MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 98 MELELAHKAN


__ADS_3

Andini yang tidak mengetahui akan pergi kemana hanya tertidur di pangkuan sang suami, Reza ingin memberikan kejutan untuk Andini.


Mereka sekarang sedang dalam perjalanan menuju tempat yang telah di persiapkan oleh Reza, dengan susah payah Reza mengatur jadwalnya agar bisa pergi bulan madu dengan Andini.


"Surya semua sudah siapkan?" bisik Reza, dia tidak ingin Andini terbangun dan sampai mengetahui kejutan yang telah di persiapkannya.


"Semua sesuai rencana Pak hanya jadwal kedatangan kita yang tidak sesuai," ucap Surya. Pemuda itu tahu jika terjadi sesuatu antara bos nya tadi, karena selama dia bekerja Reza tidak pernah mengulur waktu bila tidak terjadi masalah. "Yang terpenting semua sesuai rencana bukan?" tanya lagi Reza. Surya menganggukkan kepalanya, perjalanan menjadi sepi kembali tidak ada percakapan antara Reza dan Surya.


Reza sesekali memeriksa ponselnya untuk melihat beberapa pekerjaan yang harus di tanganinya, Surya larut akan pikiran sendiri. Pikiran yang beberapa hari ini menyita waktunya, dia harus siap jika bertemu dengan masa lalu di tempat yang akan di tujunya saat ini.


Mobil yang di kendarai oleh Surya menepi di salah satu rest area, pemuda itu meminta izin untuk pergi ke toilet sebentar. Andini terbangun saat merasa mobil yang ditumpanginya berhenti, gadis itu menggeliat dan bertanya-tanya kepada sang suami. "Sudah sampai ya?" tanyanya sambil melihat keadaan sekitar. Andini mengeryitkan dahi saat Reza malah menertawakan dirinya, "Belum sayang, Surya pergi ke toilet dahulu. Apa kamu mau ke toilet juga? Atau ada yang kamu mau beli? Mumpung kita sedang berhenti," tanya Reza sambil mengusap kepala Andini.


Andini menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku tidak ingin apa-apa," ucapnya. Andini dengan manjanya memeluk tubuh sang suami, Reza membalas pelukan Andini dan terus menciumi puncak kepala sang istri. "Memang kita mau kemana sih? Dari tadi tidak sampai-sampai?" tanya Andini penasaran, Reza tersenyum mendengar pertanyaan Andini.


"Kejutan sayang, kalau aku bilang bukan kejutan lagi namanya," jawab Reza sambil menarik hidung Andini.

__ADS_1


Andini mengusap hidungnya yang ditarik Reza, "Kan aku tanya sayang, kalau tidak mau beritahu ya sudah," Andini merajuk saat tidak mendapatkan jawaban pasti dari Reza. Tak berselang lama Surya kembali dan membawa beberapa makanan dan minuman untuknya dan bosnya itu, "Maaf Pak agak lama, tadi lumayan antri," Surya meminta maaf kepada Reza karena merasa tidak enak telah membuatnya menunggu lama.


"Tidak apa-apa Surya, saya paham pasti di tempat seperti ini akan banyak pengunjung yang juga sama kayak kamu," Reza bersyukur bisa mendapatkan sekertaris sekaligus asisten seperti Surya.


"Oh iya Pak, ini cemilan untuk menemani ibu dan bapak saat perjalanan," ucap Surya memberikan kantung berisikan makanan ringan dan beberapa minuman dalam kemasan.


Andini dengan semangat mengambil kantung itu dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada asisten suaminya. "Terima kasih Surya, kamu memang tahu apa yang di butuhkan," kekeh Andini sambil membuka satu bungkus snack yang di berikan Surya. Reza memicingkan matanya, "Kamu nyindir aku sayang?" tanya Reza yang tidak terima jika asistennya mendapat pujian dari Andini.


"Kenapa memangnya? Kan memang benar dia tahu apa yang aku butuhkan saat ini," Andini mengucapkan tanpa rasa bersalah. Reza menghela nafasnya, "Tadi kan aku tanya kamu mau makanan atau minuman tidak, lalu kamu jawab tidak," Reza pasrah saat sang istri tidak menghiraukan ucapannya.


"Kita menginap di sini?" tanya Andini yang merasa takjub akan villa itu. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk menambah nilai plus dari villa itu, terlihat bangunan villa yang siapa saja pasti akan betah berlama-lama tinggal di sana.


Reza menganggukan kepalanya saat mendengar pertanyaan Andini, "Apa kamu suka dengan villa ini" tanya Reza sambil mengajak Andini untuk melihat sekeliling villa itu.


"Suka sekali, rasanya tidak ingin kembali ke kota," ucap Andini yang berputar-putar layaknya seorang anak kecil. Andini menghirup udara yang ada di belakang villa, "Segar sekali," ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya. Reza tersenyum melihat tingkah sang istri, dia memeluk tubuh Andini dari belakang.

__ADS_1


"Aku senang kalau kamu suka akan tempat ini, lain kali kita akan ajak semua sahabat dan keluarga untuk menginap di sini," usul Reza yang terus menciumi pundak Andini.


Andini memutar tubuhnya hingga kini menjadi berhadapan dengan Reza, "Kamu serius? Kapan-kapan kita ajak mereka ke sini?" Andini mengulang ucapan Reza.


Reza menganggukan kepalanya, "Pasti sayang tetapi, tidak saat ini. Karena saat ini aku hanya ingin berdua dengan kamu," ucap Reza yang langsung mencium bibir Andini lembut. Andini yang sedikit terkejut dengan tindakan tiba-tiba sang suami hanya bisa memejamkan matanya, dia menikmati setiap sentuhan lembut dari Reza.


Reza melepas ciumannya, "Ini kejutan untuk kamu, maafkan aku sayang selama kita menikah aku belum pernah mengajak kamu bulan madu," Reza meminta maaf kepada Andini karena baru sempat mengajak wanita itu untuk berbulan madu. Reza memegang kedua tangan Andini dan menciumnya, "Aku janji setelah ini akan ada waktu luang untuk pergi berlibur bersama kamu," ucapnya tanpa melepas tangan Andini.


Andini terharu akan setiap perbuatan Reza, dia merasa beruntung telah mendapatkan suami yang seperti di inginkan dirinya. Reza mengajak Andini untuk melihat ruangan lain termasuk ruangan yang akan menjadi tempat beristirahatnya malam ini, "Kita lihat kamar, pasti kamu akan suka."


Reza menarik tangan Andini agar mengikutinya, Andini terkejut saat melihat kamar yang sudah di hias hingga tampil cantik dan sesuai keinginannya. "Kamu tahu darimana tentang semua ini?" tanya Andini saat melihat kamar yang seperti angan-angannya.


Reza menutup dan mengunci pintunya terlebih dahulu, pria itu menghampiri sang istri yang sedang mengelilingi pandangannya ke seluruh penjuru kamar. "Apa yang aku tidak tahu tentang kamu?" tanya Reza. Pria itu menggendong tubuh Andini dan menghempaskan pelan, "Aku mau ini," ucap Reza yang mulai menjamah tubuh Andini.


Rasa lelah saat perjalanan tadi seperti tergantikan dengan apa yang di dapat oleh mereka berdua, malam yang panjang akan mereka rasakan terlebih Reza yang sudah tidak sabar ingin segera memiliki momongan dari rahim Andini.

__ADS_1


Surya hanya bisa pasrah saat melihat kedua bosnya sudah mulai memasuki kamar milik mereka, "Untung bos baik," keluh Surya yang sedang menurunkan satu persatu barang bawaan mereka. "Sepertinya selama beberapa hari ini akan melelahkan," sambung Surya.


__ADS_2