
"Jangan sampai ada yang tertinggal Dit," ucap Leon mengingatkan sahabatnya agar tidak ada barang-barang yang tertinggal di dalam mobil miliknya.
Kini mereka berdua telah tiba di lokasi tempat kemah, Raditya meminta izin kepada penjaga hutan agar saat mereka berada di sana semua aman dan nyaman.
"Pak ini data siswa yang akan ikut kemah di sini," ucap Raditya sambil menyerahkan beberapa data yang di butuhkan untuk mengurus izin kemah.
"Okeh saya terima ya dik, mohon di jaga ketertiban dan kebersihannya ya," pesan bapak penjaga yang bernama Dito.
"Baik Pak, saya permisi untuk menuju lokasi dahulu," pamit Raditya kepada Dito. Pria paruh baya itu mengiyakan dan bergegas menuju kantornya untuk menyiapkan keperluan mereka.
Raditya dan Leon mengecek lokasi yang tidak jauh dari tempatnya berada, itu di karenakan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan nantinya. "Masih jauh tidak sih Dit?" tanya Leon yang sudah lelah berjalan.
"Sebentar lagi sampai, baru juga jalan sebentar sudah mengeluh bagaimana kalau nanti jadi naik gunung kamu," Raditya mengejek Leon yang sedang beristirahat karena kelelahan berjalan.
"Minum dahulu Dit, haus aku," Leon menengguk minuman yang memang sudah di persiapkan olehnya tadi. Raditya terus melangkahkan kakinya menuju tempat yang akan mereka gunakan nanti, "Di sini bagaimana?" tanya Raditya saat Leon menyusul dirinya. Leon memperhatikan sekelilingnya, "Bagus dan lumayan dekat dengan pos, jadi kita tidak perlu susah-susah mencari pos pantau."
Raditya menandakan tempat mereka sekarang, "Kamu mau di sini atau ikut aku ambil barang?" ajak Raditya.
"Ikutlah, masa aku di tinggal sendirian di tengah hutan seperti ini," gerutu Leon sambil memegang tengkuk lehernya. Raditya dan Leon berjalan menuju mobilnya, mereka berdua mengambil semua barang yang berada di bagasi.
__ADS_1
"Langsung buat tenda saja ya Dit," usul Leon saat melihat tenda yang berada di dalam mobil.
Raditya menganggukkan kepalanya, "Tapi tunggu mobil siswa datang dulu saja Leon, biar tidak bolak-balik," saran Raditya.
"Iya juga ya, jalannya kan lumayan tadi," kekeh Leon sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Leon dan Raditya mengeluarkan semua barang-barang itu tanpa tersisa satupun di dalam mobil, "Banyak sekali ya Dit," keluh Leon saat melihat barang yang dirinya keluarkan dari dalam mobil.
"Kan kamu tahu sendiri, untuk jaga-jaga saja kalau ada apa-apa nanti," Raditya kembali menghubungi Pak Dodit untuk menanyakan perihal keberadaannya saat ini. Terdengar ucapan syukur dari mulut Raditya, "Kenapa Dit? Kok senyum-senyum?" tanya Leon heran.
"Aku habis menelpon Pak Dodit, menanyakan mereka sudah berada dimana dan katanya sudah dekat," Raditya pamit kepada Leon untuk ke toilet sebentar.
Mobil yang di tumpangi oleh siswa-siswa sekolah Raditya tiba di sana, Leon membantu Pak Dodit untuk mendata siswa yang hadir dan memberikan arahan kepada mereka semua.
"Sudah siap semua?" tanya Raditya yang memberi aba-aba agar mereka semua mengikuti instruksi dari guru maupun anggota OSIS. Setelah di rasa cukup mereka semua berjalan menuju dimana letak akan bermalam nanti, acara yang sudah di susun satu persatu telah di lewati hingga tiba saat games berlangsung.
"Kalian cari benda yang panitia simpan di beberapa tempat dan setiap kelompok akan di jaga oleh satu anggota OSIS," terang Raditya sambil memberikan data anggota kepada OSIS. Mereka mulai mengumpulkan anggota kelompok masing-masing, "Mohon hati-hati dalam mencari barang-barang itu, karena mengingat medan yang di gunakan lumayan membuat nyali menciut," ledek Leon kepada anggotanya. Pemuda itu bukannya memberikan semangat untuk anggotanya malah membuatnya ketakutan, "Tenang ada aku di sini pasti aman," ucap salah satu anggota kelompok Leon.
Leon yang mendengarnya hanya bisa mendengus, "Iyain saja biar cepet," potong Leon.
Satu persatu mereka mulai mencari benda yang di sembunyikan oleh Raditya dan Leon tadi, hanya mereka berdua yang mengetahui letak benda itu berada. "Biar pada cari sendiri," kekeh Leon sambil berjalan di barisan paling belakang. Pemuda itu awalnya enggan untuk ikut pergi tetapi, karena dia juga salah satu anggota OSIS mau tidak mau harus ikut juga.
__ADS_1
Raditya dengan sengaja memilih Clara menjadi bagian dari kelompok tanpa ada yang menyadari kecuali Leon, sahabatnya itu pasti mengetahui rencana Raditya. Saat Raditya dan kelompoknya berjalan menyusuri pinggir jurang hampir saja Clara terjatuh akibat anggota lain yang tidak sengaja menyenggol gadis itu, "Clara," teriak Raditya.
"Tolong aku Dit," lirihnya yang tidak kuat menahan berat tubuhnya. Gadis itu berpegangan dengan sebatang kayu yang berada di dekatnya, "Tangkap ini Ra," ucap Raditya yang memberikan seutas tali untuk gadis itu pegang erat.
Denga bantuan anggota yang lain Clara dapat keluar dari bibir jurang yang lumayan terjal itu, "Kita kembali ke tenda," ajak Raditya sambil memapah Clara. Awalnya Clara menolaknya karena dirinya malu tetapi, rasa sakit di kakinya tidak tertahankan hingga dirinya mengikuti perintah Raditya.
"Ada apa Dit?" tanya Pak Dodit melihat pemuda itu memapah tubuh Clara yang berjalan dengan sedikit tertatih.
"Tadi ada insiden kecil, tapi sudah baik-baik saja kok Pak," jelas Raditya sambil membawa Clara menuju tendanya.
Raditya pamit untuk mengambilkan minyak gosok agar kaki Clara yang terkilir tidak menjadi bengkak, "Tunggu sebentar," perintah Raditya yang berlalu meninggalkan Clara seorang diri di sana. Tak lama Raditya kembali, tidak hanya minyak gosok yang di bawanya ada beberapa makanan dan minuman juga.
"Sini kakimu biar aku pijat sebentar," Raditya segera memijat pelan kaki Clara. Terlihat wajah Clara yang menahan sakit saat Raditya mulai menghentakkan kaki Clara, "Sakit Dit," keluhnya.
"Bagaimana masih sakit?" tanya Raditya saat di rasa telah cukup menaruh minyak gosok dan sedikit pijatan di kaki gadis cantik itu.
Clara mencoba menggerakkan kakinya yang terkilir tadi, "Sudah tidak terlalu sakit Dit, kamu bisa memijit juga?" Clara tidak percaya jika pemuda itu bisa menyembuhkan kakinya.
"Bukan apa-apa, aku juga kan harus bisa menjaga kalian dan semoga kejadian tadi tidak terulang kembali," pesan Raditya yang berlalu pergi untuk melanjutkan acara yang sempat tertunda tadi.
__ADS_1
Raditya kembali menghampiri Clara yang sedang mencoba menggunakan ponselnya, "Kamu makan itu dan istirahat saja dan satu lagi di sini tidak ada sinyal," ucapnya sambil kembali keluar dari tenda gadis itu. Ada perasaan senang saat dekat dengannya tetapi, ada rasa sedih terlebih saat melihat layar ponsel gadis itu terdapat photo seorang lelaki yang dia kenal juga.