MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 53 PERSAHABATAN


__ADS_3

Dika menatap lekat wajah sahabatnya itu, dia sedang memikirkan bagidana perasaan Fahmi saat ini. Dia saja yang baru berpacaran beberapa bulan ketika putus merasa hampa apalagi dengan Fahmi yang sudah bertahun-tahun berpacaran dengan Sisil, "kok bisa putus? Memang apa yang terjadi dengan kalian?" tanyanya karena setau Dika hubungan sahabatnya itu termasuk harmonis.


Fahmi meletakkan sendok yang sedang dipegangnya, dia meminum air mineral yang telah dia pesan tadi. Fahmi menatap Dika dengan tatapan tanpa ekspresi, Dika yang melihat luka dimata sahabatnya itu hanya terdiam menunggu penjelasan dari sahabatnya itu.


"Dia selingkuh," lirih Fahmi saat mengingat pertemuannya dengan Sisil minggu lalu.


"Serius kamu Fahmi, kamu tidak sedang bercanda kan?" tanya Dika yang tidak percaya dengan ucapan sahabatnya itu.


"Mengapa aku harus bohong, aku melihatnya secara langsung saat pergi jalan-jalan ke Mall waktu itu," ucap Fahmi yang mengingat kejadian yang terjadi pada hari itu.


Fahmi awalnya tidak mempercayai apa yang dibilang teman-temannya, Fami sering mendapatkan pesan dari temannya yang mengetahui hubungannya dengan Sisil.


"Sudah tidak perlu membahas diriku lagi, tadi kamu mau meminta bantuan apa?" tanya Fahmi mengalihkan pembicaraan mereka saat ini.


Dika yang mengetahui bagaimana perasaan sahabatnya saat ini lebih memilih diam tidak menanyakannya lebih jauh, karena bagaimana pun nanti dia juga akan menceritakannya disaat yang tepat.


"Kamu tahu apa yang disukai wanita?" tanya Dika. Fahmi termenung dengan pertanyaan sahabatnya itu, karena dia tahu bagaimana sahabatnya itu bersikap terhadap wanita.


"Lagi jatuh cinta kamu? Yang lama kemana, sudah putus juga?" Fahmi meledek sahabatnya itu. Dika yang sedang diledek oleh Fahmi hanya terdiam tidak menanggapi sahabatnya itu, "terserah mau bilang apa yang penting aku butuh bantuan kamu," ujar Dika yang begitu penasaran apa yang harus dia lakukan agar Bela tidak marah terhadapnya.


"Temui dan minta maaf padanya," ide Fahmi. Dika yang mendengar ide dari Fahmi awalnya bingung dengan maksud dari sahabatnya itu, "ya kamu temui gadis itu dan meminta maaflah, jelaskan juga semuanya," usul Fahmi.

__ADS_1


Selama perjalanan menuju kelas mereka tidak berhenti saling sindir tentang hubungan asmara mereka, "coba Reza ada disini juga ya, pasti seru," ucap Dika yang merindukan sahabatnya yang jauh disana.


Ditempat terpisah Reza juga merindukan para sahabatnya, namun dia mencoba untuk lebih fokus dengan kuliahnya disana. "Tunggu aku kembali dan kita akan memulainya kembali," ucap Reza yang memandang photo mereka saat liburan dipuncak.


"Apa kabar kamu Andini? Aku merindukanmu disini, apa kamu merindukanku?" gumam Reza yang melihat senyum Andini di photo tersebut.


4 tahun telah berlalu, Andini yang telah lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Dika dan Fahmi ikut hadir dalam acara wisuda sang kekasih dan para sahabatnya itu, mereka semua semakin dekat saat hubungannya diketahui oleh gadis itu.


Rian dan juga sang Kakak Raditya hadir dalam acara tersebut, rasa haru yang di rasakan oleh keluarga Andini saat gadis itu mendapatkan nilai terbaik diangkatannya.


"Selamat ya Andini, kamu menjadi lulusan terbaik tahun ini," ucap Rian yang juga menjadi salah satu panitia diacara tersebut.


Reza yang tanpa sepengetahuan para sahabatnya datang untuk mengucapkan selamat kepada mereka semua, tapi dia mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka semua. Pria itu menatap para sahabatnya dari kejauhan, ada perasaan senang dan juga bersalah yang mengisi hati Reza saat ini. Reza bergegas kembali keperusahaannya karena akan ada rapat penting hari ini.


Reza yang gagah dengan setelan kemejanya berjalan keruangan dimana rapat itu diadakan, setelah dua jam rapat itu akhirnya selesai juga. Reza menyandarkan tubuhnya dibangku kebesarannya, dia memanggil Surya sang sekertarisnya.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Surya saat memasuki ruangan sang bos.


"Tolong kamu booking salah satu restoran yang bagus dikota ini," perintah Reza kepada sekertarisnya. Reza sengaja memperkerjakan pria sebagai sekertarisnya karena dia tidak menginginkan gosip apapun dikantor yang dia rintis dari nol itu.


"Baik Pak, ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Surya agar dia bisa melaksanakan tugasnya dengan segera.

__ADS_1


"Kamu tolong undang mereka yang ada didaftar ini, jangan bilang jika aku yang mengundangnya,"  pesan Reza kepada Surya. Reza menyerahkan selembar kertas yang berisikan nomor telepon sahabatnya dan juga Andini, dia ingin memberikan kejutan untuk mereka semua.


"Aku harap kalian senang akan kejutan yang aku buat, dan semoga kalian mau memaafkan aku," sesal Reza karena dia terlalu egois terhadap para sahabatnya itu.


Reza melanjutkan pekerjaannya, dia tidak sabar ingin bertemu dengan para sahabatnya itu. Terutama Andini, dia amat merindukan gadis itu. Setelah Reza lulus dari kuliahnya dia mencoba membuka usaha kecil dari hasil jerih payahnya selama kuliah di London, Reza tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya walaupun mereka mampu membiayainya disana. Reza ingin berdiri sendiri tanpa bantuan orang tua nya, dia ingin membuktikan bahwa dia mampu untuk berdiri sendiri.


"Maaf Pak, semuanya sudah beres dan saya sudah menghubungi semua nomor yang tertera di kertas yang Bapak berikan," lapor Surya yang sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.


"Nanti kamu ikut juga dengan saya," suruh Reza. Surya meminta izin untuk melanjutkan pekerjaannya setelah tidak ada tugas lagi dari bosnya itu, Reza tidak sabar akan bertemu dengan para sahabatnya itu.


Malam telah tiba, Reza pulang lebih dulu ke apartemennya untuk bersiap-siap. Semenjak mengelola perusahaan sendiri Reza memilih untuk tinggal sendiri di apartemen, walau awalnya dia dilarang oleh kedua orang tuanya tetapi dia mencoba menyakinkan kedua orang tuanya bahwa pria itu akan baik-baik saja tinggal sendiri. Reza yang sudah rapih bergegas keluar apartemennya, dia menuju mobil yang sudah terparkir didepan lobby apartemennya.


"Langsung jalan saja Surya," perintah Reza yang ingin cepat sampai menuju tempat dimana dia akan bertemu dengan para sahabatnya. Reza yang tiba di tujuan langsung turun dengan bersemangat, dari kejauhan Reza melihat mereka semua sudah duduk dibangku yang sudah pria itu siapkan.


"Terima kasih sudah mau menghadiri undangan dari saya," ucap Reza tepat berada di belakang Andini.


Andini yang merasa mengenali suara itu segera menengok kebelakangnya, Fahmi dan yang lain juga mengikuti asal suara yang mereka sangat kenali itu.


"Reza," ucap mereka bersamaan. Andini menatap lekat pria yang berada dibelakangnya itu, Reza ikut memandang wajah gadis yang dirindukannya selama ini.


Dika dan Fahmi segera bangun dari duduknya dan langsung memeluk tubuh sahabatnya itu, "apa kabar kamu Za? Lama tidak ada kabar?" tanya Beni yang sambil berjalan kearah pria itu, dan memang sudah lama sepupunya itu tidak memberi kabar setelah kejadian hari itu.

__ADS_1


__ADS_2