MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
EXTRA CHAPTER 10 BERTEMU


__ADS_3

Devi langsung menyerahkan informasi yang sudah dirinya dapatkan itu, dengan bahagianya Dika bangkit dari kursi dan melompat dengan riangnya.


"Yeah ...." Dika mengepalkan telapak tangannya.


Devi yang melihat sang bos hanya bisa tertawa dalam hati, "Segitu besar cinta Pak Dika," gumam Devi dalam hati.


Gadis itu merasa ikut bahagia, sebab beberapa hari ini suasana hati atasannya berpengaruh terhadapnya juga. Bagaimana tidak, rapat yang seharusnya pria itu hadiri di batalkan sepihak hanya karena dia tidak siap. Bukan itu saja, salah satu kliennya sempat kecewa akan kinerja Dika yang tiba-tiba buruk. Siapa lagi kalau bukan dia yang harus menyelesaikan semua masalah yang ada, sebagai sekertaris kepercayaan Dika dia harus bersikap profesional.


Dika yang tersadar jika Devi masih berada di ruangannya menjadi malu, dia kembali mendudukan dirinya di kursi.


"Terima kasih atas bantuannya, kamu boleh keluar," perintah Dika.


Devi segera membalikkan badannya, namun tidak lama Dika kembali memanggil dirinya.


"Devi," panggil Dika membuat wanita yang sudah beranjak dari ruangannya kembali dan menghadap sang bos.

__ADS_1


"Iya Pak, ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Devi.


"Tolong pesankan tiket pesawat untuk saya, juga tolong atur lagi jadwal saya sampai saya kembali." Dika langsung menyelesaikan semua tugasnya setelah mendapatkan anggukan dari sekertarisnya.


"Tunggu aku di sana," ucapnya sambil membayangkan pertemuannya dengan Bela nanti.


Dia tidak akan membiarkan gadis itu untuk pergi lagi dari hidupnya, bahkan kalau bisa dia akan langsung mengikat Bela dengan status pernikahan.


Tidak butuh waktu lama untuk Dika mengerjakan pekerjaannya, sekarang sudah saatnya pulang. Namun sebelum pulang tadi sang sekertaris sudah bisa mendapatkan tiket untuknya serta seluruh jadwalnya sudah di atur ulang sampai dia kembali.


Pagi-pagi sekali Dika sudah berangkat menuju bandara, dengan menggunakan taksi online dirinya langsung menuju loket pemeriksaan. Setelah di periksa Dika menunggu panggilan untuk terbang, rasa kantuk sangat terasa sebab dirinya semalam tidak tidur akibat memikirkan apa yang akan dia katakan nanti.


Jarak yang di tempuh Dika tidaklah jauh, tapi jika dirinya menggunakan jalur darat maka akan memakan waktu yang cukup lama. Sampailah Dika di bandara yang dituju, sambil terus menggunakan kaca mata hitam miliknya Dika berjalan hingga bertemu dengan taksi online pesanannya.


Sang supir mengantarkan Dika ke sebuah hotel yang tidak jauh dari kantor Bela berada, sambil menunggu jam kantor selesai dirinya bisa beristirahat terlebih dahulu.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Dika bangun dan bergegas masuk ke kamar mandi. Dia sedang bersiap-siap untuk menjemput sang kekasih, dia berjanji tidak akan mengulang kesalahan yang sama lagi.


Dika menunggu Bela di pos satpam yang berada di depan gedung, sambil terus bertukar cerita dengan satpam disana. Awalnya satpam itu mencurigai keberadaan Dika yang sedang memantau kantor tempatnya bekerja, namun setelah Dika menceritakan maksudnya barulah satpam itu percaya. Satpam itu bilang memang benar gadisnya bekerja di sana, baru beberapa bulan namun jabatan gadis itu lumayan membuat teman-temannya iri.


"Bela," teriak Dika saat melihat satu persatu karyawan kantor keluar dari gedung berlantai lima belas itu.


Bela mendengar suara seseorang yang sangat di rindukannya beberapa hari ini, namun dia mencoba menepis pikiran itu dan berlalu pergi. Saat bersamaan sebuah tangan memegang tangannya, membuat jantung Bela berhenti mendadak saat melihat pria itu di hadapannya.


"Aku datang Bel," ucapnya sambil menatap kedua mata Bela yang mulai mengeluarkan cairan bening.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Bela ketus. Ucapannya berbanding terbalik dengan hatinya saat ini, dari lubuk yang paling dalam dia merasa senang saat melihat Dika berada di hadapannya.


"Aku datang untuk menjemputmu," ujar Dika membuat wajah Bela bersemu merah.


Gadis itu tidak menyangka jika sang kekasih yang beberapa bulan ini membuatnya menyendiri kini hadir untuk dirinya, apakah kehadirannya untuk mengakhiri hubungannya atau ada maksud lain? Pikiran buruk mulai memasuki Bela, hingga tepukan di pipinya membuat tersadar.

__ADS_1


__ADS_2