
Hari minggu Reza mengajak Andini untuk pergi olahraga bersama di taman komplek sekitar rumahnya. Di saat sudah terasa lelah Reza mengajak Andini untuk duduk di bangku yang di sediakan taman, mereka berbincang-bincang tentang sekolah dan kegiatan OSIS yang sedang Reza kerjakan.
"Kemarin aku lihat ada motor di rumah kamu, itu motor siapa ya? Kok sepertinya aku pernah lihat dimana tapi ya? Itu bukan motor Kakak kamu kan?" tanya Reza di tengah-tengah ceritanya dengan Andini.
"Oh itu motor temannya kak Raditya, kan motor seperti itu juga banyak Kak," jawab Andini gugup, dia tidak mungkin bilang jika itu motor Andrew.
"Lomba olimpiade matematika di sekolah kita kapan ya kak?" tanya Andini yang mengalihkan pembicaraan tentang motor yang terparkir di depan rumahnya kemarin.
"Kalau tidak salah minggu depan deh, kamu ikutan lomba juga ya?" tanya Reza yang di balas dengan anggukan kepala dari Andini.
"Semoga kamu menang ya," Reza memberi semangat kepada Andini agar bisa memenangkan lomba tersebut.
Mereka pun melanjutkan olahraganya mengelilingi komplek perumahan yang mereka tempati.
__ADS_1
"Kita sarapan disitu dulu yuk ...," ajak Reza saat melintasi warung bubur ayam yang terkenal enak di komplek itu.
"Ayo, aku juga sudah lapar kak," jawab Andini sambil tertawa karena malu. Mereka berdua berjalan memasuki tenda tempat bubur ayam itu berada.
"Mang buburnya komplit dua ya," ucap Reza kepada mamang penjual bubur ayam.
"Baik den, silahkan duduk dulu," ujar mamang penjual bubur kepada Reza dan mempersilakan mereka berdua untuk menunggu di bangku yang telah di siapkan.
"Ini den buburnya, selamat menikmati," ucap mamang bubur sambil menaruh dua mangkuk bubur ayam di meja depan Reza dan Andini.
"Gitu ya sudah lupa dengan sahabat sendiri," ucap Dika yang di buat seperti sedang marah kepada Reza.
"Biarkan saja Dik, dia sudah lupa sama kita," sambung Fahmi yang ikut membantu menggoda sahabatnya itu.
__ADS_1
Andini hanya tersenyum melihat perdebatan antara mereka bertiga, ya karena Andini paham bagaimana kedekatan mereka bertiga yang tak pernah bisa terpisahkan. Akhirnya mereka berempat sarapan bersama sambil di selingi oleh obrolan dan candaan dari para sahabat Reza. Andini sudah terbiasa dengan sikap mereka yang seperti itu, dan itu membuatnya merasa nyaman bila sedang bersama mereka.
Setelah selesai sarapan Reza mengantarkan Andini pulang ke rumahnya dan berpesan agar Andini belajar dengan giat karena besok adalah ujian semester pertamanya. Reza berharap hasil yang di dapat Andini adalah hasil yang terbaik, Andini pun menuruti perintah Reza jika itu untuk kebaikannya.
Pagi ini adalah hari pertama murid-murid SMA Pertiwi melakukan ujian semester. Mereka semua sudah belajar dengan giat dan berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Andini yang juga akan mengikuti lomba Olimpiade matematika di sekolah ikut gabung dalam les tambahan sepulang sekolah.
Seperti hari ini setelah pulang sekolah Andini bergegas menuju perpustakaan untuk belajar bersama dengan anak-anak lain yang ikut serta dalam lomba. Reza yang kala itu juga sedang mengadakan rapat untuk menyambut olimpiade matematika di sekolahnya ikut gabung dalam memantau belajar anak-anak yang akan ikut lomba seusai rapat nanti.
Waktu belajar tambahan di sekolah telah selesai Andini membereskan buku-buku yang baru saja digunakan dan mengembalikannya ke tempat semula di perpustakaan. Reza dengan setia menemani Andini hingga selesai, setelah itu mereka berdua pulang ke rumah karena hari sudah mulai sore.
"Kamu semangat ya untuk lombanya nanti," ucap Reza memberi semangat kepada Andini.
"Pasti dong, doakan ya supaya aku bisa menang," ujar Andini optimis akan kemenangannya.
__ADS_1
"Menang atau kalah yang penting kamu sudah berusaha, aku selalu mendukungmu," ucap Reza yang menyakinkan Andini bahwa dia selalu mendukung apapun yang dilakukannya.
Jangan lupa like jempolnya ya dan tinggalkan komentarnya juga, di tunggu vote poinnya ya