
"Sisil," panggil Fahmi saat tidak sengaja bertemu dengan dengan kekasihnya itu.
"Fahmi," gumam Sisil yang merasa gugup karena dia saat ini tengah jalan dengan teman prianya. Fahmi segera menghampiri sang kekasih, dia terlihat memicingkan matanya saat melihat pria lain didepan kekasihnya itu.
"Siapa dia Sisil?" tanya Fahmi yang mencoba tenang dan berfikir positif akan kekasihnya itu, Fahmi berharap apa yang dia lihat bukanlah kenyataan pahit.
"Perkenalkan saya Nathan pacarnya Sisil, kalau boleh tahu kamu siapa?" ucap Nathan yang memperkenalkan dirinya sebagai kekasih dari sang pacar, Fahmi yang sedikit syok mendengar ucapan pria itu mencoba menenangkan dirinya terlebih dahulu.
"Saya temannya Sisil, sudah lama tidak jumpa ya Sil," ucap Fahmi yang mencoba terlihat tenang. "Maaf aku masih ada urusan permisi," sambung Fahmi yang sudah tidak kuat menahan emosinya jika tetap berada disana. Dia bergegas meninggalkan Sisil bersama kekasih barunya itu, Fahmi yang sedang berjalan sendiri tidak sengaja menabrak seseorang karena dia kurang memperhatikan jalan di depannya.
"Aduh," ucap gadis yang tidak sengaja tertabrak oleh Fahmi.
"Maaf saya tidak sengaja,"ucap Fahmi dan mencoba membantu untuk gadis yang dia tabrak berdiri.
"Yani," "Kak Fahmi," ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
"Maaf ya Yan aku tidak melihat tadi," ucap Fahmi yang merasa tidak enak karena telah membuat gadis berbaju biru itu terjatuh.
"Tidak apa-apa Kak, cuma sakit sedikit saja," jujur Yani yang memang tidak terlalu sakit saat terjatuh tadi.
"Kamu sedang apa disini Yani? Dan sama siapa kamu?" tanya Fahmi sambil melihat sekelilingnya.
"Aku lagi cari buku ini Kak," jawab Yani sambil menunjukkan sebuah buku di tanganya. "Aku sendirian, tadi mengajak Andini tapi dia sedang sibuk membantu Ibunya di toko. Bela dan Meli mereka sudah punya acara masing-masing," jawab Yani lesu. Dia sebenarnya ingin pergi bersama dengan para sahabatnya tetapi mereka tidak bisa karena sudah memiliki acara, Yani memutuskan untuk pergi sendiri.
Fahmi mengajakan Yani untuk makan siang bersama, sebagai tanda ucapan permintaan maaf karena tidak sengaja menabraknya tadi. Mereka makan di sebuah food court yang tidsk jauh dari toko buku, Fahmi memesan beberapa makanan, dia juga menananyakan kepada Yani, "kamu mau pesan apa?". Yani memesan makanan yang sama dengan Fahmi, sambil menunggu makanan mereka tiba Yani dan Fahmi menanyakan tentang sekolah masihng-masing.
Saat makanan tiba, mereka langsung menyantapnya dengan diselingi canda dan tawa, Fahmi mulai bisa melupakan sedikit masalah yang terjadi padanya, "aku boleh minta nomormu?" tanya Fahmi saat mereka akan bergegas pulang kerumah. Fahmi meminta nomor ponsel Yani agar dia bisa menghubunginya lain waktu. Fahmi mengantarkan Yani pulang kerumahnya, "Mampir dahulu Kak," ajak Yani saat motor yang dia tumpangi dengan Fahmi tiba didepan pagar rumahnya.
Bukannya Fahmi tidak ingin mampir, tetapi dia harus menyelesaikan masalahnya dengan Sisil terlebih dahulu. Fahmi bergegas pergi dari rumah Yani, tujuannya dia kali ini adalah rumah Sisil. Dia ingin meminta penjelasan dengan gadis itu dan dia ingin memastikan hubungannya sekarang, karena dia tidak ingin berlarut dengan sakit hati.
Fahmi mengetuk pintu rumah Sisil, "Aku bisa bicara sebentar?" tanya Fahmi ketika Sisil membukakan pintu untuknya, Sisil terkejut saat melihat yang datang bertamu kerumahnya.
__ADS_1
"Maafkan aku Fahmi," sesal Sisil tiba-tiba. "Aku tidak berniat seperti itu, Kamu yang terlalu sibuk dengan semua urusanmu sedangkan aku tidak pernah mendapatkan perhatian darimu," jelas Sisil yang terisak saat mengatakannya. Fahmi yang mendengar penjelasan Sisil hanya tertunduk, dia mengingat jika dirinya akhir-akhir ini selalu disibukkan dengan urusan sekolahnya.
"Maafkan aku Sil, aku memang tidak punya waktu luang akhir-akhir ini tetapi seharusnya kamu lebih memahami aku. Aku mau hubungan kita cukup sampai disini," ucap Fahmi yang langsung meninggalkan Sisil yang sedang menangis seorang diri di depan pintu rumahnya.
"Maafkan aku Fahmi, aku telah melukaimu. Mungkin ini jalan yang terbaik," lirih Sisil saat melihat mantan kekasihnya pergi meninggalkannya seorang diri. Sisil tahu ini semua salahnya, dia yang memulainya dan melukai pria yang pernah ada dihatinya itu.
Fahmi yang sedang kalut pergi menemui sahabatnya Dika, dia menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya. Fahmi dan Dika selalu bercerita ketika mereka menghadapi masalah, karena bagi mereka persahabatanyang baik haruslah saling jujur dan percaya. Setelah merasa lega Fahmi menceritakan tentang pertemuaan dengan Yani, Dika mendengarkan semua cerita fahmi dengan seksama dan terkadang dia ikut memberikan pendapat.
Fahmi yang sudah pulang kerumah bergegas pergi kekamarnya, dia membersihkan dirinya terlebih dahulu. Setelah selesai dia segera mencari barang-barang yang mengingatkannya kepada Sisil, bagaimanapun hubungannya sudah berakhir. "Telpon Yani dulu deh," ucapnya ketika telah selesai membereskan barang-barang pemberian dari sang mantan.
Hari berganti hari, Fahmi dan Yani menjadi semakin dekat. Setiap hari Fahmi akan mengantarkan Yani jika dia tidak memiliki jadwal kuliah pagi dan akan menjemputnya ketika Yani sudah pulang sekolah. Tidak ada yang mengetahui hubungan mereka, Dika pun tidak mengetahui karena sudah beberapa hari ini Fahmi tidak menemuinya.
"Yani, pulang dari sekolah nanti kita jalan ke Mall dulu yuk," ajak Fahmi ketika mengantarkan Yani pergi kesekolah. Fahmi akan mengantarkan Yani sampai kedepan gerbang sekolahnya, Bela yang juga baru tiba terkejut saat melihat Yani datang bersama dengan Fahmi.
"Ngapain kamu Mi disini?" tanya Dika saat melihat sang sahabat juga berada disana, Fahmi memandang Bela dan Dika bergantian. "Jangan bilang kalian juga?" tanya Fahmi yang bisa menebak apa yang terjadi antara Dika dan Bela, Dika segera mengajak Fahmi untuk segera pergi menuju kampusnya.
__ADS_1
"Berangkat kampus yuk, nanti aku jelaskan kalau sudah dikampus," ucap Dika yang akan menceritakan semuanya. Bela dan Yani pun memasuki sekolahnya, selama perjalanan menuju kelas Yani tak henti-hentinya bertanya kepada Bela tentang hubungannya dengan Fahmi.
Yani yang sangat penasaran segera menanyakan kepada sahabatnya itu, "serius kamu Bel, kamu sama Kak Fahmi..." ucapnya yang tidak percaya tentang hubungan yang mereka jalani saat ini. Bela dan Yani memasuki kelas, mereka melanjutkan ceritanya sebelum sang guru memasuki kelas.