MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 27 MASUK KEMBALI


__ADS_3

Tak terasa dua minggu berlalu, hari ini murid-murid SMA Pertiwi mulai masuk sekolah kembali. Andini yang pagi ini di antar oleh Kak Raditya, karena Reza sudah jalan lebih awal untuk rapat OSIS. Sesampainya di sekolah Andini langsung menuju ke kelasnya untuk menaruh tas, di dalam kelas sudah ada Beni, Meli, Bela dan Yani yang sedang asyik berbincang-bincang.


"Tumben sudah pada hadir," tukas Andini sambil menaruh tasnya di atas meja.


"Hari pertama masuk setelah liburan harus rajin dong," canda Beni yang mendapat sorakan dari para sahabatnya itu.


"Gaya banget kamu Ben, rajin dari mana? Dari Hongkong, kerjaannya bolos terus juga," tawa Andini karena mereka tahu betul seperti apa sifat Beni itu.


"Kalian lagi bicarakan apa sih?" tanya Andini yang penasaran karena pada saat dia datang terdengar mereka bersenda gurau, Andini pun mendudukkan dirinya di kursi.


"Lagi nanya Beni sudah punya pacar atau belum," kata Yani.


"Ben, kamu sudah punya pacar belum?" pancing Meli yang penasaran karena dia melihat Beni jalan dengan perempuan di mall kemarin. Beni menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.

__ADS_1


"Belum, masih pendekatan dulu aku, susah juga buat deketin cewek ya," tutur Beni lesu.


"Masa aku harus langsung main tembak aja, kenalnya juga baru apa kata dia nanti," tambah Beni, yang lain hanya menganggukkan kepalanya.


"Siapa namanya Ben? Terus sekolah di mana?" tanya Andini antusias karena akhirnya Beni bisa mendekati perempuan selain para sahabatnya.


"Ada deh, mau tau saja kamu," jawab Beni malu. "Nanti kalau sudah resmi ya baru aku kenalkan," sambung Beni kembali.


Bel tanda masuk berbunyi, murid-murid bergegas menuju lapangan untuk apel pagi. Andini dan teman-temannya lebih memilih berbaris di bagian belakang, karena menurutnya di bagian belakang lebih enak di bandingkan di barisan paling depan.


Reza tidak menyadari jika Andini ada berada di belakangnya, samar-samar di telinga Andini Reza berbicara bahwa dia merindukan sosok yang di seberang sana. Pikiran Andini mulai di isi dengan penuh pertanyaan, siapa yang di rindukan oleh Reza. Andini melewati tubuh Reza begitu saja, Reza yang sadar bahwa Andini melewatinya mencoba memangil tetapi tidak di tanggapi oleh Andini. Andini terus berjalan menuju kelasnya tanpa memperdulikan Reza yang terus memangilnya, bertanya dalam hati ada apa dengannya.


Setibanya di kelas Andini langsung duduk di tempatnya dan terus memikirkan sosok yang sedang menelepon Reza, Meli yang melihat Andini melamun segera menyadarkannya.

__ADS_1


"Ngapain melamun kamu? Dari mana saja tadi, untung Pak Somad belum masuk kelas," sapa Meli yang melihat Andini seperti sedang melamun memikirkan sesuatu.


"Kebelet tadi habis apel jadi aku ke toilet dahulu sebentar," ujar Andini sambil terkekeh kecil.


Tak lama Pak Somad memasuki kelas dan mengajarkan pelajaran matematika, Andini yang biasanya akan bersemangat ketika pelajaran matematika hanya diam menatap penjelasan dari Pak Somad. Bel istirahat berbunyi Andini yang biasanya bersemangat untuk makan di kantin hari ini izin kepada teman-temannya untuk istirahat di kelas saja, Meli yang curiga dengan sikap Andini yang berubah seolah tidak memperhatikan. Toh nanti dia juga akan cerita kalau sudah siap, Beni dan Meli melanjutkan perjalanan menuju kantin untuk makan siang.


Sesampainya di kantin Reza langsung menanyakan keberadaan Andini yang tidak terlihat bersama dengan Beni dan Meli, Meli menceritakan tentang sikap Andini yang berubah kepada Reza. Reza yang paham langsung menuju kelas Andini dengan membawakan makanan dan minuman untuknya. Reza dengan senyumnya segera menghampiri Andini, memberikan makanan dan minuman yang dia bawa untuk Andini.


"Kamu kenapa,hmmm?" tanya Reza saat duduk di sebelah Andini.


"Tidak apa-apa, cuma lagi tidak enak badan saja sepertinya," tukas Andini.


Reza membantu membukakan makanan dan minuman yang dia bawa dan langsung di berikan ke Andini.

__ADS_1


"Makan dulu ya biar tidak tambah sakit nantinya," ujar Reza yang menyuapkan makanan ke mulut Andini, Andini yang malu menutup mulutnya rapat-rapat.


"Aku bisa makan sendiri Kak, malu nanti kalau ada yang lihat," terang Andini. Reza terus memaksa dan Andini pun pasrah akan perlakuan Reza kepadanya.


__ADS_2