MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 24 UDARA YANG SEJUK


__ADS_3

Pagi hari ini Andini bangun lebih pagi, dia bersiap-siap untuk olahraga di sekitar villa tempat mereka menginap. Dia bergegas turun menuju dapur untuk mencari Anton anak Bi Nina dan Mang Ridho yang baru berusia 15 tahun, dia diminta untuk menemani Andini dan teman-temannya mengelilingi sekitar villa.


Udara di sekitar villa sangatlah sejuk dan asri berbeda dengan udara di kota Jakarta. Anton yang diberi tugas oleh orangtuanya untuk menemani Andini dan yang lain merasa senang karena dia bisa mempunyai teman yang sangat baik. Anton bersekolah tidak jauh dari villa tetapi dia tidak pandai bergaul makanya setelah ikut bergabung dengan Andini dan teman-temannya, Anton lebih banyak berbicara tidak seperti saat pertama kali mereka datang. Dia juga mengajak Andini dan yang lainnya ke kebun teh, di sana mereka berphoto-photo dengan pemandangan yang sangat indah.


"Sejuk sekali ya di sini, berbeda sekali dengan di Jakarta," ucap Andini sambil menarik nafas merasakan sejuknya udara disana. "Jadi ingin tinggal di sini saja deh," sambung Andini yang lain hanya tertawa mendengar permintaan Andini.


"Yakin mau tinggal di sini, jauh dari Mall loh," ejek Yani yang mengetahui jika Andini paling suka belanja di Mall.


"Kalau kamu tinggal di sini nanti Reza sama siapa? Hati-hati di ambil orang loh," ucap Dika yang langsung tertawa melihat Andini yang salah tingkah saat dia membahas tentang Reza.


"Apaan sih kalian semua kan aku cuma berandai-andai," ucap Andini dengan mengerutkan bibirnya.


Mereka mengitari sekitar kebun teh yang luas dan melihat para pekerja di sana yang sedang memetik daun teh itu, setelah merasa lelah mengelilingi sekitar villa mereka semua kembali pulang. Satu persatu mereka membersihkan diri dan langsung menuju ke meja makan untuk sarapan bersama.


"Kita berapa hari di sini?" tanya Fahmi disela-sela sarapannya.

__ADS_1


"Tiga hari cukup tidak?" tanya Andini balik.


"Kalau aku sih terserah yang lain saja, yang lain bagaimana cukup kan kita tiga hari di sini?" ucap Reza yang mendapat anggukan dari semua teman-temannya.


"Habis makan kita jalan-jalan ke taman safari yuk," ajak Beni sambil tersenyum melihat tatapan semua teman-temannya. "Ada yang salah ya kalau aku mau pergi ketaman safari?" sambung lagi Beni.


"Tidak ada yang salah sih, cuma kamu yakin mau pergi kesana?" tanya Andini.


"Aku sih terserah yang lain saja mau kemana, yang penting kita liburan," jawab Meli yang langsung mendapat jitakan di kepalanya oleh Bela.


Mereka segera menyelesaikan sarapannya dan bergegas menuju ke taman bunga. Tidak


membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sampai di tempat itu, karena jaraknya tidak terlalu jauh dari villa yang mereka tempati.


Disaat tengah asyik ber-selfie ria handphone milik Andini berdering, Raditya menelponnya dan akan menyusul mereka ke villa. Setelah selesai Andini kembali bergabung bersama teman-temannya.

__ADS_1


"Sejuk sekali ya di sini," ucap Yani sambil menghirup udara yang bercampur dengan aroma bunga yang masih berada di pohonnya.


"Iya sejuk dan harum ya bunga-bunga di sini," ujar Andini yang merasakan udara dan memegang bunga-bunga yang sangat indah itu.


"Harus di lestarikan tempat yang seperti ini, jangan sampai kita merusaknya," pesan Beni kepada teman-temannya agar tidak mengambil bunga-bunga di sana sembarangan karena bisa merusak lingkungan yang ada.


Tak terasa hari sudah semakin sore mereka bergegas pulang menuju villa di mana mereka menginap. Satu persatu mereka menuju kamar untuk membersihkan diri mereka masing-masing, setelah selesai membersihkan diri mereka semua berkumpul di ruang tengah untuk menonton tv bersama. Diluar villa terdengar suara mobil yang berhenti, Andini yang sudah tahu akan kedatangan Raditya langsung menghampiri kakaknya itu.


"Sama siapa Kak ke sininya?" tanya Andini saat melihat ada orang lain di dalam mobil yang di tumpangi.


"Itu temen kampus aku, namanya Rian," jawab Raditya yang sudah bisa membaca pikiran adik kesayangannya itu. Rian pun turun dari mobil dan berkenalan dengan Andini, terdapat senyuman khas dari pria itu untuk Andini.


"Kok kamu tidak pernah cerita punya adik cantik seperti itu?" bisik Rian yang merasa tertarik dengan Andini.


"Ngapain cerita sama kamu nanti kamu naksir sama adikku," ejek Raditya yang sudah tahu maksud dari Rian.

__ADS_1


Andini berlalu meninggalkan mereka berdua, dia mau menemui Mang Ridho untuk menyiapkan kamar untuk Raditya dan temannya. Raditya dan Rian mengikuti dari belakang, mereka menuju keruang tengah karena mereka sedang berkumpul sambil menonton televisi bersama.


__ADS_2