
Andini yang sedang berada dikamarnya segera membersihkan dirinya terlebih dahulu, dia akan menjelaskan kepada Rian tentang pertemuannya dengan Reza hari ini. Andini mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi nomor Rian, tetapi nomor Rian sedang tidak aktif. Andini yang heran karena nomor Rian tidak aktif segera menirimkannya pesan, Andini berharap Rian membaca pesannya nanti. Andini kembali memikirkan ucapan Reza padanya, Andini bingung harus melakukan apalagi. Andini mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi sahabatnya Meli, dia ingin menceritakan semuanya.
"Hallo, Mel," sapa Andini ketika sambungan teleponnya diangkat oleh sang sahabat.
"Iya Din, ada apa tumben telpon?" tanya Meli yang heran sahabatnya itu tidak biasanya menelponnya.
Andini menceritakan apa yang terjadi padanya, Meli yang mendengarkan cerita Andini hanya bisa tertawa karena sikap polos sahabatnya itu.
"Astaga Andini, kamu betul tidak tahu kalau sebenarnya Kak Rian itu suka sama kamu?" tanya Meli yang benar-benar geram karena Andini tidak memahami perasaan Rian kepadanya, Andini hanya menggelengkan kepalanya walaupun Meli tidak dapat melihatnya.
"Aku harus bagaimana Mel? Kamu tahu sendiri perasaanku saat ini," ucap Andini yang merasakan kebingungan dengan perasaannya saat ini Din," saran Meli. Andini mengahiri panggilan teleponnya karena dia sudah sangat mengantuk saat ini. Andini merebahkan tubuhnya, dia menatap langit-langit kamarnya.
"Apa benar yang dikatakan Meli? Apa yang Kak Rian suka dari aku?" tanya Andini pada dirinya sendiri, dan tak lama dia terlelap tidur.
Andini yang sudah rapih dengan seragamnya segera menuju keruang makan rumahnya, saat Andini tiba diruang makan dia tidak terkejut karena Reza yang juga berada disana. Karena kemarin Reza berjanji akan mengantar jemput nya kesekolah selama dia berada di Indonesia, diluar rumah Andini seseorang yangjuga ingin mengantarnya sekolah mengurungkan niat setelah melihat ada motor lain yang terparkir disana. Rian kembali menyalakan motornya dan bergegas pergi dari rumah Andini, Andini yang tidak sengaja melihat kepergian Rian hanya bisa terdiam memikirkan perkataan Meli yang kembali hadir dipikirannya.
"Kamu lihat apa?" tanya Reza, Andini yang sedang termenung terkejut saat Reza menegurnya.
"Tidak, aku tidak lihat apa-apa. Mending jalan sekarang saja ya aku takut terlambat," ujar Andini yang mencoba mengalihkan pembicaraannya. Karena kalau sampai Reza tahu apa yang terjadi, maka tidak mungkin akan terjadi perkelahian disana. Disaat Andini dan Reza menuju sekolahnya, dia tidak sengaja bertemu dengan Rian yang sedang menepi tidak jauh dari rumahnya. Andini yang melihat keberadaan Reza mencoba untuk memperhatikan apa yang sedang dilakukan pria itu, tatapan mata mereka bertemu seketika. Andini terus memikirkan perasaannya yang tidak menentu saat ini, Andini bergegas turun dari motor Reza dan langsung menuju kelasnya.
Andini mendudukkan dirinya dengan kasar, Meli yang melihat Andini langsung menanyakan apa yang terjadi padanya.
__ADS_1
"Kenapa kamu Din?" tanya Meli sambil melihat wajah bingung sahabatnya itu.
"Tadi aku tidak sengaja melihat Kak Rian kerumahku, tapi Kak Reza sudah ada lebih dulu. Lalu pas sedang dijalan aku melihat Kak Rian sedang menepi, aku sih tidak tahu dia sedang apa disana, Cuma kok perasaan aku tidak enak ya" jelas Andini sambil mengingat apa yang dia lihat tadi.
Beni yang baru tiba langsung mengagetkan kedua sahabatnya itu.
"Hayo lagi pada apa?" tanya Beni, Andini langsung memukul tangan Beni dengan buku yang dia pegang.
"Berisik kamu, mau tahu saja urusan perempuan. Sudah sana duduk di tempatmu saja," perintah Andini. Beni segera duduk dibangkunya, dia asik bermain games dikelas sebelum gurunya datang. Andini yang melihat ponsel langsung mengambil ponselnya, dia memiliki ide untuk mengajak Kak Rian berbicara dengannya nanti.
Andini
Kak nanti jam 3 sore bisa bertemu, ada yang ingin aku bicarakan dengan Kakak.
Rian
Andini
Nanti saja aku jelaskan, yang penting Kakak bisa atau tidak?
Rian
__ADS_1
Okeh, nanti jam 3 aku jemput kamu dirumah ya,
Andini
Okeh Kak
Rian yang mendapatkan pesan dari Andini tersenyum saat membalas pesan itu, Rian berfikir apa yang ingin dibicarakan oleh Andini. Dia tidak akan menyia-yiakan kesempatan ini, begitu pikirannya saat ini. Andini yang dijemput Reza mendapatkan banyak tatapan iri dari teman-temannya itu, mereka mengira hubungan Andini dan Reza telah berakhir karena Reza yang meneruskan sekolahnya di luar negeri. Reza bergegas pulang ketika selesai mengantarkan Andini sampai dirumahnya, karena Reza sudah berjanji untuk mengantarkan Ibunya pergi kerumah Kakaknya. Andini bergegas membersihkan dirinya karena jam sudah menunjukkan pukul 2, sebentar lagi Rian akan datang menjemputnya. Andini langsung turun saat sang Kakak memanggilnya, dia melihat Rian sudah menunggunya diruang tamu rumahnya.
"Yuk Kak, nanti keburu malam," ajak Andini saat dirinya sampai diruang tamu rumahnya.
"Om, Tante saya pergi dahulu sebentar ya. Saya meminta izin bawa anak Om keluar sebentar," ucap Rian yang langsung di tertawakan oleh Raditya sahabatnya itu.
"Gayamu Rian, formal sekali sih," ledek Raditya yang tidak berhenti menertawakan sahabatnya itu.
"Sudah-sudah Raditya," suruh Ayah Andini. "Jangan malam-malam pulangnya, karena besokn Andini ada acara perpisahan sekolah," sambung Ayah Andini yang memberi izin kepada Rian untuk membawa anak kesayangannya itu keluar sebentar.
Rian mengajak Andini kesalah satu cafe favoritnya, Andini merasa tidak enak karena awalnya dia yang mengajak bertemu untuk menjelaskan semuanya.
"Kamu mau menjelaskan apa Din?" tanya Rian setelah selesai memesan makanan dan minuman dicafe itu.
"Aku sebelumnya minta maaf sama kamu Kak, mungkin aku telah menyakiti perasaan Kakak," ujar Andini yang meminta maaf kepada Rian."Apa yang Kakak lihat kemarin itu tidak yang seperti Kakak bayangkan, aku dan Kak Reza tidak sengaja bertemu. Dia menjelaskan kenapa memutuskan aku waktu itu, tapi aku juga belum bisa menerima dia kembali," tutur Andini yang entah mengapa dia ingin menjelaskan itu semua ke Rian. Apalagi jika meningat perkataan Meli tentang perlakuan dan perasaan Rian padanya. Andini yang sudah merasa cukup menjelaskan semua yang terjadi, mengajak Rian untuk pulang. Rian dapat bernafas lega setelah mendengarkan apa yang Andini ceritakan, walaupun Rian masih belum berani mengutarakan perasaannya tapi dia akan setia menunggu kapan waktu itu tiba.
__ADS_1
"Terima kasih ya Kak untuk hari ini," ucap Andini ketika Rian mengantarkannya sampai rumah.
"Iya sama-sama, aku juga terima kasih telah menjawab kegundahan yang ada dihatiku," ujar Rian tanpa sadar. Andini yang mendengarnya mengeryitkan dahinya, dia sedikit tidak paham maksud dari Rian. Raditya yang mendengar suara motor sahabatnya itu segera keluar untuk memastikan, Andini yang melihat Kakaknya itu bergegas pamit kepada Rian untuk segera dirinya beristirahat. Andini kembali mengingat dan mencoba memahami maksud dari perkataan Rian tadi, dia akan menanyakannya nanti.