MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 12 UNGKAPAN PERASAAN


__ADS_3

Seminggu berlalu Andini terus saja mengindari Reza. Mulai dari pergi sekolah di antar kakaknya hingga pulang sekolah di antar oleh Beni. Seperti pagi ini Andini yang sudah siap untuk berangkat di buat terkejut karena Reza sudah menunggunya di depan rumah sambil berbicara dengan kak Raditya.


"Din, hari ini kamu pergi bareng ke sekolah sama Reza ya?" tanya kak Raditya yang tampak sedang terburu-buru untuk berangkat ke kampus.


"Memang kenapa kalau aku berangkat bareng sama kakak?" tanya balik Andini yang heran melihat gelagat kakaknya itu.


"Kakak lagi buru-buru Andini, Kakak lupa ada tugas dari dosen dan Kakak belum selesai mengerjakannya," jelas Raditya yang sudah sempat mendengar cerita dari Reza tentang kesalahan pahamannya.


Dengan berat hati Andini pergi ke sekolah bersama dengan Reza. Selama di perjalanan Andini hanya diam tidak menanggapi setiap kali Reza mengajaknya bicara. Yang ada di pikirannya saat ini adalah apa hubungannya Reza dan Mirna. Sesampainya di parkiran Andini bergegas turun dari motor Reza dan langsung berjalan menuju kelasnya.


Reza yang melihatnya hanya pasrah melihat sikap Andini yang berubah. Reza pun melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya untuk menaruh tasnya lalu berjalan menuju kelas Andini. Kala itu kelas Andini hanya ada beberapa siswa yang sudah datang, mereka yang melihat merasa heran karena tiba-tiba Reza sang ketua OSIS memasuki ruang kelasnya. Reza langsung menghampiri Andini yang sedang duduk di kursi nya, dia langsung mengungkapkan perasaannya kepada Andini. Andini yang bingung hanya diam dan mencerna apa yang di bicarakan oleh Reza.


"Kamu kenapa diam saja, apa jawaban kamu?" tanya Reza gemas melihat sikap Andini yang tidak paham dengan ucapannya.


"Memang Kak Reza bilang apa ya?" tanya balik Andini yang sedang menggoda Reza.


"Dari tadi mikirin apa saja sih, aku bilang panjang lebar tidak kamu dengarkan?" ucap Reza sambil mencubit pipi Andini.

__ADS_1


"Iya aku dengar semuanya kok Kak, tapi memang Kakak serius suka sama aku?" tanya Andini sambil mengusap pipinya yang di cubit Reza tadi.


"Iya aku serius Andini, kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Reza sambil menatap kedua mata Andini. Andini yang malu hanya bisa menganggukan kepalanya.


Reza yang melihat Andini menganggukkan kepalanya langsung tersenyum manis kepada Andini. Setelah puas berbicara dengan Andini, Reza pun langsung pamit undur diri untuk kembali ke kelasnya.


Meli yang baru datang nampak bingung dengan sikap Andini yang tersenyum manis kepadanya.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri seperti itu?" tanya Meli heran. Akhirnya Andini menceritakan apa yang barusan terjadi pada sahabatnya itu. Meli yang mendengar langsung memeluk tubuh Andini, dia senang karena akhirnya Andini bisa membuka hatinya untuk lelaki lain. Karena Meli tahu bagaimana perasaan dan perjalanan cintanya.


Jam istirahat telah tiba, Andini yang akan pergi ke kantin langsung tersenyum saat melihat sang pujaan hati memasuki kelasnya dan mengajak Andini untuk makan siang bersama.


Dari kejauhan nampak Mirna yang kurang suka dengan kabar jadian dari Reza dan Andini mulai mencari cara agar mereka berpisah.


Sesampainya dikantin Reza langsung memesankan makanan untuk dirinya dan para sahabatnya itu.


"Cie ... Cie ... Yang habis jadian asik nih kita di traktir," ucap Beni yang merasa senang karena di belikan makanan oleh sepupunya itu.

__ADS_1


Dari kejauhan nampak Mirna yang sedang membawa minumannya dengan sengaja berjalan menuju meja Andini dan menyenggol lengan Andini sehingga minuman yang dibawa olehnya tumpah di baju Andini.


"Ups .... !!! Maaf tidak sengaja," ucap Mirna tanpa rasa bersalah.


"Hei apa-apaan kamu, baju teman aku jadi basahkan? Kamu tidak apa-apa Andini?" ucap Meli melihat ke arah Mirna lalu bertanya ke sahabatnya.


"Sudah-sudah aku tidak apa-apa, Kak Mirna tidak sengaja kok," jelas Andini, dia tahu bahwa Mirna sengaja melakukannya karena cemburu mendengar bahwa dirinya dan Reza berpacaran. Karena pada saat Andini kekamar mandi kemarin, Andini tidak sengaja mendengar ucapan Mirna kepada temannya bahwa dia menyukai Reza.


Reza yang baru tiba dari stand minuman langsung menegur Mirna dan itu membuat Mirna semakin membenci Andini. Reza membantu Andini membersihkan bajunya yang kotor tetapi di tolak oleh Andini.


"Sudah biar aku saja yang bersih kan," ucap Andini sambil tersenyum manis.


"Kamu mau ganti bajunya tidak Din? Biar aku ambilkan di tas, aku selalu bawa baju ganti," ajak Bela yang selalu siap siaga.


"Tidak usah, ini juga tidak terlalu basah," ucap Andini lembut. Mirna yang melihat dan mendengar nya menjadi geram sendiri sehingga dia pergi meninggalkan kantin.


"Lihat saja, aku jamin kamu tidak akan lama dengan Reza," gumam Mirna dalam hati seraya berjalan menuju kelasnya. Mirna yang semakin benci dengan Andini akan mencari cara agar Reza dan Andini berpisah.

__ADS_1


Cinta itu buta, tidak memandang dia itu siapa dan pada siapa. Hargailah cinta yang di beri niscaya kau akan mendapatkan cinta yang sejati.


jangan lupa like nya ya,komen dan sarannya juga ditunggu sama author nya loh.


__ADS_2