
Hari ini Raditya di sibukkan dengan urusannya mengatur semua jadwal acara saat kemah, pemuda itu di bantu oleh Lala dan juga anggota OSIS lainnya.
"Kalau acaranya seperti ini bagaimana?" tanya Raditya kepada seluruh anggota yang berada di sana. Dia menunjukkan beberapa jadwal yang harus di lakukan saat kemah nanti, mulai dari awal hingga akhir acara.
"Sudah cukup kok Dit, bagaimana kalau ada acara tukar kado? Mungkin seru," usul salah satu anggota.
Banyak usul dari dari semua anggota, Raditya mencatat dan memilih yang menurutnya menarik untuk di lakukan. "Ada lagi yang punya usul atau masukan? Biar kita selesaikan sekarang," pinta Raditya mengingat acara kemah akan di adakan tiga hari lagi. Seluruh anggota menggelengkan kepalanya, "Sudah cukup Dit kita pilih mana yang lebih menarik dan tidak terlalu berbahaya," ujar Leon yang juga ikut menjadi bagian di acara tersebut.
Raditya segera menimang masukan mana yang akan di pilihnya, anggota lain di ajak untuk ambil suara dalam pemilihan tersebut.
"Okeh rapat hari ini selesai, sampai berjumpa besok untuk menyiapkan keperluan acara," ucap Raditya yang menutup rapat kali ini. Satu persatu para anggota OSIS meninggalkan ruangan itu, hanya tersisa Raditya dan Leon.
"Bagaimana data murid yang ikut kemah Leon?" tanya Raditya sambil membereskan sisa rapat tadi. Leon yang sedang membantu pemuda itu menghentikan aktivitasnya sejenak, dia mengambil kertas catatan murid yang akan ikut acara kemah di dalam tasnya.
"Ini Dit catatannya," Leon menyerahkan selembar kertas yang berisikan nama data murid yang akan ikut.
"Lumayan banyak ya Leon, lalu keuangannya bagaimana? Sudah selesai semua?" tanya Raditya lagi.
Leon menganggukan kepalanya, "Sudah semua dan datanya ada pada Lala," jawab Leon yang melanjutkan kembali merapikan tempat itu. "Selesai," sambungnya saat merasa ruangan itu kembali rapih seperti semula.
"Besok sepulang sekolah ikut aku untuk mengecek lokasi ya Leon, ajak Rian juga," ucap Raditya sambil berjalan ke luar ruangan.
__ADS_1
"Baik, nanti aku hubungi Rian," Leon dan Raditya bergegas meninggalkan sekolah karena hari sudah mulai sore.
"Sampai besok," ucap Raditya kepada Leon saat meninggalkan sekolah menggunakan motornya.
Saat di perjalanan pulang, kedua mata Raditya menangkap sosok yang dirinya kenal. Pemuda itu melihat gadis yang di taksirnya sedang bertengkar dengan seorang pria di taman dekat rumahnya, Raditya mematikan motornya dan hendak menghampiri mereka tapi di urungkan olehnya. "Buat apa aku ke sana," ucapnya sambil melajukan motornya kembali.
Sesampainya di rumah Raditya segera bergegas menuju kamarnya, dia harus mulai menyusun data-data siswa yang ikut acara kemah nanti. Tak berselang lama Andini masuk ke dalam kamar Raditya tanpa mengetuknya terlebih dahulu, "Kak lagi apa?" Raditya yang sedang fokus dengan laptopnya terkejut saat sang adik bertanya tepat di sampingnya.
"Astaga De, kamu buat kaget saja," ucap Raditya sambil mengelus-elus dadanya. Andini tertawa melihat tingkah kakaknya itu, "Apaan sih Kak? Memang tidak dengar aku panggil dari tadi?" tanya Andini. Sebelum gadis itu masuk ke dalam kamar sang kakak, Andini sudah memanggil nama Raditya beberapa kali hingga tidak sabar dan bergegas masuk tanpa mengetuk pintu.
"Kapan kamu panggil De?" sanggah Raditya yang tidak mendengar panggilan dari adiknya itu. "Terserahlah Kak, aku ke sini cuma mau panggil kakak untuk makan dahulu," jelas Andini sambil berjalan ke arah tempat tidur milik Raditya. Dia mendudukkan diri sambil melihat-lihat ponsel sang kakak yang berada di meja sebelah tempat tidurnya, "Waw photo siapa nih?" tanya Andini antusias saat melihat layar ponsel milik sang kakak terdapat photo seorang gadis yang menurutnya sangat cantik.
Raditya yang mendengar pertanyaan sang adik langsung menghampiri dan merebut ponselnya itu, "Sini De."
Raditya hanya menghela nafasnya, "Sudah yuk kita makan saja," ajak Raditya yang tidak ingin sang adik tahu tentang gadis di ponselnya itu.
Andini yang mengerti segera ikut keluar bersama sang kakak, "Kak jadi berangkat kemah?" tanya Andini saat mereka berjalan menuju ruang makan. "Jadi, itu tadi sedang membuat laporan siapa saja siswa yang ikut nanti," terang Raditya.
Andini dan Raditya tiba di ruang makan, di sana sudah terlihat ayah dan ibu yang sedang menunggu kedatangan mereka.
Tiga hari telah berlalu, hari ini Raditya di sibukkan dengan persiapan keberangkatannya untuk kemah. Pagi-pagi pemuda itu sudah rapih dengan ransel serta keperluan lainnya, "Kamu sudah siap Dit?" tanya Maya saat melihat sang anak memasukkan beberapa keperluan yang menurutnya kurang.
__ADS_1
"Sudah Bu," jawab Raditya tanpa melihat sang ibu. Dia sedang fokus menyiapkan segalanya agar tidak ada yang kurang satupun, mengingat mereka semua akan kemah di tengah hutan.
"Hati-hati kamu di sana, ingat jangan macam-macam dan selalu berdoa," pesan Maya saat Raditya pamit untuk berangkat ke sekolah terlebih dahulu.
"Iya Bu, aku akan jaga diri baik-baik. Ibu doakan aku supaya tidak terjadi apa-apa ya," ujar Raditya. Maya memeluk tubuh sang anak, rasanya berat untuk melepas anak laki-laki itu.
"Ibu selalu mendoakan kamu nak," bisiknya.
Raditya bergegas meninggalkan rumah, pemuda itu membawa mobilnya sendiri karena tidak memungkinkan jika dirinya pergi menggunakan motor dengan barang-barang yang begitu banyak. "Dasar Leon, bukannya dia saja yang jemput malah aku yang harus jemput dia," gerutu Raditya saat perjalanan menuju rumah Leon. Raditya yang mengemudikan mobil kembali teringat dengan perdebatannya tadi pagi bersama Leon, sahabatnya itu menyuruh untuk menjemput di karenakan mobil miliknya tiba-tiba tidak dapat di gunakan.
"Cepat masuk, sudah terlambat ini," teriak Raditya dari dalam mobil saat tiba di depan rumah Leon.
Leon yang sudah menunggunya langsung bergegas masuk ke dalam mobil pemuda itu, "Santai bro," ucap Leon. Selama perjalanan Raditya mengomeli sahabatnya itu ketika ada beberapa barang yang harus di bawanya tetapi, pemuda itu tidak menyiapkan.
"Kamu Leon selalu saja, kan sudah aku bilang bawa barang-barang yang aku suruh catat kemarin," geram Raditya. Pemuda itu menarik nafasnya, "Ya sudahlah untung aku bawa beberapa buah dan semoga tidak terjadi apa-apa," sambungnya. Raditya berharap acara kemahnya dapat berjalan lancar dan tanpa kendala sedikitpun.
Saat di tengah perjalanan ponsel milik Raditya berdering, dia segera mengangkat panggilan itu saat tertera nama sang guru di layar ponselnya.
Raditya mendengarkan perintah sang guru di ujung sana, "Baik Pak," ucapnya sambil mematikan panggilannya.
"Kenapa putar balik Dit?" tanya Leon saat melihat sahabatnya memutar balik perjalanannya.
__ADS_1
"Pak Dodit telpon katanya kita langsung ke lokasi, anak-anak di sekolah biar dirinya yang mengurus," jelas Raditya kepada Leon. Keduanya bergegas menuju lokasi di mana kemah itu akan di laksanakan, mengingat banyak hal yang harus mereka kerjakan juga di sana.