
Acara kelulusan Andini telah usai, sebagian murid-murid SMA Pertiwi angkatan Andini ada yang meneruskan ke universitas ada juga yang langsung bekerja. Andini yang satu sekolah lagi dengan para sahabatnya merasa senang, karena dia tidak perlu susah untuk beradaptasi dengan yang lain. Andini yang telah siap dengan perlengkapan pertamanya itu ikut berangkat bersama dengan Raditya, mereka menuju kampus baru Andini yang juga menjadi tempat menuntut ilmu Kakaknya itu. Andini mengirimkan pesan kepada para sahabatnya itu untuk menunggunya diparkiran kampus, saat Andini menuruni mobil sang Kakak semua mata menatapnya dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Pada kenapa sih, kok lihat aku nya seperti itu ya?" tanya Andini saat berjalan melewati lorong-lorong kampus, mereka berjalan bersamaan menuju kelasnya. Di tengah perjalanan Andini mendengar bahwa banyak yang mengira Andini adalah pacar dari Raditya, Andini tertawa saat mendengar ucapan mereka. Mereka semua tidak ada yang tahu jika Andini adalah adik dari Raditya bukan pacarnya, Andini dan para sahabatnya telah tiba dikelas nya. Mereka menaruh semua barang-barang yang ada dan bergegas menuju kelapangan untuk mengadakan apel pagi dan juga perkenalan mahasiswa baru, Andini dengan santainya berjalan menuju lapangan yang ada dikampus itu.
"Darimana saja sih lama sekali Din," tanya Bela yang berada disebelahnya. Andini memperlihatkan minuman yang dia bawa, tanpa rasa bersalah Andini ikut berbaris diantara mereka. Acara perkenalan pun di mulai, para dosen dan juga dekan sudah memperkenalkan diri mereka masing-masing. Tiba saat perkenalan ketu BEM yang di tunggu-tunggu, Andini terkejut ketika Rian dan sang Kakak menuju podium untuk memberi sembutan didepan sana.
"Serius itu Din? Aku tidak salah lihatkan?" tanya Meli yang tidak percaya saat melihat Rian yang ternyata adalah ketua BEM. "Keren kamu Din, ketua BEM bisa sampai naksir sama kamu," ledek Yani. Saat diberi waktu untuk istirahat Andini dan sahabatnya yang lain bergegas menuju ke kantin, disana Andini tak henti-hentinya menjadi bahan ejekan para sahabtanya itu. Beni hanya terdiam melihat perdebatan antara mereka itu, dia sedang memikirkan untuk menyatakan cintanya kepada Meli. Iya Beni mulai menyukai Meli pada saat dia tahu tidak ada harapan untuk dirinya menapatkan Andini, disaat mereka tengah asik menyantap makanannya Raditya dan juga Rian menghampirinya. Mereka makan bersama dengan diselingi canda dan tawa, hingga membuat semua yang berada dikantin merasa iri dengan mereka semua.
Rian memang terkenal dengan kebaikannya kepada semua orang tidak heran jika dia menjadi ketua BEM dikampusnya itu, sedangkan Raditya dia adalah pria yang terlalu dingin dan juga lebih pendiam dari sahabatnya itu.
"Kak, masa tadi aku pas lagi jalan mau kekelas banyak mahasiswa yang mengira kalau aku itu pacar Kakak. Mereka itu memang tidak tahu ya kalau aku itu adik Kakak," adu Andini kepada Raditya yang merasa tidak nyaman dikira sebagai pacar Kakaknya itu.
"Iyalah kamu dibilang pacar Raditya, Kakak kamu tuh tidak pernah pacaran dan juga dekat dengan wanita. Makanya pas lihat kamu jalan bersama dengan Raditya mereka semua akan mengira kamu itu pacarnya," tutur Rian sambil asik meminum jus buah yang dia pesan tadi.
"Kak Rian tahu sekali tentang Kak Raditya ya," puji Bela yang takjub akan persahabatan mereka berdua. Tak berselang lama mereka segera kembali kehalaman kampus untuk melaksanakan penutupan acara hari ini, Andini dan yang lain mengikuti Rian dan Raditya dari belakang.
"Kak, aku ketoilet sebentar ya," izin Andini kepada sang Kakak.
__ADS_1
"Iya sudah, jangan lama-lama kan masih ada beberapa yang kamu harus catat buat ospek besok," ucap Raditya mengingatkan sang adik. Andini meninggalkan yang lain, dia bergegas pergi ketoilet seorang diri.
"Hey kamu," panggil salah satu senior yang bernametag di almaternya Sarah.
"Saya Kak?" tanya Andini yang baru keluar dari salah satu bilik toilet tersebut.
"Iya kamu, aku mau tanya sesuatu sama kamu," ucap salah satu teman Sarah yang bernama Lela.
"Mau tanya apa ya Kak?" tanya Andini heran.
"Ada hubungan apa kamu dengan Raditya," tanya Lela tanpa basa basi. Andini yang paham maksud dari seniornya itu berencana untuk mengerjai mereka, senyum usil Andini terbit dari bibir manisnya.
"Jawab saja sih kamu itu ada hubungan apa sama Raditya," geram Lela saat mendengar pertanyaan Andini.
"Kalau aku pacarnya Kak Raditya kenapa? Ada yang salah? Atau ada masalah? Setahu aku Kak Raditya tidak punya pacar dikampus ini," tutur Andini yang rasanya ingin tertawa saat melihat raut wajah para seniornya itu. Tanpa disadari Andini Lela bergerak maju dan mulai mengancam Andini sampai mendorong tubuh Andini.
"Aku peringatkan sama kamu, jauhi Raditya atau kita tidak akan segan-segan lebih kejam dari ini," ancam Lela. Sarah hanya memperhatikan kelakuan sahabatnya itu dengan senyum liciknya, Sarah memang yang menyuruh Lela untuk melakukan itu semua.
__ADS_1
Dilapangan, Raditya merasa khawatir sebab sang adik tak kunjung kembali dari toilet. Dia segera meminta izin kepada Rian untuk melanjutkan tugasnya tanpa dirinya, karena Raditya ingin mencari keberadaan sang adik terlebih dahulu.
"Rian, aku titip mereka sebentar ya. Aku mau cari Andini dahulu," ujar Raditya berlalu setelah mendapatkan izin dari sahabatnya itu.
"Ya sudah sana, urusan mereka biar sama aku dahulu," ucap Rian sambil menunjuk para calon mahasiswa dan mahasiswi didepannya. Raditya bergegas menuju toilet untuk memeriksa keberadaan sang adik, saat Raditya tiba di depan toilet itu dia mendengar suara kesakitan dari sang adik. Tanpa pikir panjang Raditya segera memasuki toilet wanita itu, semua yang didalam toilet terkejut dengan kedatangan Raditya yang tiba-tiba.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Raditya geram melihat sang adik terluka dan terjatuh dilantai toilet. Lela dan Sarah hanya diam terpaku melihat kemarahan Raditya, dia tidak menyangka Raditya akan mencari Andini.
"Sudah Kak, aku tidak apa-apa cuma luka sedikit saja," ucap Andini sambil menunjukkan luka dilengannya, dia juga mencoba meredakan emosi sang Kakak.
Raditya segera membawa sang adik keruang UKS yang berada dikampusny, Raditya mengobati luka sang adik dengan hati-hati.
"Kamu kenapa sampai seperti ini sih De?" tanya Raditya yang masih fokus mengobati luka sang adik.
"Aku cuma mengerjai mereka sedikit kok Kak," jawab Andini. Dia menceritakan apa yang dilakukannya hingga seperti ini, Raditya yang mendengar cerita dari sang adik menyentil dahi adiknya itu.
"Aduh, sakit tahu Kak. Kok jahat sama adik sendiri," rengek Andini yang pura-pura marah kepada sang Kakak.
__ADS_1
"Kamu sih, ada-ada saja kelakuannya. Coba kalau Kakak tidak menyusul, apa yang mereka lakukan sama kamu. Kakak tidak akan tahu," omel Raditya. Andini hanya terkekeh mendengar omelan dari sang Kakak, mereka bergegas menuju lapangan setelah Raditya selesai mengobati luka sang adik. Andini mengikuti sang Kakak dari belakang, beberapa pertanyaan Andini lontarkan kepada sang Kakak.