MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 6 BERANGKAT BERSAMA


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Andini sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah. Ini adalah hari kedua dia bersekolah di SMA Pertiwi. Saat Andini keluar dari ruang makan dia terkejut melihat Reza yang sedang duduk manis di sofa ruang tamu rumahnya.


"Loh!! Kak Reza kok ada disini?" tanya Andini sambil melihat Reza yang tengah asyik mengobrol dengan ayahnya Andini.


"Eh iya, aku tadi sekalian lewat, kan kalau mau ke sekolah lewatin rumah kamu dulu," jawab Reza " jadi kenapa tidak sekalian saja berangkat bersama, kan kamu juga mau bawa barang-barang untuk bikin aksesoris yel-yel kan," sambung Reza.


Andini yang terkejut dengan kedatangan Reza hanya bisa menganggukkan kepalanya dan menerima bantuan dari Reza untuk membawa perlengkapan yang di butuhkannya nanti.


Setelah membereskan apa saja yang akan di bawa ke sekolah, Andini dan Reza langsung pamit kepada kedua orang tua Andini dan langsung menuju kesekolah.


"Yuk naik, nanti keburu terlambat," ajak Reza saat melihat Andini hanya berdiam diri di samping motornya


"Kita tidak apa-apa kak pergi bareng ke sekolah? Aku kok jadi takut ya," ucap Andini yang merasa khawatir pergi ke sekolah bersama dengan Reza yang seorang ketua OSIS yang banyak di puji oleh anak-anak perempuan di sekolahnya.


"Tidak apa-apa jangan di pikirkan, biarkan saja jika ada omongan yang tidak-tidak, ayo cepat naik nanti keburu terlambat," suruh Reza kepada Andini, dengan berat hati Andini pun menaiki motor Reza dan menggunakan helm yang diberikan oleh Reza kepadanya.

__ADS_1


Selama perjalanan ke sekolah hanya keheningan yang ada di karenakan Andini maupun Reza malu untuk memulai pembicaraan.


Sesampainya disekolah Andini langsung turun dari motor Reza dan memberikan helm yang dia pakai kepada Reza. Andini yang melihat tatapan mata dari para siswi di sekitarnya hanya bisa menundukkan kepalanya.


Reza yang memperhatikan tingkah Andini langsung menarik lembut tangan Andini untuk mengajaknya kekelas.


Sesampainya dikelas Andini langsung mendudukkan dirinya di bangku samping sahabatnya, Meli yang terkejut langsung menatap Andini dengan penuh tanda tanya.


"Kenapa kamu pagi-pagi sudah di tekuk begitu mukanya?" tanya Meli kepada sahabatnya yang terlihat murung itu.


"Gimana tidak bt, pagi-pagi sudah dapat tatapan tidak enak dari murid-murid perempuan disini," jawab Andini.


"Meli sayang!! Murid-murid disini tuh pada lihatin aku kayak gitu karena mereka melihat aku berangkat bareng sama Kak Reza, kamu tahu sendiri Kak Reza itu kan bintangnya di sekolah ini," ucap Andini geram karena sahabatnya itu tidak paham dengan apa yang di ceritakannya.


Meli yang baru sadar akan ucapan sahabatnya itu terkejut dan merasa tidak percaya dengan apa yang barusan iya dengar

__ADS_1


"Din, kamu serius? Kamu berangkat bareng sama kak Reza? Kok bisa?" tanya Meli bertubi-tubi kepada Andini.


"Ih kamu tuh ya banyak banget tanyanya, iya aku serius!!! Aku tadi itu dijemput sama Kak Reza di rumah, kenapa bisa? Ya mana aku tahu, pas aku habis sarapan Kak Reza sudah ada di rumah aku, jadi mau gimana lagi," jelas Andini yang hanya di angguki oleh Meli.


Tak lama Bela dan Yani pun menghampiri mereka berdua untuk bergabung dengan sahabatnya.


"Ada apa nih kayaknya serius banget?" tanya Bela saat sampai di kelas Andini untuk menyapa kedua sahabatnya itu.


"Kamu tahu tidak Bel, Andini tadi pergi sekolah sama siapa? Sama kak Reza," cerita Meli antusias. Andini yang mendengar Meli menceritakannya hanya terdiam dan menundukkan kepalanya karena menahan malu saat para sahabat nya itu menggoda dirinya.


" Cie,cie,cie. Kayaknya ada yang bakalan tidak jomblo lagi nih?" goda Bela kepada Andini, Yani yang dari tadi hanya mendengarkan cerita sahabatnya itu ikut menggoda Andini.


Andini yang sedari tadi menahan malu karena digoda oleh para sahabatnya izin kekantin untuk membeli minuman,karena memang bel belum berbunyi jadi murid-murid masih bisa pergi ke kantin.


"Kenapa sih pada lihatnya kayak begitu?" tanya batin Andini yang merasa aneh dengan tatapan mata dari murid-murid perempuan disana.

__ADS_1


Andini yang sadar akan apa yang membuatnya menjadi perhatian murid-murid perempuan di sekolahnya hanya acuh dan tak menghiraukannya.


Mohon maaf ya jika ada typo bertebaran,dan jangan lupa untuk like serta komentar nya, komentar kalian sangatlah berharga buat saya belajar lebih baik lagi kedepannya


__ADS_2