MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 7 MULAI MENDEKATI


__ADS_3

Bel sekolah berbunyi, murid-murid yang masih berada di luar kelas mulai memasuki kelas mereka masing-masing. Begitu pula dengan Andini yang sehabis membeli minuman langsung bergegas menuju kekelasnya.


Tak berselang lama Reza, Mirna dan Doni memasuki kelas Andini karena selama masa perkenalan awal sekolah murid-murid baru, para anggota OSIS lah yang akan mengisi waktu di kelas mereka.


"Selamat pagi semuanya," sapa Mirna kepada murid-murid di kelas Andini.


"Selamat pagi Kak," jawab mereka serempak.


"Bahan yang kemarin di suruh bawa, sudah kalian bawa semuanya?" tanya Doni.


"Sudah kak," ucap mereka bersamaan.


"Sekarang langsung buat kelompok seperti kemarin ya, lalu langsung buat apa yang sudah kalian diskusikan bersama kemarin," jelas Mirna sambil berjalan ke arah kelompoknya yang kemarin.


Mereka semua di sibukkan dengan membuat aksesoris dan menghafal yel-yel yang akan mereka tampilkan nanti. Andini yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya dengan teliti tidak menyadari bahwa Reza dari tadi memandanginya.


"Apa aku suka sama dia ya?" gumam Reza pelan dan tidak ada yang mendengar karena suasana kelas yang ricuh dengan teriakan para murid disana.


Bel istirahat pun berbunyi murid-murid berhamburan keluar kelas menuju kekantin, Andini yang juga akan pergi ke kantin langsung berhenti ketika Reza berdiri di hadapannya.


"Kamu mau kemana?" tanya Reza saat Andini akan melewatinya.


"Aku sama temen-temenku mau Kekantin Kak," jawab Andini.

__ADS_1


"Aku boleh ikut gabung tidak?" tanya Reza kembali.


"Boleh. Tapi memang tidak apa-apa Kakak gabung sama kita? Kita kan perempuan semua?" tanya balik Andini kepada Reza.


"Tidak masalah, nanti juga pasti temen-temen aku ikut gabung juga. Jadi gimana bolehkan?" ucap Reza memelas.


"Ya sudah, kalau Kakak mau ikut ayo ikut saja, aku tidak masalah kok," ujar Andini pasrah.


Mereka pun berjalan melewati lorong-lorong kelas untuk menuju ke kantin, semua mata murid perempuan tertuju kepada mereka berdua, karena setahu mereka Reza itu termasuk anak yang cuek dan susah untuk di dekati dengan lawan jenis.


Sesampainya di kantin mereka berempat bergegas mencari tempat duduk yang masih kosong.


"Woy bro!! Sudah disini saja, tidak bilang-bilang kalau mau kekantin duluan," ucap Dika sambil menepuk pundak sahabatnya itu dan langsung mendudukkan diri di bangku kosong yang dekat dengan Reza.


"Siapa nih pada? Jangan bilang ada yang kamu suka ya diantara mereka?" tanya Dika dengan polosnya sambil melihat Andini dan para sahabatnya.


"Diam tidak!!! Itu mulut bisa dikunci dulu tidak, jangan asal kalau bicara?" ucap Reza emosi sambil menutup mulut temannya agar tidak berbicara yang tidak-tidak.


Fahmi yang sudah tahu kelakuan mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sedangkan Andini dan teman-temannya hanya terdiam melihat pembicaraan mereka yang terlihat sangat akrab.


"Kenalkan dong kalau begitu. Mereka adik kelas yang kamu bimbing ya? Masa diam-diam saja," pinta Fahmi yang akhirnya bersuara sambil menunjuk Andini dan teman-temannya.


Setelah Reza dan Dika selesai bercanda, Reza langsung mencoba memperkenalkan mereka kepada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Oh iya sampai lupa aku, kenalkan ini Andini, Meli, Bela dan Yani," ucap Reza yang memperkenalkan Andini dan para sahabatnya.


"Fahmi," "Dika," ucap mereka memperkenalkan diri.


"Kamu mau pesan makanan apa Din? Biar aku pesankan sekalian," tanya Reza.


"Aku mau bakso saja Kak, sama es jeruk ... Dan ini uangnya," ucap Andini sambil memberikan beberapa lembar uang kertas kepada Reza untuk membayar makanannya.


"Tidak usah biar aku saja yang bayar," seru Reza sambil menyodorkan kembali uang yang di berikan Andini.


Reza pun bergegas pergi ke stand makanan yang ada di kantin untuk membelikan pesanan Andini dan makanan untuk dirinya.


"Kok cuma buat kamu saja sama Andini sih?" tanya Dika yang heran karena Reza hanya membawakan untuknya dan Andini saja.


"Memang kamu tadi ikutan pesan ya? Pesan sendiri saja sih," jawab Reza cuek. Reza pun langsung duduk di tempatnya semula dan memberikan Andini makanan yang telah di belinya.


"Ya sudah mau pada pesan apa biar aku sama Bela yang belikan, tapi uangnya punya kakak ya?" putus Meli yang langsung menyodorkan diri untuk membelikan makanan yang lainnya.


Mereka pun menyebutkan makanan apa yang akan dimakan. Meli dan Bela langsung menuju ke stand makanan yang di pesan dan tak berselang lama makanan mereka pun sampai.


Mereka menyantap makan siangnya dengan di selingi dengan candaan yang mengundang tawa serta mendapat perhatian dari murid-murid lain yang berada di kantin karena kebisingan yang mereka semua buat.


Jam istirahat telah usai murid-murid SMA Pertiwi mulai memasuki kelas mereka masing-masing untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, tapi tidak dengan murid kelas 10. Karena mereka sedang mengadakan kegiatan dari perwakilan eskul yang ada di sekolah tersebut.

__ADS_1


Acara tersebut bertujuan untuk melihat eskul apa yang akan di ikuti oleh para siswa dan siswi SMA Pertiwi yang baru masuk.


__ADS_2