MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
EXTRA CHAPTER 11 MENGAJAK PULANG


__ADS_3

Bela terkejut dengan kedatangan Dika yang secara tiba-tiba, sebab tidak ada yang mengetahui dirinya berada. Ternyata Bela meremehkan seorang Dika, dia pasti akan bisa menemukannya.


"Ngapain kamu datang kesini, bagaimana dengan pacarmu?" pertanyaan Bela membuat Dika terkejut, sebab dia tidak pernah mengumbar hubungannya dengan Rere.


"Kamu tahu darimana?" ceplos Dika dan langsung dirutuki oleh dirinya sendiri.


"Ooohhh jadi bener itu pacarmu, baguslah jadi aku tidak punya alasan lagi untuk terus tetap bersama." Bela berlalu meninggalkan Dika yang terpaku dengan ucapannya.


Namun tidak lama dirinya tersadar akan apa yang barusan di ucapkan Bela, "Tunggu Bel." Dika berteriak namun naas Bela tidak berhenti dan terus berjalan meninggalkan dirinya sendiri.


Dika mencoba mengejar tetapi, di saat bersamaan sebuah motor besar berhenti tepat di depan Bela. Dengan santai gadis itu menaiki motor dan benar-benar berlalu meninggalkan Dika, "Sial." teriak Dika sambil mengepalkan telapak tangannya.


"Aku akan cari tahu siapa pria itu dan aku tidak akan melepaskan kamu Bela," ucapnya. Dika langsung masuk ke dalam apartemen yang di sewanya, sambil terus memikirkan siapa yang berani membonceng sang kekasih.


Dika menjatuhkan tubuhnya saat tiba di apartemen, dengan perasaan malas dia mengecek ponsel miliknya. Banyak pesan dari para sahabat serta sekertarisnya tentang keberadaan pria itu, tidak luput pesan Rere yang juga mengemaskan dirinya.


Dika membalas satu persatu pesan sahabatnya dan juga sang sekertaris, namun dia mengurungkan niat membalas pesan Rere. Dika sadar jika saat ini hatinya sudah di miliki oleh Bela dan dia tidak akan melepaskan gadis itu dengan mudah, Dika juga akan berusaha keras untuk mendapatkan hatinya kembali.

__ADS_1


Malam semakin larut, cuaca di luar juga sangat sejuk. Dika berjalan keluar untuk mencari makan malam, sebab perutnya belum terisi makanan sejak dirinya tiba di kota itu. Berjalan seorang diri tidak membuat Dika merasa takut, tempat yang di lewati masih ramai oleh orang lalu lalang.


"Ternyata di sini tidak seburuk pikiranku," gumam Dika saat melihat satu persatu orang yang melewatinya.


Sambil berjalan, Dika terus saja memikirkan cara agar dirinya bisa mendapatkan hati Bela kembali. Banyak doa yang para sahabatnya panjatkan, semoga rencananya dapat berhasil begitu pikirannya.


Dika memasuki sebuah kedai makanan yang cukup ramai, dia langsung berjalan menuju meja kosong dan memesan beberapa makanan dan minuman. Tidak butuh waktu lama semua pesanannya tiba di sana, dengan perasaan lapar Dika mulai menghabiskan satu persatu makanannya.


"Kamu yakin tidak mau menerima Abi untuk jadi pacarmu?" tanya seorang gadis yang baru masuk ke dalam kedai bersama dengan temanya.


"Aku tidak menyukainya Zia, di hatiku masih tersimpan namanya cuma saja aku butuh waktu untuk luka ini," ucap teman sang gadis yang membuat Dika mengalihkan pandangannya.


Dika kembali memakan makanannya, sambil menunduk dan terus mendengarkan ucapan sang kekasih yang berada di meja depannya.


"Lalu Bel sekarang kamu mau apa?" tanya Zia sambil memilih makanan di buku menu.


"Saya ini dan ini ya mba," ucap Zia menunjukkan makanan dan minuman yang di pesannya.

__ADS_1


"Saya samakan saja dengan dia," sambung Bela yang langsung mendapat anggukan kepala dari sang pelayan.


Saat pelayan pergi mereka melanjutkan ceritanya, bercerita tentang kedatangan Dika yang membuat hati Bela kembali rapuh.


"Aku juga tidak tahu Zia, aku sih maunya kembali tapi hati aku takut jika dia masih memiliki hubungan dengan gadis itu," keluh Bela membuat raut wajahnya sedikit sedih apalagi saat teringat dirinya melihat secara langsung saat sang kekasih dengan gadis lain.


"Kalau aku sih lebih baik tinggalkan," ucap Zia yang membuat Dika di belakangnya hampir mendatangi meja di depan.


Dika kembali mengontrol emosinya dan terus mendengarkan percakapan keduanya, hingga tanpa sadar sang sahabat menelepon dirinya dari tadi.


"Tapi coba tanya hatimu Bel, aku selalu berdoa semoga kamu mendapatkan yang terbaik," sambung Zia yang membuat Dika kembali mereda emosinya.


Makanan pesanan Bela dan Zia telah tiba, mereka mulai makan sebelum melanjutkan obrolannya lagi. Setelah kenyang dan membayar semuanya, Bela dan Zia berlalu meninggalkan kedai itu untuk kembali ke kosan miliknya.


Selama perjalanan Bela terus bercerita tentang kisahnya bersama Dika, awalnya dia ingin menutupi dan mengubur semua kisahnya namun rasanya dia tidak sanggup untuk melakukan itu semua.


Dika diam-diam mengikuti kemana mereka berjalan, tinggal di sebuah tempat yang lumayan padat penduduknya membuat Dika merasa risih. Dia sedari kecil hanya merasakan tinggal dengan di kucilkan oleh keluarganya, apalagi kalau bukan karena mimpinya yang terlalu tinggi.

__ADS_1


Setelah lulus kuliah Dika membuktikan kepada semua orang jika dia mampu dan layak, hingga saat ini dirinya masih belum puas dengan pencapaian yang di gapainya.


Terima kasih sudah berkenan mampir, jangan lupa dukungannya ya. Like, komen, dan votenya 🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2