
Pagi ini Andini bangun lebih awal karena dia dan Reza akan mengadakan perjalanan ke luar kota, awalnya Andini tidak ingin ikut pergi bersama Reza tapi sang suami terus saja memaksa hingga wanita itu tidak dapat menolaknya lagi.
"Sebenarnya kita mau kemana sih? Kok bawa baju sebanyak ini?" tanya Andini saat membereskan beberapa pakaian untuknya dan Reza tetapi, Reza yang juga sudah bangun menambahkan beberapa pakaian lagi untuk di masukan ke dalam kopernya.
"Nanti juga kamu tahu sayang, aku mandi dahulu ya setelah itu kita sarapan bersama," ucap Reza. Sebelum pria itu masuk ke dalam kamar mandi dia mencium kening Andini terlebih dahulu, Andini yang sibuk membereskan pakaian terlonjak kaget. "Ish sayang, kamu tuh ya," Andini mencoba mengejar Reza yang sudah berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Sayang masih mau kejar aku tidak?" Andini yang tahu maksud akan sang suami tidak menghiraukan ucapan, dia kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda akibat ulah Reza.
Reza yang menunggu Andini memunculkan kepalanya di pintu kamar mandi, "Ayo sayang sekalian," kekeh Reza yang terus saja meminta untuk Andini ikut mandi bersamanya.
"Nanti saja aku setelah kamu, masih banyak yang harus aku persiapkan sayang," teriak Andini. Dia sengaja tidak mau ikut mandi bersama dengan Reza karena pada akhirnya bisa lebih lama waktu yang mereka butuhkan untuk hanya sekedar mandi, Reza yang merasa geram karena sang istri tidak kunjung datang kembali keluar untuk membawa sang istri masuk ke dalam kamar mandi.
Andini yang masih fokus dengan barang-barang bawaannya terkejut saat Reza menggendong dirinya, "Apa-apaan sih sayang, turunin aku itu tinggal sedikit lagi," Andini terus bergerak meminta untuk segera di turunkan tetapi, Reza tidak menghiraukan ucapan sang istri hingga mereka benar-benar masuk ke dalam kamar mandi berdua.
"Kamu nakal ya, kan aku bilang mandi duluan saja nanti aku sehabis kamu," omel Andini yang sedang mengeringkan rambutnya. Butuh waktu selama dua jam untuk mereka sekedar mandi, Reza yang selalu meminta lebih kepada sang istri.
"Pokoknya besok-besok aku tidak mau mandi sama kamu, apa masa mandi saja sampai dua jam," sambung Andini saat melihat jam yang berada tidak jauh darinya.
__ADS_1
Reza terkekeh dan mendekati sang istri yang sedang asik mengeringkan rambutnya, "Rasanya tuh tidak bisa cuma sekali sayang, kalau perlu berkali-kali," ucap Reza tepat di telinga sang istri. Andini menggeliat saat Reza membisikkan kata-kata di telinganya, Reza tertawa saat melihat wajah sang istri yang tiba-tiba memerah saat dirinya berbicara tepat di telinganya.
Andini yang merasa sedang di goda Reza memukul lengan lelaki itu, "Terus saja kamu ledek, aku tidak mau ikut kalau seperti itu," rajuk Andini. Reza membulatkan kedua matanya saat mendengar keputusan sang istri yang tidak ingin ikut pergi, Reza sudah menyiapkan kejutan untuk sang istri di sana.
"Jangan marah sayang, iya aku minta maaf habis kamu selalu bisa membuatku mabuk," ujar Reza yang mencium puncak kepala Andini. Semenjak menikah Andini selalu membuat Reza makin jatuh hati kepadanya dengan perhatian dan juga kasih sayang yang tidak pernah berkurang untuknya. Bagi Reza, Andini selalu membuatnya mabuk dan selalu ingin lebih memiliki wanita itu.
Andini yang telah selesai mengeringkan rambutnya mengajak Reza untuk sarapan bersama, walaupun Andini tahu jika mereka sudah melewati jam sarapan bersama keluarganya.
"Pada kemana sayang?" tanya Reza yang langsung duduk di salah satu kursi makan di rumah itu, Andini mengambilkan sarapan untuk sang suami terlebih dahulu.
Mereka melakukan sarapan yang kesiangan hanya berdua, Raditya yang baru juga baru bangun ikut duduk di salah satu bangku kosong di depan Andini. "Kalian jadi berangkat hari ini?" tanya Raditya kepada sang adik. Andini yang sedang sarapan menghentikannya sejenak, "Iya nanti kita berangkat, Kakak mau ikut?" tanya Andini yang melanjutkan sarapannya hingga habis.
Andini yang baru selesai sarapan di buat terkejut dengan panggilan di ponselnya, "Kenapa Siska telpon?" ucap Andini pelan. Raditya yang melihat wajah gelisah Andini menanyakan ada apa dengannya, "Kamu kenapa De? Siapa yang telpon?" tanya Raditya ingin tahu. Reza yang berada di sebelah Andini ikut menatap wajah sang istri dengan curiga, "Kenapa pada lihat aku seperti itu sih, ini Siska kenapa telpon memang dia tidak di rumah ya?" ketus Andini sambil menunjukkan panggilan masuk yang ada di ponselnya, dengan segera Andini mengangkat panggilan itu tanpa memperdulikan kedua pria yang sedang menertawakan dirinya.
"Kenapa Sis?" tanya Andini.
Siska menjelaskan jika dirinya sedang berada di supermarket bersama sang ibu, "Kakak mau nitip sesuatu tidak? Tadi ibu mau tanya langsung cuma pas mengetuk kamar tidak ada yang menjawab jadi ibu dan aku langsung berangkat ke sini," jelas Siska yang membuat wajah Andini merah seketika. Wanita itu mengingat kejadian tadi pagi bersama Reza yang membuatnya harus terlambat sarapan, "Nanti aku kirim lewat pesan ya Sis," ucap Andini yang langsung mematikan panggilannya. Wanita itu mengetikkan beberapa makanan dan minuman untuk dirinya dan sang suami yang akan berangkat ke luar kota sore nanti.
__ADS_1
Andini kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil beberapa pekerjaan sang kakak yang sudah selesai dia kerjakan, terlihat ayah dan juga sang suami sedang duduk sambil bercerita di ruang keluarga.
"Kak Raditya mana Yah?" tanya Andini saat tidak melihat keberadaan sang kakak di sana.
Reza menatap beberapa berkas yang di bawa istri tercinta, "Tadi sih katanya mau ke kamar sebentar," ucap sang ayah yang asik menonton acara kesukaan di televisi.
"Ada apa De tanya Kakak?" tanya Raditya yang tiba-tiba muncul.
"Nih sudah selesai semua, aku ambil cuti selama satu Minggu," Andini memberikan semua berkas yang berada di tangannya kepada Raditya.
"Lama banget De satu Minggu," keluh Raditya sambil mendudukkan dirinya di sofa. Pemuda itu memeriksa satu persatu berkas yang berada di tangannya, "Jangan satu Minggu lah, tiga hari saja ya," tawar Raditya.
Reza yang mendengar tawaran kakak iparnya ikut bersuara, "Kan sekalian liburan Kak, bolehlah cuma seminggu doang," pinta Reza.
Raditya menghela nafasnya, "Ya sudahlah, selamat berlibur," ucapnya lesu. Raditya kembali ke kamarnya untuk menaruh berkas yang di berikan Andini, "Yah aku keluar sebentar ya," pamit Raditya setelah menaruh berkas tadi. Andini dan Reza yang juga sedang duduk menatap pakaian sang kakak, "Tumben rapih mau kemana Kak?" Andini menggoda sang kakak yang terlihat tidak seperti biasanya.
"Kepo kamu De," ketus Raditya. Pemuda itu berlalu tanpa menghiraukan sang adik yang terus menggoda dirinya, "Jangan lupa di bawa pulang terus kenalin sama ayah dan ibu ya," teriak Andini.
__ADS_1