MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 29 PERPISAHAN


__ADS_3

Sepulang Reza, Andini pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Saat akan memejamkan matanya ponsel milik Andini berdering, di sana tidak tertera namanya. Awalnya Andini tidak ingin mengangkatnya, tetapi panggilan di ponselnya terus berdering. Mau tidak mau Andini mengangkat nya, saat panggilannya sudah di jawab Andini mengenali suara itu.


"Halo, assalamualaikum Andini ... Selamat malam," sapa orang di seberang telpon sana.


"Waalaikumsalam, maaf ini siapa ya?" tanya Andini berbasa-basi, dia tahu siapa yang menelepon sekarang.


"Masa kamu tidak kenal suaraku?" ujar Andrew, iya yang menelpon Andini adalah Andrew.


"Ada perlu apa kamu telpon?" tanya Andini ketus karena tidak suka Andrew menelpon nya.

__ADS_1


"Aku mau ketemu sama kamu untuk yang terakhir kali, karena aku menerima penawaran orang tuaku yang menyuruh untuk melanjutkan study di London," terang Andrew yang langsung to the point dan tidak mau berbasa-basi.


"Aku sibuk tidak bisa bertemu kamu," putus Andini. Andrew menghela nafasnya kasar, dia terus memohon dan mencoba membujuk Andini agar mau bertemu dengannya.


"Okeh besok ketemu di tempat biasa, jam tiga sore. Jangan sampai telat" tukas Andini seraya mematikan panggilan di ponselnya. Andrew yang mendengar Andini menyetujui keinginannya, dia tersenyum senang walaupun Andini langsung mengakhiri panggilannya.


"Sepertinya memang ini yang terbaik Andini, aku harus tinggalkan kamu sementara waktu. Nanti aku akan kembali untukmu lagi" gumam Andrew sambil menatap photo Andini yang ada di ponselnya.


Andini yang sudah rapih langsung bergegas pamit kepada Ayah dan Ibunya, dia meminta izin untuk pergi keluar sebentar. Ibu dan Ayah mengizinkannya untuk pergi keluar rumah, asalkan tidak pulang larut malam. Andini berlalu meninggalkan rumahnya menggunakan taksi, Reza yang saat itu ingin membuat kejutan terdiam menatap kepergian Andini. Reza berinisiatif untuk mengikuti kemana Andini akan pergi, dia merasa heran karena tidak biasanya Andini mau keluar rumah saat hari libur tiba.

__ADS_1


"Mau kemana dia?" tanya Reza dalam hati, dia terus mengikuti Andini yang pergi menuju sebuah cafe.


Sesampainya di cafe tempat biasa, Andini langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Andrew. Andrew yang melihat kedatangan Andini melambaikan tangannya dan Andini pun segera menghampiri saat melihat keberadaan Andrew, Reza yang melihatnya mulai tersulut emosi. Dia tidak menyangka Andini pergi menemui Andrew tanpa sepengetahuannya, Reza duduk tidak jauh dari bangku Andini. Dia ingin mencari tahu apa yang sedang dilakukan oleh Andini dan Andrew.


"Ada perlu apa kamu mau ketemu sama aku?" tanya Andini sambil mendudukkan dirinya di depan Andrew.


"Aku mau pamit sama kamu, kemarin orang tuaku memintaku untuk melanjutkan sekolah di luar Negeri. Awalnya aku tidak mau karena tidak yakin aku bisa jauh darimu," ungkap Andrew. "Tapi setelah beberapa hari ini aku berfikir, lebih baik aku menerima tawaran dari orang tuaku untuk menempuh pendidikan di sana. Aku akan datang kembali untuk menyakinkanmu kelak," sambung Andrew yang menatap Andini dengan penuh percaya diri.


"Terserah kamu mau bilang apa, tapi aku harap kamu tidak terlalu yakin dengan apa yang akan terjadi nanti. Karena aku sudah tidak punya perasaan apapun selain menganggapmu sebagai teman," sela Andini. Reza yang mendengarnya langsung tersenyum dengan jawaban yang Andini berikan, dia percaya Andini tidak pernah mengkhianatinya.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya, jangan lupa like dan komentar nya ya, terima kasih


__ADS_2