
Pagi ini Andini berangkat ke sekolah dengan terburu-buru, karena dia yakin Reza akan datang menjemputnya. Andini hari ini berangkat kesekolah menggunakan kendaraan umum, karena Raditya hari ini tidak berangkat ke kampus.
Sesampainya di halte sekolah, Andini langsung berjalan menuju gerbang sekolah. Ternyata disana sudah ada para sahabatnya yang sedang menunggu kedatangan gadis itu. Mereka pun berjalan bersama menuju kelasnya, saat Andini masuk kedalam kelas ternyata Reza sudah menunggunya lebih dulu bersama dengan Beni.
Andini yang acuh tak menghiraukan Reza yang sedang memanggilnya. Reza menghampiri meja Andini dan dia kembali mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Beni yang sudah tahu cerita yang sebenarnya itu mengajak para sahabatnya yang lain untuk memberi ruang agar Andini dan Reza menyelesaikan masalah salah paham ini.
"Aku mohon dengarkan aku dahulu ya," pinta Reza sambil memegang tangan Andini, Andini diam saja tidak mengiyakan ataupun menolak. Reza menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat itu antara dirinya dan Mirna.
Andini mendengarkan penjelasan Reza hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kamu percaya sama aku kan?" tanya Reza yang terus menatap kearah Andini, terbit senyum manis di bibirnya saat Andini mau memaafkan dan percaya kepadanya.
"Iya aku percaya sama kamu, tapi kamu jangan ulangi lagi ya?" ucap Andini seraya memberikan janji jari kelingking.
Tak lama Andini dan Reza yang sudah berbaikkan, bel tanda masuk berbunyi murid-murid mulai memasuki kelas mereka masing-masing. Reza bergegas pamit kepada Andini untuk menuju kelasnya, dan dia berpesan untuk makan siang bersama istirahat nanti.
__ADS_1
"Tadi Kak Reza bilang apa saja sama kamu?" tanya Meli yang penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
"Dia menjelaskan semuanya," ucap Andini yang menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
Selama pelajaran berlangsung Andini dengan semangat memperhatikan guru di depannya, serta mengerjakan tugas dengan benar dan cepat. Meli yang melihat senyum ceria Andini merasa bahagia karena dia bisa melihat senyum itu lagi.
Jam istirahat tiba, Andini yang sedang membereskan buku-bukunya ke dalam tas langsung menoleh ketika Meli memberitahu jika Reza sudah menunggunya di depan pintu kelas. Dengan senyum yang ceria Andini menghampiri Reza dan mengajak nya untuk makan siang di kantin.
"Yang sudah baikan lupa sama kita-kita," ujar Meli meledek sahabatnya itu.
Reza yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya, sesampainya dikantin Bela, Yani, Dika dan Fahmi sudah duduk di tempat biasa mereka ketika berada di sana. Reza menyuruh Andini untuk langsung duduk di bangku sedangkan dia membeli kan makanan untuk dirinya dan Andini.
Dari kejauhan nampak Mirna yang terlihat menahan amarahnya karena gagal membuat mereka bertengkar.
"Sial ... !! Ternyata tidak berhasil usahaku kemarin," ucap Mirna pelan. Mirna yang tidak suka melihat pemandangan di depannya itu memilih pergi meninggalkan kantin untuk mencari cara agar bisa memisahkan mereka berdua.
__ADS_1
"Mirna tunggu, mau kemana kamu?" tanya Susan sahabat terbaik Mirna saat melihat Mirna meninggalkan bangku yang mereka tempati.
"Mau di kelas saja, aku males di sini lagi pula aku tidak lapar jadi mau beli minum saja," ucap Mirna seraya pergi meninggalkan kantin.
Selama di perjalanan Mirna selalu saja mencari cara agar dia bisa mendapatkan Reza, bagaimana pun caranya akan dia lakukan. Sesampainya dikelas Mirna mendesah pelan.
"Kenapa kamu lebih memilih dia daripada aku Reza," ucap Mirna sambil menundukkan kepalanya di meja.
Jam istirahat telah usai murid-murid kembali masuk ke dalam kelasnya, Reza mengantarkan Andini ke kelasnya terlebih dahulu barulah dia pergi ke kelasnya. Saat sampai di kelas Reza melihat Mirna menenggelamkan wajahnya di balik tangan.
"Hey... Kenapa kamu?" ucap Reza yang mengagetkan Mirna.
"Aku tidak apa-apa, cuma mengantuk saja sedikit," jawab Mirna yang tidak sepenuhnya berbohong karena dia memang kurang tidur akibat memikirkan cara agar Reza bisa berpaling dari Andini.
"Sebentar lagi Bu Inggrid masuk jangan kebanyakan melamun nanti di hukum baru tahu kamu," Reza mengingatkan Mirna agar tidak melamun di saat pelajaran gurunya itu karena kalau sampai terjadi, pasti dia akan langsung di hukum oleh gurunya itu.
__ADS_1