MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 99 KELILING SEKITAR


__ADS_3

Andini terbangun saat melihat matahari yang sudah berubah menjadi gelap, wanita itu tertidur setelah pergulatannya dengan sang suami. Andini bergegas turun untuk menyiapkan makan malam untuknya dan juga Surya, karena tidak mungkin hanya untuknya berdua.


Andini terkejut saat memasuki dapur di villa itu, wanita itu menemukan wanita paruh baya yang sedang memasak. "Kamu siapa?" tanya Andini, karena setahu dirinya mereka hanya bertiga di dalam villa itu.


"Perkenalkan nama saya Sarah Bu, saya pembantu sekaligus penjaga villa ini," Sarah memperkenalkan dirinya. Reza terkejut saat meraba sebelah tempat tidurnya yang kosong, pria itu segera turun mencari keberadaan istri kesayangannya. Terdengar di telinga Reza percakapan dari arah dapur, pria itu segera melihat ada apa yang terjadi.


"Ada apa sayang?" tanya Reza tiba-tiba dari belakang Andini, wanita itu terlonjak kaget saat merasakan sentuhan di belakang pundaknya. "Sayang," lirih Andini yang membuat gairah Reza kembali memuncak.


Andini yang sadar sedang berada di mana segera melepaskan pelukannya, "Sayang lihatlah kita sedang berada di mana?" ucap Andini. Reza menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, "Ini ada apa sebenarnya?" Reza mulai tersadar akan kejadian tadi.


"Aku lupa sayang, ini Bu Sarah asisten rumah tangga di sini dan suami Bu sarah, Pak Wahyu yang menjaga villa ini," Reza memperkenalkan para penjaga villa yang beberapa bulan lalu di belinya.


Reza mengajak Andini untuk kembali ke dalam kamarnya, mereka berdua pamit kepada Sarah dan juga Wahyu. "Cantik ya Bu, istrinya Pak Reza,'' puji Wahyu. Sarah mengiyakan ucapan sang suami, "Sudah cantik, baik pula ya Pak."


Sarah melanjutkan pekerjaannya memasak makan malam untuk para penghuni yang berada di villa itu, Wahyu membantu Sarah agar pekerjaan sang istri cepat selesai.


Reza menuntun Andini untuk masuk ke dalam kamar, "Mandi dahulu setelah itu kita makan," Reza menyuruh sang istri untuk membersihkan dirinya lebih dahulu. Pria itu mengambil ponselnya yang berada di meja samping tempat tidur, dia memberi kabar kepada Raditya jika dirinya dan juga Andini telah sampai di tempat tujuan.


"Kak, aku dan Andini sudah tiba. Tolong sampaikan pesanku kepada ayah dan ibu ya," ucap Reza saat panggilannya tersambung dan di angkat oleh kakak iparnya.


Raditya menganggukkan kepalanya yang tidak terlihat oleh Reza, "Iya nanti aku sampaikan. Kalian baik-baik di sana, bawa kabar bahagia untuk ibu," ucap Maya yang langsung menyambar ponsel sang anak. Raditya hanya berdecak sebal dengan ulah sang ibu, "Ya sudah aku mau makan malam dulu ya Bu," Reza pamit kepada ibu mertuanya. Pria itu mematikan panggilannya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi setelah sang istri, "Sana kamu mandi dulu, aku tunggu di bawah ya," ucap Andini. Reza menganggukan kepalanya dan berlalu meninggalkan Andini yang sedang sibuk menyisir rambut panjangnya.


"Sudah semua Bu Sarah?" tanya Andini saat melihat Sarah sedang menaruh beberapa menu makanan di atas meja.


Sarah menundukkan kepalanya, "Sudah Bu ada yang bisa saya bantu?" tanya Sarah saat melihat majikannya masuk ke dalam dapur.


"Biar saya uang ambilkan Bu," sambung Sarah saat Andini sedang memeras jeruk untuknya.


"Tidak apa-apa, saya hanya ingin membuat jus jeruk saja," ujar Andini yang terus fokus membuat jus jeruk untuknya minum. Wanita itu malah menyuruh Sarah untuk memanggil Surya, "Bu ini biar aku saja yang buat, ibu tolong panggilkan Surya saja ya di kamarnya," perintah Andini yang langsung di kerjakan oleh Sarah.

__ADS_1


Sarah segera melaksanakan perintah dari Andini, dia memanggil Surya yang masih berada di kamarnya. "Permisi Pak," Sarah mengetuk-ngetuk pintu kamar Surya dan tidak lama Surya membuka pintu kamarnya, "Ada apa Mba?" tanya Surya.


"Di suruh ibu buat makan malam Pak," ucap Sarah yang menjelaskan perintah dari bosnya itu. "Nanti saya turun Mba, terima kasih ya," ucapnya sambil menutup pintu kembali. Surya merapikan pekerjaan yang sedang dia kerjakan, baru bergegas turun menuju ruang makan untuk makan malam. Reza yang baru akan keluar kamar terkejut saat mendengar Andini menyuruh Sarah untuk mengajak Surya makan malam bersama, rasa cemburu Reza mulai merasuki pikirannya. "Apa-apaan kenapa Surya yang di ajak makan malam," gerutu Reza yang kembali masuk ke dalam kamarnya. Pria itu berniat untuk menyusul sang istri tetapi, niat itu dia urungkan karena perasaan cemburu yang sedang mengisi hatinya kini.


Andini yang telah selesai membuat jus jeruk untuknya segera menuju ke meja makan, wanita itu di buat heran karena hanya Surya yang sudah duduk di sana. "Surya dimana bos mu?" tanya Andini sambil menaruh gelas yang di pegangnya.


"Sepertinya Bapak belum keluar Bu, masih di dalam kamar," ucap Surya. Andini segera pergi menuju kamar untuk memanggil sang suami terlebih dahulu, "Kenapa tidak turun?" tanya Andini ketika dirinya sudah masuk ke dalam kamar.


Reza tidak memperdulikan ucapan sang istri, dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Andini yang tidak mendapatkan respon dari sang suami berjalan menghampiri pria yang sedang menggerutu di bawah selimut, wanita itu membuka sedikit selimut yang di gunakan oleh Reza.


"Kamu sakit?" tanya Andini sambil menyentuh dahi Reza dengan punggung tangannya.


Reza kembali menaikan selimut yang sempat terbuka itu, Andini mengeryitkan dahi saat melihat Reza yang sepertinya sedang merajuk padanya. "Kamu kenapa sih? Apa aku punya salah?" tanya Andini yang mulai geram dengan sikap Reza.


Reza membuka selimutnya, "Kamu kenapa menyuruh Sarah untuk panggil Surya sedangkan aku? Kamu tidak perduli dengan aku?" tanya Reza dengan sedikit berteriak. Andini terlonjak kaget saat mendengar Reza yang sedikit meninggikan suaranya, Andini yang merasa kesal bergegas pergi meninggalkan Reza seorang diri.


"Kenapa jadi dia yang marah?" tanya Reza bingung. Pria itu segera bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju dapur, "Kemana Andini?" tanya Reza saat tidak menemukan sang istri di ruang makan.


Reza duduk di salah satu bangku dengan perasaan lemas, "Apa yang sudah aku lakukan?" lirih Reza memegang kepalanya dengan kedua tangan.


Surya sedikit heran dengan sikap bos nya itu, "Maaf Pak, apa ada masalah?" tanya Surya hati-hati. Dia sebenarnya tidak ingin mengetahui apa yang terjadi dengan bosnya tetapi, setelah melihat wajah Reza yang sedikit di frustasi membuat pikirannya bertanya-tanya.


"Maaf Pak, tadi saya lihat Ibu jalan sendirian keluar. Pas saya tanya mau kemana ibu hanya bilang mau cari angin sebentar tetapi, wajahnya terlihat sedih Pak," ucap Sarah tiba-tiba.


Sarah menceritakan tentang pertemuannya dengan Andini tadi, dia menjelaskan apa yang dilihatnya. Sarah dan sang suami yang sedang duduk di depan rumah, di buat terkejut saat melihat istri dari bos nya berjalan keluar seorang diri. Awalnya Sarah ingin ikut menemani tetapi, dirinya di larang untuk mengikutinya.


"Jadi dia pergi kemana malam-malam seperti ini?" Reza mulai merasa bersalah saat tadi tidak menghiraukan Andini.


"Bodohnya aku," sambung Reza sambil memukul-mukul kepalanya. Surya yang melihat Reza memukul kepalanya mencoba menghentikan, "Tunggu Pak, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Surya.

__ADS_1


Reza tanpa memperdulikan pertanyaan Surya bergegas meninggalkan pemuda itu seorang diri, dia mencoba mencari Andini di sekitar villa. Tanpa mengganti pakaian, Reza berjalan menyusuri sekitar villa yang lumayan dingin saat malam hari. Kedua mata Reza tidak berkedip saat melihat seseorang yang sedang duduk di bangku taman tidak jauh dari villa tempatnya menginap, Reza segera menghampiri dan duduk di sebelah wanita itu.


"Kenapa disini? Kamu marah sama aku?" tanya Reza. Andini mengenali suara siapa itu, tanpa menoleh ke arahnya wanita itu menjawab dengan tidak acuh. "Buat apa kamu ke sini?" tanya Andini tanpa sedikitpun melihat ke arah Reza.


Reza bangun dari duduknya dan berlutut di depan Andini, terlihat kedua mata Andini yang basah karena menangis. Reza memegang kedua tangan Andini, di cium dan di genggam kedua tangannya.


"Maaf kalau aku tadi sempat marah sama kamu, aku cemburu saat kamu menyuruh Sarah untuk memanggil Surya bukan aku," Reza menjelaskan perasaan cemburu yang sedang hinggap di hatinya. Andini langsung mengelap kedua matanya dan memukul pelan lengan Reza, "Bisa-bisanya kamu cemburu sama Reza?" Andini menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar pernyataan Reza yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.


Reza terkekeh melihat senyum Andini yang kembali terbit, "Iya maaf sayang, aku mohon jangan marah lagi ya," Reza mengatupkan kedua tangannya.


"Tapi kamu harus janji tidak akan cemburu seperti itu lagi," Andini memberikan syarat agar Reza tidak mengulanginya lagi. Reza menerima dan menganggukkan kepalanya, "Aku janji demi kamu satu-satunya untukku," ucap Reza.


Andini yang mendengar gombalan Reza, tersipu malu hingga tanpa sadar kedua pipinya menjadi merah merona. "Bagaimana kalau kita keliling sekitar sini baru setelah itu kita pulang," ajak Reza.


Andini segera bangkit dari duduknya dan mengiyakan ajakan Reza, "Ayo," ucapnya sambil jalan mendahului Reza. "Kita mau kemana?" tanya Andini yang sadar jika mereka berdua tidak tahu akan pergi kemana.


"Ikut saja, pasti nanti kamu suka," ujar Reza yang terus mengajak Andini untuk berjalan di sisinya. Reza menggenggam erat tangan Andini, sambil terus berjalan Reza bercerita tentang masa di mana dirinya harus pergi jauh meninggalkan Andini. "Aku bahagia sekarang bisa miliki kamu seutuhnya, semoga kita selalu bisa sama-sama dan mempunyai anak yang banyak."


Andini menghentikan langkahnya, "Apa kamu bilang banyak anak?" tanya Andini yang tidak setuju dengan impian Reza. Bukan Andini tidak ingin memiliki anak yang banyak, hanya saja dia juga harus memikirkan bagaimana masa depannya nanti. "Aku tidak masalah jika kamu mau memiliki anak banyak, sekarang saja aku belum hamil," Andini kembali bersedih mengingat dirinya sampai saat ini belum memiliki seorang momongan.


Reza yang tersadar akan ucapannya segera meminta maaf dan kembali melanjutkan perjalanannya, "Maaf sayang bukan maksud aku menyinggung perasaan kamu, aku bahagia asal selalu ada kamu di hatiku," Reza mencoba menenangkan sang istri.


Andini yang sadar ikut meminta maaf kepada Reza, "Maaf aku terlalu terbawa suasana," ucapnya. Reza tersenyum saat melihat Andini yang kembali tertawa, karena baginya berumah tangga itu bukan hanya memiliki keluarga dan anak akan tetapi, saling menghargai dan saling mendukung juga sangat di perlukan agar rumah tangga dapat berjalan dengan semestinya.


Reza mengajak Andini berkeliling sekitar villa tempat mereka menginap, "Kita jalan sampai depan sana bagaimana? Pasti kamu suka," Reza mengajak Andini untuk berjalan menyusuri jalanan masuk ke villa. Terlihat dari kejauhan banyak pedagang yang berjualan di sana ketika malam hari, Andini merasa bahagia karena bisa berjalan-jalan walau hanya di sekitar villa baginya jalan berdua dengan Reza sangatlah jarang terjadi mengingat jadwal sang suamia yang selalu penuh membuatnya harus menunggu lebih lama.


"Kamu mau apa?" tanya Reza saat mereka sudah tiba di depan jalan, Andini terlihat bingung karena banyak sekali stand makanan yang tersedia di sana. Andini melihat satu-persatu stand makanan yang ada hingga dirinya berhenti di salah satu stand makanan favoritnya, "Aku mau itu saja," ucapnya sambil mneinjuk Bapak penjual martabak.


"Kita beli satu ya, habis itu kembali ke villa bagaimana?" tanya Reza, Andini menganggukkan kepalanya mengiyakan perintah sang suami.

__ADS_1


Reza membelikan martabak manis kesukaan sang istri, setelah itu mereka kembali ke villa karena udara yang semakin dingin bila berlama-lama di luar.


Jangan lupa tekan like nya ya, komen juga boleh bila berkenan, rate-nya juga bagi ya🤧🤧🤧🤧 apalagi votenya. Aku tunggu ya😊😊😊😊


__ADS_2