MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 92 PERTEMUAN SINGKAT


__ADS_3

Reza yang sebenarnya sudah lelah mau tidak mau ikut menemani Andini terlebih dahulu, dia tidak ingin sang istri pergi seorang diri apalagi menemui pria yang pernah ada di hatinya. "Yuk Kak masuk," Andini mengajak Andrew untuk ikut masuk kedalam restoran.


Andini memilih bangku yang dekat dengan jendela, karena di luar jendela dapat melihat pemandangan air mancur buatan yang sangat indah. "Mau pesan apa Kak?" tanya Andini saat seorang pelayan menghampiri dan memberikan buku menu yang ada di restoran itu.


Reza merasa cemburu saat sang istri hanya bertanya kepada pria di depannya, dengan cepat Reza menunjuk beberapa makanan dan minuman pilihannya. Andini sedikit heran dengan sikap pria di sampingnya, setelah memesan makanan mereka terlibat obrolan ringan.


"Kak Andrew masih dengan Kak Clara?" tanya Andini yang penasaran dengan hubungan keduanya. Sejenak Andrew terdiam dan Reza makin menatapnya tidak suka, "Jangan bilang mereka putus," ucap Reza pelan. Pemuda itu tidak ingin terjadi salah paham apalagi sampai bertengkar, cukup kemarin dengan Rian dirinya hampir bertengkar.


Andrew akhirnya buka suara tentang hubungannya dengan Clara, "Kami baik-baik saja tetapi, ada sedikit masalah," ucap Andrew. Andini semakin di buat penasaran akan masalah yang sedang di hadapi oleh Andrew, "Cerita saja Kak, siapa tahu aku dan Kak Reza dapat membantu," ujar Andini. Reza yang sedang memainkan ponsel miliknya terkejut dengan ucapan sang istri, "Iya Kak, kalau ada apa-apa cerita saja," ucap Reza basa basi.


Reza menghela nafasnya, pemuda itu terus memikirkan apakah masalah yang di hadapi oleh Andrew sangat berat sehingga sang istri bisa mengabaikannya. Andrew terlihat sedikit gelisah, dia masih bingung akan menceritakan semuanya atau tidak.


Di saat Andrew akan membuka suaranya, makanan dan minuman pesanan mereka tiba dan Andini mengajak untuk makan terlebih dahulu, "Mari makan," ajak Andini yang mulai menyuap satu persatu makanan di depannya.


Reza melihat sedikit berbeda dengan sikap Andini, gadis itu tanpa malu memakan beberapa makanan yang dirinya pesan. "Kamu serius sayang makan segini banyak?" tanya Reza heran, karena dia tidak pernah melihat Andini makan dengan lahapnya. Andrew menarik senyum di pinggir bibirnya, "Andai kamu jadi milikku Din," lirih Andrew saat melihat perhatian yang di berikan Reza kepada Andini.

__ADS_1


Setelah selesai Andini kembali melayangkan beberapa pertanyaan kepada Andrew, dengan senang hati pemuda itu menjawab satu persatu pertanyaan yang Andini berikan hingga satu pertanyaan yang membuatnya diam seribu bahasa.


"Ya sudah kalau tidak ingin cerita, aku bis maklum kok Kak," ucap Andini pasrah. Reza melihat jam di pergelangan tangannya, "Sudah hampir malam, pulang yuk," ajak Reza. Andini ikut melihat jam di yang melingkar di tangan kanannya, "Ya ampun sudah malam, tugas aku belum selesai semua," ucap Andini panik.


"Tugas apa sih Din, sampai segitu pentingnya ya?" tanya Andrew sambil meminum minuman miliknya yang masih tersisa sedikit.


"Tadi Kak Raditya kasih aku pekerjaan tetapi, belum aku selesaikan dan ay berniat selesaikan di rumah saja," jelas Andini. Gadis itu segera pamit kepada Andrew, "Aku pulang dahulu ya Kak," ucap Andini yang bergegas keluar restoran bersama Reza.


Saat mobil yang di kendarai oleh Reza meninggalkan parkiran restoran, mobil milik Bayu yang bergantian memasuki parkiran.


"Andrew," ucap Bayu yang terdengar oleh pemuda itu. Andrew menatap wajah Bayu dengan sedikit menahan amarahnya, hubungannya dengan Clara sedang di ambang kehancuran akibat Bayu yang tiba-tiba datang dan bercerita jika dia adalah pacar dari Clara. Andrew yang merasa marah segera bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan restoran itu, walaupun dia belum sempat mendapatkan penjelasan dari pemuda itu tentang hubungannya dengan Clara di masa lalu.


Andrew memukul setir mobil yang di kemudikannya, "Apa yang harus aku lakukan sekarang?" teriaknya saat mengingat kejadian dimana dirinya dan Clara yang sedang makan malam bersama keluarganya bertemu dengan Bayu.


Bayu dengan santainya menghampiri sebuah meja yang di isi oleh Clara, pemuda itu dari jauh sudah dapat menebak jika gadis yang selama ini di nantikan dapat berjumpa kembali.

__ADS_1


"Clara," panggil Bayu saat melihat Clara sedang duduk dengan seorang pria. Dengan wajah terkejut Clara menengok saat merasa seseorang memanggil namanya. "Bayu," ucap Clara yang hampir tersedak saat melihat pemuda itu di hadapannya.


"Sedang apa kamu di sini? Dan kapan kamu kembali dari luar negeri?" tanya Bayu yang tidak pernah mendapat kabar dari sang kekasih selama dirinya menempuh pendidikan di luar negeri.


Clara yang gugup hanya menggigit bibir bawahnya, gadis itu bingung akan menjelaskan apa kepada pria di depannya. "Aku baru dua hari ini pulang karena ada keperluan yang harus aku urus di sini," ucapnya takut. Pandangan kedua mata Bayu teralihkan kepada pria yang duduk di depan sang kekasih, "Siapa dia?" tunjuk Bayu tepat di depan wajah Andrew.


Andrew yang tidak paham dengan situasi hanya diam dan membiarkan mereka berdua menyelesaikan masalahnya, setelah itu baru dirinya bertanya kepada Clara. "Maafkan aku Bay," ucapnya. Bayu semakin bingung dengan perkataan Clara yang malah meminta maaf kepadanya, "Kamu punya salah apa sama aku sehingga harus minta maaf?" tanya Bayu.


Clara tidak dapat menahan tangisnya, gadis itu segera pergi keluar restoran. Dia tidak kuat untuk menjelaskan semuanya sekarang, terlebih dia takut akan menyakiti hati Bayu. Andrew yang melihat Clara keluar restoran segera bangkit dari duduknya dan mengejar gadis itu, "Siapa dia Clara?" tanya Andrew setelah berhasil mengejar Clara yang berlari menuju mobilnya.


"Aku mau pulang," Clara terus menangis hingga Andrew tidak tega jika terus bertanya tentang pria yang bertemu dengannya tadi.


"Ayo kita pulang," ajak Andrew sambil membukakan pintu mobil untuk Clara. Gadis itu langsung masuk dan duduk, tapi tidak menghentikan tangisnya. "Ini," ucap Andrew memberikan sekotak tissue kepada Clara. Pemuda itu langsung menyalakan mesin mobilnya dan bergegas menuju rumah Clara, karena tujuannya datang ke negara ini karena membantu Clara untuk mengurus surat-surat kuliahnya yang belum lengkap.


Hening yang terjadi, tidak ada percakapan antara mereka berdua hingga mobil milik Andrew terparkir rapih di halaman rumah Clara. "Mampir dulu Ndrew?" tanya Clara, walaupun masih menahan tangisnya.

__ADS_1


"Tidak usah Ra, besok aku jemput dan kita langsung urus berkas yang di butuhkan," putus Andrew yang membiarkan Clara untuk beristirahat. Dia tahu siapa pria yang bertemu dengannya tadi, semua ini bukan kemauan dirinya maupun Clara. Andrew dan Clara hanya bisa pasrah saat mengetahui tentang perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, "Istirahat dan jangan banyak berpikir," sambungnya sambil kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Reza.


__ADS_2