
Bayu selalu merasa bersalah atas sikapnya selama ini, terlebih jika bertemu dengan Raditya sahabat baiknya yang sekarang sudah semakin menjauh darinya.
"Mulai hari ini kita bukan sahabat lagi," marah Raditya saat melihat Clara dan Bayu sedang berjalan bersama di sebuah mall. Raditya yang membuntuti mereka berdua mulai dari Bayu yang menjemput Clara sampai mereka selesai menonton film di bioskop berdua, bahkan Raditya ikut masuk ke dalam gedung bioskop itu. Raditya hanya ingin memastikan apa yang di gosipkan oleh seluruh siswa di sekolahnya, hingga kebenaran itu akhirnya terkuak.
"Sampai kapan kamu mau marah sama aku Dit?" lirih Bayu sambil melemparkan beberapa batu yang berada di dekatnya. Pemuda itu melamun seorang diri tanpa ada yang tahu keberadaan, hingga Leon yang ingin mencari beberapa kayu bakar bertemunya sedang duduk dan menangis di pinggir sungai.
"Bayu," panggil Leon. Bayu segera menghapus air mata yang sempat menetes di wajahnya dan menjawab sapaan sahabat baru Raditya itu, "Iya ... Kamu Leon ya anak kelas IPA 1?" tanya Bayu yang pura-pura tidak begitu mengenali Leon.
Bayu sebenarnya mengetahui semua tentang siapa saja yang dekat dengan Raditya, Leon datang menghampiri Bayu.
"Kamu kenapa? Ada masalah?" tanya Leon hati-hati. Pemuda itu ingin Mendengarkan pengakuan dari mantan sahabat Raditya, bagaimanapun juga Bayu adalah temannya juga. Leon ingin Raditya dan juga Bayu dapat kembali berteman seperti dahulu, hingga tanpa mereka sadari Clara yang sedang mencari keberadaan Bayu mencoba mendengarkan percakapan mereka berdua.
"Maaf Bayu, boleh aku bertanya sesuatu sama kamu?" tanya Leon hati-hati. Sebenarnya Leon tidak enak jika harus bertanya langsung kepada pemuda di depannya itu tetapi, dia ingin masalah ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut.
Leon masih ingat wajah kecewa Raditya saat bercerita tadi, awalnya Leon ikut merasakan rasa kecewa yang di alami oleh sahabatnya itu. Leon dan Raditya memang baru bersahabat tapi rasa persahabatan mereka tak pernah kenal baru atau sudah lama, Raditya selalu mengganggap Leon dan Rian bagian dari keluarganya. Itulah mengapa Leon ingin Bayu dan juga Raditya bisa berbaikan seperti dahulu, dia akan mencoba agar semuanya akan baik-baik saja.
"Kamu ingin bertanya apa Leon?" balas Bayu yang juga ikut bertanya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu masa lalu kamu dengan Raditya, maaf jika aku lancang bertanya kepadamu karena aku tidak tega saat melihat mata kecewa saat dirinya bertemu dengan kamu ataupun Clara. Aku tahu kalian bertiga dahulu sahabat dekat, tapi apakah kalian tidak ingin bersahabat kembali?" Bayu yang awalnya masih asik melemparkan beberapa batu kecil kedalam sungai menoleh dan melihat wajah Leon dengan seksama. Tergambar wajah penyesalan Bayu dan rasa sedih yang terlukis di sana, hingga Bayu tidak dapat menahan laju air mata yang sudah dari tadi di tahan olehnya.
Bayu yang awalnya ragu mulai menceritakan bagaimana dirinya bisa bersahabat dengan Raditya, hingga persahabatan mereka harus rusak akibat ulahnya sendiri. "Aku harap kamu dapat mengerti apa yang sedang di rasakan Raditya saat ini, beri dia waktu untuk menerima kenyataan yang ada," pesan Leon sebelum benar-benar pergi meninggalkan Bayu seorang diri kembali. Bayu menatap air sungai yang menggambarkan wajahnya di sana, ucapan Leon terekam dengan jelas dan memang tidak dapat di pungkiri jika semua terjadi karena dirinya.
"Apa yang Leon bilang ada benarnya, Raditya butuh waktu terlebih setelah lulus sekolah kita akan menikah itu lebih menyakitkan lagi untuknya," ucap Clara yang tiba-tiba keluar dari persembunyiannya. Clara juga paham dan merasa bersalah karena tidak dapat membalas perasaan Raditya yang terlalu dalam untuknya, "Bayu," panggil Clara saat melihat Leon yang sudah pergi meninggalkan Bayu seorang diri.
Bayu menengok saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya, "Ada apa?" tanya Bayu dingin. Pikirannya saat ini hanya bagaimana cara untuk Raditya dapat memaafkan dirinya.
"Kamu kenapa? Masih memikirkan Raditya?" tanya Clara yang ikut duduk di sebelah pemuda itu. Hanya keheningan yang tercipta saat ini hingga tanpa mereka sadari, panggilan dari Pak Dodit membuyarkan lamunan mereka.
"Bayu, Pak Dodit sudah panggil. Yuk kita kembali dahulu," ajak Clara. Bayu yang awalnya tidak ingin kembali mau tidak mau ikut bersama gadis itu, "Setelah pulang dari sini kita bicarakan dengan mamah dan papah tentang hubungan kita," ketus Bayu meninggalkan Clara yang terdiam mendengar ucapan sang kekasih.
Bayu yang langsung bergabung dengan kelompok sesaat setelah dirinya pergi menenangkan diri, "Silakan masuk ke dalam kelompok masing-masing dan saya akan beri tugas nanti," perintah Pak Dodit kepada seluruh murid yang ada di depannya.
Satu persatu kelompok di berikan tugas oleh Pak Dodit, ada yang mencari kayu bakar, mengambil air di sungai, bertugas masak dan sebagainya. Bayu dan juga Raditya mendapatkan tugas yang sama yaitu mencari kayu bakar untuk memasak dan api unggun nanti malam, Kenapa harus bersama dengan dia sih cari kayu bakarnya, keluh Raditya dalam hati.
Pemuda itu sebenarnya enggan bertemu apalagi bertatap muka dengan mantan sahabatnya itu, Raditya bukan menghindari dia hanya tidak ingin rasa kecewanya terlalu dalam.
__ADS_1
"Raditya," panggil Bayu saat dirinya hanya berdua dengan Raditya. Itu semua terjadi karena mereka membagi tugas untuk mencari kayu bakar di tempat lain juga, Raditya tidak menghiraukan panggilan dari Bayu.
"Sampai kapan kamu seperti ini Dit?" teriak Bayu hingga beberapa temannya datang saat mendengar suaranya. Bayu sudah tidak memikirkan bagaimana perasaannya saat ini, yang dia harapkan hanya maaf dari pemuda di depannya itu.
Raditya awalnya tidak ingin menjawab pertanyaan Bayu, "Untuk apa kamu bertanya seperti itu?" ketus Raditya.
"Aku minta maaf Dit, minta maaf atas semua kesalahanku dan aku mau kita seperti dahulu lagi Dit," pinta Bayu yang sudah mulai lelah dengan semuanya.
Raditya meninggalkan Bayu tanpa menjawab pertanyaan darinya, Leon yang menyaksikan segera menghampiri pemuda itu.
"Beri dia waktu, nanti akan aku bantu perlahan untuk menjelaskan semuanya tapi tidak sekarang," Leon mencoba menenangkan Bayu yang sudah putus asa mendapatkan maaf dari Raditya.
"Terima kasih Leon," ucapnya dan berlalu melanjutkan tugasnya mencari kayu bakar.
"Bagaimana aku menjelaskan semuanya, apa Raditya akan marah jika aku ikut campur?" ucap pelan Leon sambil mengambil beberapa ranting kayu yang berada di dekatnya.
"Dit, segini cukup?" tanya Leon saat bertemu dengan Raditya. Pemuda itu menghentikan langkahnya dan memeriksa ranting kayu yang di bawa Leon, "Cukup," ucapnya dingin sambil berlalu meninggalkan Leon yang belum sempat selesai berbicara itu.
__ADS_1
"Kebiasaan," geramnya.