
Reza yang baru tiba diapartemennya, segera mengistirahatkan tubuhnya setelah perjalanan yang banyak memakan waktu itu. Reza yang akan mulai belajar hidup mandiri, disana segera mencari tahu lokasi mana saja yang kemungkinan akan dia datangi. Besok adalah hari pertama Reza menikuti kuliahnya ,jadi hari ini dia bergegas keluar untuk mencari bahan makan dan membeli kebutuhannya untuk beberapa hari kedepan. Itu Reza lakukan agar besok dia tidak terlalu repot dengan urusan perutnya. Reza sudah lumayan lancar menggunakan bahasa inggris, jadi dia tidak terlalu kesulitan jika bertanya nanti.
Reza yang baru saja keluar dari kamar apartemen miliknya terkejut saat bertemu dengan Andrew, Andrew pun sama terkejut dengan keberadaan Reza. Reza menatapnya penuh tanya, apa yang Andrew lakukan disana. Dengan penuh pertimbangan akhirnya Reza memutuskan untuk memulai percakapan dengan Andrew, tidak ada salahnya jika dia berteman dengan mantan dari sang kekasih. Toh mereka sudah tidak bersama lagi, dan Andini pun sudah menjadi miliknya.
"Hay perkenalkan namaku Reza," ucap Reza memperkenalkan dirinya. Karena selama di Indonesia mereka tidak pernah berkenalan, walaupun beberapa kali pernah bertemu.
"Hay juga, namaku Andrew. Bukannya kamu pacarnya Andini? Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Andrew yang heran bagaimana bisa Reza berada disana.
"Bagaimana kalau kita berbicara sambil minum coffe?" ajak Reza, Andrew pun menerima ajakan Reza untuk minum coffe bersama. Mereka menuju sebuah cafe yang lumayan membuat nyaman para pengunjungnya, Andrew membantu Reza untuk mencarikan tempat duduk. Bagaimanapun juga Andrew sudah lebih dulu tinggal disana, Reza pun mengikuti Andrew. Mereka pun mulai bertukar cerita dan Reza menanyakan beberapa hal yang ingin dia ketahui tentang negara itu, Andrew pun menjelaskan dengan baik.
"Jadi kamu kuliah disini juga?" tanya Reza yang mengetahui Andrew ternyata adalahmenjadi salah satu seniornya dikampus nanti.
"Yups, sepertinya kamu akan jadi juniorku di kampus," ujar Andrew sambil meminum ice coffe pesanannya. "Kamu memang mau kemana Reza?" sambung Andrew.
"Aku mau membeli beberapa keperluan untuk di apartemenku, tapi aku belum tahu letak supermarket di daerah sini," ucap Reza. Andrew pun berinisiatif menemani Reza untuk berkeliling dan menemani dia berbelanja segala kebutuhannya.
Tak terasa waktu sudah semakin sore, Andrew memutuskan untuk pulang kembali ke apartemen masing-masing, Reza senang setidaknya dia tidak sendiri disana. Walaupun pada awalnya dia merasa canggung karena Andrew adalah cinta pertama dari kekasihnya itu, tapi tidaklah buruk jika mereka bisa berteman dan bersama-sama menjaga Andini.
__ADS_1
"Terima kasih ya sudah menemaniku hari ini, setidaknya aku tahu beberapa tempat menarik disini," ucap Reza tulus kepada Andrew.
"Tidak usah sungkan jika kamu membutuhkan bantuan, aku tinggal didepan kamarmu. Jadi kalau ada apa-apa bisa hubungi aku," jelas Andrew yang juga memberikan nomor teleponnya kepada Reza.
Reza pun pamit untuk masuk kedalam apartemennya, sesampainya didalam Reza menaruh belanjaannya di atas meja makan. Dia berlalu pergi kekamarnya untuk membersihkan diri, karena seharian ini dia pergi mengunjungi beberapa tempat disana. Selesai membersihkan diri Reza mengambil ponselnya, dia mencoba menghubungi Andini. Tak butuh waktu lama Andini langsung mengangkat telepon dari Reza, mereka mulai menanyakan kabar masing-masing dan Reza menceritakan pertemuannya dengan Andrew disana. Reza pun menceritakan bahwa dia dan Andrew sekarang berteman.
"Kamu beneran ketemu sama Andrew? Tapi kamu tidak bertengkar kan dengan dia?" tanya Andini penasaran. Karena setau Andini, Andrew masih penasaran akan sosok Reza. Andrew masih belum bisa melepaskan Andini begitu saja.
"Dia baik kok, malah kita sekarang jadi teman," terang Reza. "Kamu tidak usah khawatir aku akan baik-baik saja disini, jika memang apa yang kamu takutkan benar aku tidak akan tinggal diam," seru Reza dibalik sambungan teleponnya. Reza meminta izin untuk menyudahi panggilan teleponnya karena dia ingin beristirahat, Andini pun mengiyakan.
Andini yang mendengarnya antara khawatir dan senang dengan ucapan Reza, Andini khawatir jika Andrew berbuat nekad sedangkan Andini senang karena Reza bisa beradaptasi dengan mudah disana. Andini segera membersihkan diri, karena dia akan membantu sang Ibu di toko kue. Meli yang tidak memiliki kegiatan menghubungi teman-temannya, dia mengajak mereka berkunjung kerumah Andini. Meli menghubungi satu-persatu para sahabatnya itu, Meli segera mengirim pesan ke Beni.
Meli
Beni
Yuk, kapan?
__ADS_1
Meli
Sekaranglah, cepat sana siap-siap kita bertemu di depan komplek
Beni
Okeh
Meli memberi pesan kepada yang lainnya, mereka akan bertemu didepan komplek rumah Andini. Mereka yang kala itu merasa bosan liburan dirumah segera bergegas menuju rumah Andini, Andini yang sedang sibuk melayani para pembeli terkejut akan kedatangan para sahabatnya itu. Dia senang karena para sahabatnya mau membantunya, Andini yang sedang melayani pembeli di meja kasir tidak percaya melihat Mirna berada ditoko kue milik Ibunya.
"Kak Mirna," sapa Andini saat Mirna menghampirinya.
"Hay Din, apa kabar?" tanya Mirna.
"Baik Kak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mirna yang sibuk melihat-lihat kulkas kue yang ada ditoko itu.
"Aku mau membelikan kue ulang tahun buat pacar aku, menurutmu yang mana yang bagus?" tanya Mirna, Andini menunjukkan beberapa jenis kue yang menjadi pilihan banyak orang disana. Mirna mengambil pilihan yang di pilih Andini dan dia meminta tolong untuk menuliskan ucapan selamat di atas kue itu, sepeninggalan Mirna para sabahatnya menghampiri keberadaan Andini. Mereka menggosipkan bagaimana bisa Mirna memiliki seorang kekasih, Andini yang mendengarkan ucapan para sahabatnya hanya bisa menggelengan kepalanya.
__ADS_1
Jangan lupa tekan tombol jempolnya ya, karena like kalian sangat berarti buat aku. Terima kasih sudah mau mampir keceritaku.