MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 54 PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3

"Apa kabar kalian semua?" tanya Reza melepas pelukan dari sahabat lamanya itu, dia menyuruh untuk semuanya kembali duduk dan menikmati hidangan yang telah dipersiapkan.


Reza mendudukkan dirinya disebelah Andini, gadis itu hanya bisa menundukkan kepala karena merasa gugup bertemu dengan Reza kembali. "Apa perasaan itu masih ada?" gumam Andini dalam hati, dia merasa ada perasaan rindu akan sosok disebelahnya.


"Apa kabar kamu Andini?" tanya Reza yang menghadap kearah gadis itu, "aku baik Kak, Kakak sendiri apa kabar?" Andini bertanya balik kepada pria itu.


"Wih, kayaknya udah ada yang jadi bos nih? Lihat saja penampilannya," ledek Dika sambil menunjuk kearah Reza yang sedang berbicara dengan Surya sekertaris pribadinya.


Reza yang mendengar ejekan dari sahabatnya itu langsung beralih menatapnya, "pastilah bertahun-tahun di negara orang masa tidak bisa jadi bos," ucapnya sambil membetulkan jas yang dikenakan olehnya.


Dika yang mendengar ucapan Reza mencebikkan bibirnya, "iya deh yang jauh-jauh keluar negeri, emang kita yang yang tetap disini," ujar Dika yang berpura-pura marah kepada sahabatnya itu.


Bela dan Yani hanya tertawa melihat perdebatan mereka, rasanya bahagia bisa berkumpul seperti ini kembali. Reza menatap lekat kedua sahabatnya, dahinya berkerut saat melihat tangan kedua sahabatnya memegang tangan wanita yang dia kenal adalah sahabat Andini.


"Tunggu, ada berita apa yang tertinggal dari kalian? Jangan bilang kalau kalian..." ucap Reza yang masih bingung dengan keadaan didepannya.


"Seperti yang anda liat Pak bos," gurau Fahmi. Dika dan Beni ikut tertawa melihat wajah Reza yang terlihat bingung itu, Dika pun menjelaskan apa yang sebenernya terjadi.


"Apa kalian sedang bercanda?" tanyanya saat mendengar cerita Dika dan Fahmi yang saat ini sedang mentertawakan kebodohan pria itu.

__ADS_1


"Makanya ingat pulang kenegara sendiri, jadi ketinggalan infokan?" sindir Beni yang memang sepupunya itu tidak pernah pulang ke Indonesia setelah hari kelulusannya pada SMA dahulu.


"Kita makan saja dahulu, ceritanya nanti saja setelah makanan didepan ini habis semua," perintah Reza. "Surya kamu ikut gabung sini sama kita semua, anggap saja mereka sahabatmu juga," sambung Reza saat melihat sekertarisnya itu hanya berdiri dibelakanngnya.


"Terima kasih Pak, saya tidak apa-apa ini semua sudah menjadi tugas saya sebagai sekertaris dan asisten Bapak,' jelas Surya yang merasa tidak enak denga atasannya itu.


"Berapa kali saya katakan, jika diluar kantor kamu bisa panggil saya nama saja tidak perlu formal seperti itu, sekarang kamu duduk disana," ucap Reza yang tidak ingin dibantah lagi oleh karyawannya itu.


Surya hanya bisa menuruti perintah sang bos jika masih ingin selamat bekerja dengan Reza, Surya duduk dibangku yang tersisa dimeja itu.


"Dia itu sekertaris sekaligus asisten pribadiku, namanya Surya dan dia bekerja dari awal perusahaanku baru dirintis beberapa bulan lalu," tutur Reza memeperkenalkan siapa yang berada disebelahnya itu. Surya tersenyum karena baru kali ini dia melihat bosnya itu bisa tertawa dan tersenyum hangat, apalagi saat melihat tatapan mata Reza ke salah satu gadis yang ada disitu.


"Sepertinya pernah melihat gadis itu dimana ya," pikir Surya dalam hati karena dia merasa pernah melihatĀ  Andini tapi entah dimana. Setelah berpikir barulah dia mengingat jika pernah melihat Andini saat gadis itu wisuda beberapa bulan yang lalu, saat itu dirinya menemani sang bos untuk melihat gadis itu diwisuda walau hanya dari kejauhan.


"Aku minta maaf selama ini harus bersembunyi dari kalian, karena aku tidak ingin kalian terlalu memikirkan aku yang jauh sendiri disana," jelas Reza meminta maaf kepada para sahabatnya itu.


"Kita sih tidak masalah Za tanpa kabar dari kamu, tapi itu-tu," ledek Beni sambil melirikkan matanya ke arah Andini.


"Kenapa pada melihat aku seperti itu sih?" tanya Andini yang melihat semua mata sedang memandang dengan tatapan mengejek itu.

__ADS_1


"Iyalah, kan karena kita tidak enak dengan kamu yang jomblo jadi kita semua menyembunyikan hubungan yang sudah dijalin selama ini," ejek Meli yang kembali mengingat harus menyembunyikan hubungannya denga Beni karena mau menjaga perasaan sahabat terbaiknya itu.


Andini yang mendengar sedang di bicarakan tanpa sadar memeluk lengan Reza untuk menyembunyikan wajahnya yang malu karena terus menerus diejek oleh para sahabatnya dan juga sahabat pria disebelahnya itu, Reza merasa senang saat Andini mau dekat dengannya kembali.


"Ehem, kayaknya akan ada yang CLBK nih," giliran Bela yang ikut meledek Andini. Andini yang baru menyadari bahwa dia bersembunyi dibalik lengan Reza segera melepasnya. "Maaf," ucapnya.


Reza menarik Andini kedalam pelukannya dan meminta maaf akan sikapnya selama ini, Andini yang sangat merindukan pelukan itu merasa sangat nyaman dan bahagia saat pria itu mengutarakan perasaannya yang selama ini dipendamnya.


"Aku merindukanmu Din," ucap Reza melepas pelukannya dan menatap lekat kedua mata Andini.


Andini yang mendengar ucapan Reza tidak sadar membalas ucapannya, "aku juga merindukanmu Kak," ucapnya yang tak lama langsung menutup mulunta dengan kedua tangannya.


"Kalau rindu tidak usah malu Din," ledek Fahmi yang langsung mendapatkan gelak tawa dari yang lainnya. Mereka merasa lucu dengan sikap Andini yang malu-malu tapi mau itu, Andini yang terus menerus mendapat ejekan dari para sahabatnya itu hanya bisa tersenyum sesekali memasang wajah cemberut yang semakin mengundang gelak tawa disana.


Tak terasa hari semakin larut, Andini meminta izin kepada yang lainnya untuk bergegas pulang. "Ayo kamu aku antar pulang," ucap Reza yang langsung berdiri dan mengajak Andini untuk pulang bersamanya.


"Tidakn apa-apa kalau aku pulang bersama Kak Reza?" tanya gadis itu yang merasa tidak enak jika menumpang dengannya.


Reza segera pamit dan langsung menggenggam erat tangan Andini, Andini yang mendapatkan perlakuan manis itu hanya bisa menatapnya sambil terus tersenyum sepanjang jalan menuju mobil Reza.

__ADS_1


"Ayo masuk," ucap Reza yang membukakan pintu belakang mobilnya. Surya yang sudah siap di depan kemudi bergegas pergi meninggalkan restoran tersebut saat mendapat perintah dari bosnya itu, sepanjang perjalanan Reza banyak menanyakan kesibukan Andini akhir-akhir ini.


Saya pribadi mohon maaf lahir batin jika ada salah baik di sengaja maupun tidak, semoga kalian semua lancar menjalankan puasanya tahun ini dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya, jangan lupa like dan komennya ya... Vote nya juga ditunggu, terima kasih sudah mampir.


__ADS_2