andini. Beni pun menceritakan bagaimana kisah cinta Andini dan Andrew pada waktu itu, tak berselang lama makanan pesanan mereka tiba. Reza dan Beni segera menghabiskan makanannya dan beranjak pergi menuju rumah Beni, selama di perjalanan menuju rumah Beni mereka berdua bersenandung sambil mendengarkan musik yang ada di mobil tersebut. Sesampainya dirumah Beni, Reza mendudukkan dirinya disofa. Dia mulai memikirkan percakapannya dengan Beni tentang Andini tadi, Reza berharap Andini dapat menghargai keputusannya dan juga bisa menunggunya kembali.
Hari minggu pun tiba Reza dan Beni bersiap-siap menuju taman bermain, Beni menjemput satu persatu sahabatnya itu. Sedangkan Reza menunggu Fahmi dan Dika untuk menjemputnya di rumah Beni, mereka akan menyusul yang lain kesana. Andini, Meli, Bela dan Yani sedang menunggu Beni didepan rumah Andini, setelah melihat kedatangan Beni mereka bergegas menuju taman bermain. Reza sudah mempersiapkan kejutannya disana, dia juga meminta bantuan kepada Fahmi dan juga Dika. Andini yang sudah lama tidak pergi ketaman bermain terlihat antusias saat tiba disana, dari kejauhan Reza terlihat sangat senang melihat senyum Andini saat ini.
"Kita naik itu yuk," ajak Andini kepada para sahabatnya sambil menunjuk salah satu wahana yang ada disana.
__ADS_1
"Ayo!" seru Beni yang menyetujui usul Andini untuk menaiki wahana itu.
Mereka berempat menaiki beberapa wahana disana, Reza yang dari tadi memperhatikan Andini dari jauh sudah tidak sabar untuk mengejutkannya. Andini yang sudah merasa lelah mengajak para sahabatnya untuk beristirahat sebentar, Andini duduk disalah satu bangku yang tersedia disana bersama dengan Yani. Bela dan Meli menawarkan dirinya untuk membeli makanan dan minuman untuk mereka semua, sedangkan Beni meminta izin utuk pergi ketoilet sebentar. Tanpa sepengetahuan Andini, Beni dan yang lainnya menemui Reza dan mengatur strategi agar Andini tidak mencurigainya.
Tak lama ponsel milik Yani berdering, disana terdapat nama Meli yang menghubunginya. Yani pun meminta izin kepada Andini untuk mengangkat teleponnya dahulu.
"Halo... Ya halo," seru Yani yang berpura-pura bahwa sambungan teleponnya bermasalah.
"Din, aku cari sinyal dulu ya. Disini sinyalnya jelek sekali, ini Papa aku telpon," bohong Yani.
"Ya sudah, jangan lama-lama ya..."
"Iya," potong Yani yang langsung bergegas pergi meninggalkan Andini sendiri dibangku itu. Tak berselang lama Reza muncul dari balik bangku yang Andini duduki, dia memberikan seikat bunga dan sekotak coklat untuk Andini. Andini yang merasa aneh karena dari arah belakangnya ada yang memberi bunga dan coklat segera menengokkan kepalanya, dia terkejut melihat seseorang yang berada di balik bunga tersebut.
"Kak Reza," seru Andini terkejut. Perasaan senang dan sedih mengisi pikirannya saat ini, dia bahagia Reza datang dan memberinya kejutan tapin di satu sisi dia merasa sedih akankah dia bisa merasakan seperti ini lagi.
__ADS_1
"Akankah kebahagiaan ini akan berakhir dengan kepergiaanmu Kak, dan apakah kebahagiaan hari ini bisa terulang kembali," lirih Andini dalam hati. Andini yang merasa bahagia akan kedatangan Reza melupakan kehadiran para sahabatnya,