MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 89 PERMINTAAN MAAF


__ADS_3

Clara menggigit bibir bawahnya setelah mengungkapkan perasaan yang selama ini di pendamnya, gadis itu sebenarnya ingin meminta maaf kepada Raditya setelah pemuda itu mengetahui semuanya.


Lama Raditya terdiam hingga akhirnya pemuda itu membuka suaranya, "Aku sudah maafkan kamu, dan juga aku minta maaf atas sikapku selama ini. Rasa kecewaku telah membutakan semuanya," tanpa basa basi Clara langsung memeluk tubuh pemuda di depannya. "Maaf Dit, maaf," ucapnya sambil menangis di dada bidang Raditya hingga baju yang di kenakan pemuda itu telah basah oleh air mata Clara.


Bayu yang mendengar semua percakapan mereka tidak bisa menahan tangisnya juga, walau ada rasa cemburu menggelayut di hatinya. Dengan langkah berat, Bayu ikut memberanikan diri untuk ikut meminta maaf kepada sahabatnya itu.


"Dit," panggil Bayu yang langsung berhambur memeluk tubuh sahabatnya.


Raditya membalas pelukan Bayu, "Maafkan aku juga Bay," ucap Raditya.


"Aku yang seharusnya minta maaf Dit, karena keegoisanku semua jadi seperti ini," Bayu melepas pelukannya dan menyeka air mata yang keluar dari kedua matanya.


Leon yang ingin mengajak Raditya untuk pulang bersama terdiam melihat kejadian di depan matanya, Leon dapat bernapas lega setelah melihat Bayu dan Raditya dapat kembali seperti dahulu. "Akhirnya kamu bisa memaafkan juga Dit," ucap Leon pelan.


Dengan langkah perlahan Leon menghampiri Raditya, "Dit," panggilnya. Tanpa aba-aba Leon langsung memeluk tubuh pemuda di depannya , "Ini baru sahabat terbaik yang aku kenal," puji Leon. Dirinya yakin jika Raditya sebenarnya sudah memaafkan Bayu, hanya saja waktu yang belum dapat menjawabnya.


"Bagaimana kalau untuk merayakan ini semua kita makan-makan, sekaligus perpisahan karena aku lusa akan berangkat ke luar negeri untuk meneruskan pendidikan di sana," usul Clara. Gadis itu merasa bahagia karena pada akhirnya dapat melihat sahabatnya berkumpul seperti dahulu walaupun, dirinya harus pergi meninggalkan ibukota dengan waktu yang lumayan lama.

__ADS_1


"Aku setuju dengan Clara," jawab Leon. Pemuda itu segera menghubungi Rian untuk ikut pergi bersama mereka, Rian dengan senang hati akan ikut.


Tak butuh waktu lama, Rian yang sedang pergi ke toilet segera menyusul Leon dan juga Raditya ke parkiran sekolah. "Yuk berangkat," ajak Rian yang baru tiba. Mereka semua bergegas pergi meninggalkan sekolah menuju salah satu mall yang dekat dengan mereka sekarang, "Kita mau ngapain dahulu nih?" tanya Leon ketika mereka sudah sampai di parkiran mall.


"Kan mau makan, memang mau ngapain lagi?" tanya Rian yang merasa bingung dengan pertanyaan sahabatnya itu.


"Ya kirain kita nonton dahulu atau belanja," kekeh Leon. Raditya hanya tertawa mendengar keinginan sahabatnya, "Sudah kita lihat nanti saja ya," Raditya berjalan menuju sebuah food court yang berada di dalam mall.


"Makan di sini saja mau kan?" Raditya mengusulkan salah satu stand makanan yang menurutnya lumayan enak dengan harga terjangkau. "Ternyata kebiasaan kamu tidak pernah berubah ya Dit," sindir Clara. Raditya tersenyum karena gadis itu masih mengingat kebiasaannya, Leon dan Rian hanya mendengarkan saat mereka membicarakan saat mereka bersama dulu.


"Ternyata kamu Dit?" ucap Leon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Rian tertawa melihat kelakuan pemuda di depannya itu, di saat mereka sedang asik bercerita akan masa lalu seorang pelayan menghampiri meja mereka, "Permisi mau pesan apa?".


"Kalian mau apa?" tanya Rian memberikan buku menu kepada Clara agar wanita itu memesannya lebih dahulu.


"Curang kamu Yan, pesan duluan habis itu baru Clara yang di suruh pesan," ketus Leon. Pemuda itu berpura-pura marah kepada Rian, Rian hanya tertawa melihat tingkah laku Leon.


Mereka memesan makanan masing-masing, "Kamu mau sekalian atau tidak Dit?" tanya Clara setelah memesankan makanan untuknya dan juga Bayu. Raditya terdiam dan menganggukkan kepalanya, "Ternyata kamu masih ingat makanan kesukaanku," Raditya sedikit terkejut saat Clara ternyata masih mengingat makanan kesukaannya yang tersedia di sana.

__ADS_1


"Aku pikir seleramu tidak akan berubah Dit walaupun kita sudah tidak pernah bertegur sapa selama tiga tahun," sindir Clara yang masih mengetahui apa yang tidak di sukai dan di sukai oleh pemuda itu. Setelah semua memesan makanan, sang pelayan undur diri untuk menyiapkan pesanan mereka.


Hening sejenak sebelum Clara memulai berbicara kembali, "Aku senang sekali bisa seperti ini, apalagi aku bisa melanjutkan pendidikanku dengan tenang tanpa memikirkan kamu lagi Dit," jujur Clara. Raditya tahu jika sahabat wanitanya itu sudah ingin meminta maaf hanya saja, dirinya selalu menghindar bila Clara mendatanginya.


Pesanan mereka tiba, Clara tidak lupa mengucapkan terima kasih saat pelayan mulai menaruh satu persatu makanan pesanan mereka. "Apakah kita dapat bersahabat seperti dahulu Dit?" tanya Bayu di sela-sela memakan makanan pesanannya. Raditya terdiam sejenak memikirkan akan mengambil keputusan seperti apa, mengingat kenangan yang pernah mereka lalui bersama bisa dapat melumpuhkan rasa kecewa di hati Raditya.


"Kenapa tidak," jawab Raditya yang langsung mendapat pelukan dari Bayu. Pemuda itu amat senang karena sahabatnya yang dahulu sudah kembali lagi, perlahan dia akan menebus semua kesalahan yang pernah di buatnya.


"Akhirnya kita tambah sahabat baru," goda Leon. Rian merasa bahagia saat melihat Raditya dapat tertawa dan berbaikan dengan Bayu, semoga persahabatan mereka bisa terus kuat, lirih Rian dalam hati. Pemuda itu berharap, Raditya dapat bahagia dan dapat melupakan apa yang terjadi di masa lalu.


Tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat, Clara meminta izin untuk pulang lebih dahulu karena dirinya harus menyiapkan segala keperluannya untuk ke luar negeri lusa. "Aku pulang duluan ya Dit, terima kasih untuk hari ini," ucap Clara.


"Bay, kamu antar Clara pulang. Tidak mungkin dia pulang seorang diri," perintah Raditya. Pemuda itu tahu jika Bayu masih ingin berkumpul bersama dengan dirinya dan juga yang lain tetapi, dia juga tidak tega Clara harus pulang seorang diri. "Nanti setelah selesai antar Clara kamu datang ke rumahku, kita kumpul di sana," sambung Raditya agar sahabatnya itu mengerti dengan keadaan.


"Okeh, aku antar Clara dahulu ya," pamit Bayu menyusul Clara yang sudah lebih dahulu berjalan keluar mall.


"Aku bangga padamu Dit, akhirnya kamu bisa berdamai dan mulai bisa memaafkan masa lalu," ucap Rian sambil menepuk pundak Raditya pelan.

__ADS_1


"Bukankah kita harus bisa memaafkan? Aku sadar akan kesalahan yang telah aku perbuat," sesal Raditya. Rasa kecewa yang menghantui dirinya perlahan mulai di hapus sehingga dia bisa memaafkan keadaan, Raditya berjanji akan mulai membuka hati dan melupakan rasa cintanya terhadap Clara.


__ADS_2