
Reza memikirkan bagaimana cara agar Andini tidak marah padanya setelah tahu apa yang terjadi.
"Aku harus bilang apa, aku ragu dia tidak akan marah padaku," ucap Reza sambil mengendarai mobilnya. Setelah selesai makan bersama Andrew dan Clara, Reza bergegas pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Reza segera membersihkan diri dan langsung mengistirahatkan tubuhnya. "Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya sambil menatap langit-langit kamar. "Ya, aku harus meminta bantuan kepada yang lain," sambung Reza.
Reza menghubungi satu persatu sahabatnya, dia akan membuat rencana agar Andini mau menerimanya kembali dan tidak marah padanya setelah tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Minggu ini Reza meluangkan waktunya untuk menemui para sahabatnya, mereka bertemu di salah satu cafe tempat mereka menghabiskan waktu semasa SMA dulu.
"Tumben ngajak ketemu bos kita yang satu ini," ledek Fahmi yang baru tiba, dia memukul pundak sahabatnya pelan.
"Sakit ogeb, lama banget sih kalian," gerutu Reza sambil pura-pura mengelus pundaknya yang tidak sakit itu.
"Sabar bro, tahu sendiri jalanan ibukota seperti apa. Kamu lupa ini hari apa? Jadwal pada liburan," tutur Dika. Pria itu memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman untuk mereka semua.
"Pacar kalian tidak di ajak?" tanya Reza yang tidak melihat keberadaan Bela dan juga Yani.
"Mereka sudah janji mau bantuin Meli di rumahnya, jangan bilang kamu juga lupa ya Za kalau Meli dan Beni akan menikah minggu depan?" selidik Dika yang langsung mendapat gelakan tawa dari Reza.
"Pasti ingetlah, maka dari itu aku mengajak kalian bertemu di sini."
"Memang kamu mau minta bantuan apa kali ini?" Fahmi mulai curiga akan permintaan Reza kali ini, dia sudah tahu apa yang akan sahabatnya itu pinta.
"Pasti kamu sudah tahu kan apa yang aku mau?" Reza menurun naikkan alisnya menggoda sahabat di depannya itu.
"Jangan bilang kamu mau melamar Andini di acara itu?" tanya Dika yang sudah mulai paham akan pembicaraan mereka berdua. "Kamu tidak lagi mimpi kan Za? Bagaimana caranya kita bantu kamu secara hubungan kamu saja dengan Andini tidak jelas sekarang," sambung Dika yang betul-betul tidak mengerti dengan keinginan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Ayolah bantu aku, aku tidak mau pacaran lagi tapi maunya langsung menikah saja," mohon Reza kepada sahabat di depannya itu.
"Tapi tidak semudah itu Za, kita harus punya persiapan dahulu apalagi bukannya kamu sama Clara ...." ujar Fahmi yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dengan Clara.
"Okeh, aku akan menceritakan semuanya tapi kalian jangan tertawa apalagi marah ya," mohon Reza.
Di saat Reza akan menceritakan semuanya, makanan dan minuman yang mereka pesan tiba. Reza meminum minuman terlebih dahulu barulah dia melanjutkan cerita tentang dirinya dan Clara.
"Jadi selama ini kamu dengan Clara hanya sebatas teman tidak lebih?" tanya Fahmi ketika Reza menyelesaikan ceritanya, tidak ada yang di tutupi oleh pria itu semuanya dia ceritakan termasuk apa yang pernah terjadi selama dirinya berada di London.
"Aku tidak yakin jika Andini mau menerima kamu nanti," ledek Dika.
"Ayolah bantu aku kali ini saja, aku betul-betul ingin serius kali ini. Sudah cukup aku bermain-main dengan perasaannya," ucap Reza yang sudah pasrah dengan keadaan ini. Dia berharap mereka mau membantu dirinya dan Andini bisa menjadi miliknya kembali.
"Nanti aku coba tanya dengan Bela dan Yani, apa sebenarnya perasaan yang Andini rasakan untukmu masih sama seperti dahulu atau mungkin sudah menghilang," putus Fahmi yang akan menanyakan kepada sang kekasih nanti.
"Sudah sekarang kita makan dahulu, perutku sudah lapar dari tadi," goda Dika saat mereka berdua asik berbicara tentang niatnya nanti.
"Sekarang temani aku untuk mencari cincin yang pas untuk acara nanti ya," pinta Reza.
Setelah menyelesaikan makannya, mereka bergegas menuju toko perhiasan yang berada tidak jauh dari cafe tempatnya bertemu. Fahmi dan Dika membantu mencarikan perhiasan yang bagus dan cocok untuk Andini, Reza bertekad kali ini harus berhasil walaupun ada keraguan di dalam hatinya kini.
"Mba saya mau perhiasan yang ini satu set ya," ucap Reza kepada pelayan toko itu sambil menunjuk barang yang di pilihnya.
"Baik akan saya bungkus, ada yang lain Pak?" tanya pelayanan itu.
"Tidak terima kasih, saya hanya mau yang itu saja," ujar Reza. Selama pelayan membungkus pesanannya, Reza membantu Fahmi dan Dika untuk ikut membelikan hadiah sang kekasih.
__ADS_1
"Yang ini bagus tidak?" tanya Dika menunjukkan satu set perhiasan yang terbilang cukup mewah di etalase kaca toko itu.
"Kalau aku bagaimana? Yang seperti ini bagus tidak?" Fahmi ikut bertanya, dia ingin Reza dan juga Dika memberi pendapat tentang pilihannya.
"Semua yang kalian pilih bagus, malah itu jadi nilai tersendiri buat mereka karena ini semua di pilih langsung oleh kalian," ucap Reza yang memberikan pendapatnya. Menurutnya pilihan apapun jika kita yang memilihnya sendiri akan mendapat nilai yang baik di mata para wanitanya, Dika dan Fahmi ikut membungkus pesanan pilihan mereka.
Mereka berjalan meninggalkan toko perhiasan itu, Reza berharap Andini akan menyukai pilihannya dan akan menerimanya kembali.
"Sampai jumpa di tempat Beni," ucap Reza yang langsung memasuki mobilnya. Pria itu akan mulai menyusun rencana agar Andini terkejut akan pesta kecil yang di buatnya.
"Aku harap kamu suka akan pesta kejutanku nanti Andini," gumam Reza. Dia melajukan mobilnya ke arah rumah Beni, pria itu akan meminta bantuan kepada sepupunya.
Fahmi dan Dika menghubungi pacar mereka masing-masing, mereka akan membahas tentang rencana yang akan dijalankan bersama dengan Reza.
"Serius Kak Reza mau melamar Andini pas acara pernikahan Beni dan Meli nanti?" tanya Bela kepada sang kekasih.
Mereka bertemu di salah satu tempat biasa berjumpa, tempat di mana mereka selalu menghabiskan waktu bersama saat yang lain sibuk dengan urusan pribadi masing-masing.
"Tadi sih Reza bilang seperti itu, tapi kok aku ragu ya Andini akan menerima Reza," ujar Dika yang takut jika sahabat terbaiknya itu akan menerima penolakan di sana.
"Aku pesan minuman dan makanan dahulu ya," ucap Fahmi yang bergegas memesan beberapa minuman dan juga cemilan untuk menemani obrolan mereka.
"Tenang, kalian tidak usah khawatir aku akan coba tanya bagaimana perasaan Andini kepada Kak Reza saat ini," ucap Yani yang memberikan semangat kepada yang lain agar acara nanti dapat berjalan dengan mulus.
"Baik tugas kamu dan Yani, tolong tanya pada Andini apakah dia masih memiliki perasaan terhadap Reza," perintah Dika kepada sang kekasih.
"Okeh, nanti aku dan Yani akan mencoba mencari tahu bagaimana perasaan Andini sebenarnya kepada Kak Reza, mudah-mudahan masih ada perasaan itu," ucap Bela yang berharap perasaan Andini tidak pernah luntur untuk Reza.
__ADS_1