MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 83 RENCANA KEMAH


__ADS_3

Maya meninggalkan pekerjaannya saat mendengar suara ketukan pintu rumahnya, wanita paruh baya itu menutup kembali pintunya setelah sang anak masuk ke dalam rumah. "Baru pulang kamu?" tanya Maya saat anak sulungnya baru memasuki rumah.


"Iya Bu, baru selesai," jawab Raditya yang langsung mendudukan dirinya di sofa. Sambil melepas sepatunya, pemuda itu istirahat sejenak sebelum pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Maya yang melihat wajah letih sang anak segera menghampiri, "Mandi habis itu makan dulu," saran Maya. "Ada yang mau Ibu tanyakan nanti," sambung Maya. Raditya pamit untuk menuju kamarnya, dan Maya kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


Raditya yang telah selesai membersihkan diri bergegas turun untuk menemui ibunya, "Bu," panggil Raditya.


"Kamu jadi acara di sekolah Dit?'' tanya Maya saat Raditya masuk ke dalam dapur. Wanita paruh baya itu sudah tahu maksud dari sang anak, "Jadi Bu, tapi masih belum tahu kapan berangkatnya," ujar Raditya mengambil tempe goreng yang baru di taruh ke piring itu.


"Apa tidak apa-apa berangkat ke sana Dit?" tanya sang ibu was-was. Tempat yang akan di jadikan berkemah nanti menurutnya Maya sedikit membahayakan, apalagi jika salah mengambil jalan akan mudah tersesat.


"Aku sudah konfirmasi dengan pihak hutan sana Bu, jadi tenang saja ya," ucap Raditya mencoba menenangkan sang ibunda tercinta.


Raditya tahu sang ibu menghawatirkan dirinya tetapi, memang keputusan dari pihak sekolah yang mengharuskan mereka semua berkemah di sana. Menurut pihak sekolah di sanalah mereka akan di ajarkan tanggung jawab serta rasa kebersamaan yang bisa terjalin, apalagi tempat yang mereka akan datangi nanti jauh dari pemukiman sehingga harus memiliki rasa kemanusiaan tinggi agar dapat bertahan.


"Ayah dan Andini kemana Bu?" tanya Raditya yang membantu sang Ibu menaruh lauk matang di atas meja makan.


"Ayah lagi di kamar, tadi sih bilang mau mandi dulu tapi kok belum keluar ya," ucap Maya sambil berpikir apa yang suaminya lakukan di dalam kamar. "Tolong panggilkan Andini Dit, ajak makan malam dulu," perintah sang ibu langsung di kerjakan oleh Raditya. Pemuda itu bergegas menuju kamar sang adik untuk mengajaknya makan bersama, "Din," panggil Raditya sambil membuka pintu kamar Andini yang tidak terkunci.


Terlihat Andini yang sedang sibuk dengan buku pelajaran di depannya, Raditya segera menghampiri sang adik. "Makan dahulu yuk, nanti lanjut lagi," ajak Raditya. Andini yang terlalu fokus akan buku di depannya terkejut dengan kedatangan sang kakak.

__ADS_1


"Kok tidak ketuk pintu dahulu Kak," protes Andini saat sang kakak malah ikut duduk di pinggir kasur miliknya.


"Tadi sudah ketuk, memang kamu tidak dengar?" sanggah Raditya yang memang tidak mengetuk pintunya terlebih dahulu.


Andini terdiam dan berpikir, "Masa sih Kak? Aku tidak mendengar ada yang mengetuk pintu," sahut Andini yang tidak mau kalah. Karena memang dirinya tidak mendengar jika sang kakak mengetuk pintu kamarnya, Raditya yang melihat wajah Andini tidak bisa menahan tawanya.


"Iya Kakak tadi langsung masuk, kan niatnya buat kejutan," kekeh Raditya yang terus tertawa. "Sudah yuk, kita makan dahulu nanti Kakak bantu kerjakan tugasmu," sambungnya.


Andini yang mendengar pernyataan sang kakak terlihat berbinar, karena dari tadi dirinya kesulitan dalam menjawab beberapa soal di buku itu. "Serius Kak?" tanya Andini yang tidak percaya, terlebih Raditya selalu membohongi dirinya.


"Serius, ngapain Kakak bohong," ujarnya. "Tapi kita makan dahulu," ajak Raditya yang tahu jika sang adik susah untuk di ajak makan.


"Okeh, yuk kita makan," sela Andini mengajak sang kakak untuk turun kebawah.


"Lama sekali Dit panggil adiknya," keluh Maya yang sudah duduk bersama sang suami di ruang makan.


"Biasa Bu, anaknya tidak mau makan jadi tadi harus di bujuk dahulu," jelas Raditya. Andini yang merasa sedang di sindir oleh sang kakak hanya terkekeh, "Kan belum lapar Bu," sanggahnya.


Mereka menikmati makanan dengan hening, hanya suara sendok dan piring yang mendominasi di ruangan itu. Setelah selesai makan, Andini membantu sang Ibu untuk membereskan sisa-sisa makanan yang ada di meja.


Raditya pamit untuk menuju kamarnya, "Bu aku juga mau ke kamar ya tugas belum selesai," pamit Andini ketika semua piring yang dia bawa sudah bersih dan tertata rapih di temptnya. Andini bergegas masuk ke dalam kamarnya, gadis itu mengambil buku pelajaran dan pergi ke kamar Raditya untuk menagih janjinya.

__ADS_1


"Kak," panggil Andini sambil mengetuk pintu kamar sang kakak yang tertutup rapat.


"Masuk De, tidak di kunci," ucapnya.


Andini segera masuk ke dalam kamar sang kakak, "Ini jadi ajarin aku kan?'' tanya Andini sambil memberikan buku pelajarannya kepada Raditya.


Raditya mengambil buku yang di berikan Andini, dia mulai mengajari adiknya dengan penuh kesabaran. "Bagaimana, sudah pahamkan?" tanya Raditya sambil melihat Andini yang sedang fokus mengerjakan soal di buku tulisnya, Andini menatap wajah sang kakak dan menganggukkan kepalanya, "Sudah Kak. Terima kasih ya," ucap Andini yang kembali fokus mengerjakan soal itu kembali.


Tak terasa waktu sudah semakin larut, tugas sekolah Andini pun sudah selesai di kerjakan olehnya dan sekarang Andini pamit untuk pergi bergegas tidur. "Langsung tidur jangan main ponsel," tuduh Raditya. Andini yang mendengar tuduhan sang kakak hanya terkekeh mendengarnya, "Tahu aja sih Kak."


Keesokan paginya seperti biasa Andini pergi ke sekolah di antar oleh sang kakak, "Nanti pulang sekolah sama yang lain dahulu ya De," ucap Raditya yang langsung di iyakan oleh Andini.


Andini segera masuk ke dalam sekolahnya setelah sang kakak memberinya beberapa pesan agar dirinya harus fokus terhadap cita-citanya, Raditya kembali menjalankan motornya setelah tubuh sang adik sudah tidak terlihat oleh pandangan matanya.


Raditya yang baru tiba di sekolahnya segera berjalan ke ruang OSIS, dirinya harus memastikan semua kebutuhan sudah terpenuhi atau belum.


"Sudah siap semuanya?" Tanya Raditya selaku ketua OSIS yang bertugas untuk mengecek semua kebutuhan murid untuk berkemah Minggu depan.


"Semua sudah beres, nanti tinggal pastikan siapa yang bisa ikut dan tidak bisa ikut," ucap Lala sekertaris OSIS yang mempunyai tugas untuk mendata seluruh anggota kemah.


"Pastikan mereka membawa apa yang kita sudah sepakati kemarin," perintah Raditya kepada Lala. Lala menganggukan kepalanya, "Okeh," ucapnya.

__ADS_1


"Kalau begitu kita kembali ke kelas dahulu, nanti pulang sekolah kita bertemu lagi di sini untuk memastikan semuanya," usul Raditya yang mendapatkan anggukan dari seluruh anggota OSIS yang hadir. Reza kembali berjalan menuju kelasnya hingga kedua matanya melihat gadis pujaan hati yang berjalan melewati dirinya.


"Aku pasti bisa," gumam Raditya yang menyemangati dirinya untuk bisa memenangkan hati Clara.


__ADS_2