MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 88 PERPISAHAN


__ADS_3

Hari-hari yang dilalui oleh Bayu tidak ada yang berubah, apalagi setiap dirinya bertemu dengan Raditya tatapan pemuda itu selalu di alihkan seperti saat ini.


Leon selalu mencoba membujuk Raditya agar berdamai dengan masa lalunya tetapi, jawaban dari pemuda itu selalu sama. "Aku terlalu kecewa Leon," ucap Raditya.


Leon dan Rian tidak dapat berbuat banyak untuk membuatnya berbaikan dengan Bayu, segala cara telah mereka berdua lakukan. "Aku bingung Yan dengan Raditya, kenapa sampai segitunya membenci Bayu?" tanya Leon yang sedang istirahat di kantin bersama dengan Rian.


Rian yang sedang meminum minuman miliknya menggendikkan bahu, "Entah."


Tak berselang lama Raditya datang menghampiri mereka berdua, tanpa malu-malu pemuda itu langsung meminum minuman di depannya. "Kebiasaan pesan sana," ucap Leon merebut gelas minuman miliknya yang di pegang oleh Raditya.


"Bagi sedikit saja pelit, pesankan kalau begitu," Raditya menyuruh Leon untuk memesankan minuman untuknya. Leon mendengus mendengar perintah sahabat di depannya, "Kalau bukan sahabat sudah aku ketok ini anak," ketus Leon sambil berjalan menuju ibu penjual minuman di kantin.


Raditya dan Rian hanya bisa tertawa mendengar gerutuan dari sahabatnya itu, "Jahat kamu Dit, hobi banget godain Leon," ujar Rian.


Leon kembali dengan membawa segelas jus pesanan Raditya dengan kasar pemuda itu sedikit membanting gelasnya saat menaruh di depan Raditya, "Nih jusnya tuan besar," sindir Leon. Raditya dan Rian tidak dapat menahan tawanya lagi, "Jangan marah dong," goda Raditya.


Leon hanya mengembungkan pipinya, "Eh nanti pulang sekolah jalan ke mall dulu yuk, aku mau beli sesuatu untuk acara perpisahan nanti," ucap Leon antusias. Pemuda itu sejenak melupakan kekesalannya kepada Raditya dan Rian, "Masih satu Minggu lagi Leon, sudah mau belanja saja," keluh Rian.

__ADS_1


Raditya mendengarkan usul dari kedua sahabatnya itu, mengingat hari ini dirinya sedang tidak ada kegiatan yang dapat menyita waktu. "Hari ini saja kita jalan ke mall, besok aku sudah mulai sibuk menyiapkan acara perpisahan kelas kita yang tinggal satu Minggu lagi," putus Raditya yang langsung berlalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya.


"Mau kemana Dit?" teriak Leon tanpa melihat keadaan sekitar yang menatapnya. Leon yang tersadar segera bergegas lari menghampiri Raditya, "Mau kemana sih Dit buru-buru?" tanya Leon setelah dirinya dapat menyamai langkah kaki dengan orang di sebelahnya.


"Aku baru ingat tadi Bu Ani menyuruhku untuk membantunya," jelas Raditya. Pemuda itu mendapatkan perintah dari sang guru untuk menyalin data semua murid yang akan mengikuti acara perpisahan nanti, Leon berniat membantunya akan tetapi, Raditya menolaknya dan menyuruh sang sahabat untuk masuk ke dalam kelas.


Leon dengan kesal berjalan menuju kelasnya, padahal dirinya ingin ikut membantu Raditya, "Sudah tidak belajar mau ngapain coba di kelas," gerutu Leon.


Raditya tidak menghiraukan ucapan Leon, pemuda itu bergegas menuju ruangan di mana Bu Ani berada. Saat dirinya melewati toilet wanita, samar-samar terdengar celotehan para siswi yang sedang membicarakan Clara dan juga Bayu.


"Kamu tahu tidak soal hubungan Bayu dan Clara itu?" tanya seorang siswi yang tidak dapat terlihat karena pintu toilet yang tertutup rapat. Raditya berdiam diri di depan pintu, dia ingin mencari tahu apa yang di bicarakan oleh mereka semua. Sambil memainkan ponselnya, Raditya bersandar pada dinding toilet.


Raditya memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju ruangan Bu Ani, hingga tanpa terasa sekarang ruangan itu sudah berada di depannya. "Permisi Bu," sapa Raditya sopan sambil mengetuk pintu dan membukanya pelan. Terlihat wanita berumur empat puluh tahun sedang duduk di depan mejanya, "Akhirnya kamu datang juga Dit," ucapnya saat melihat siapa yang datang ke dalam ruangannya.


"Maaf Bu, tadi saya lupa," kekeh Raditya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Bu Ani menatapnya dengan seksama dan tak lama terbit senyum di wajahnya, "Tidak apa-apa Dit, maaf juga karena menggangu waktu kamu," ucap Bu Ani sungkan.

__ADS_1


Raditya segera menyelesaikan tugasnya, "Dit, Ibu titip sebentar ya soalnya mau ke ruang Bapak kepala sekolah dahulu," pamit Bu Ani. Raditya mengiyakan dan melanjutkan tugasnya yang sempat terhenti itu, tak butuh waktu lama pekerjaan Raditya selesai.


Bu Ani yang baru kembali dari ruangan kepala sekolah mengecek pekerjaan Raditya terlebih dahulu, "Terima kasih ya Dit," ucapnya saat melihat pekerjaan Raditya yang sangat rapih.


Raditya undur diri untuk kembali ke kelasnya, "Dit, nih tas kamu," ucap Rian sambil melemparkan tas milik Raditya ke hadapannya. Dengan sigap Raditya segera menangkap tas miliknya, "Sudah ayo pergi," ajak Leon yang tidak sabar ingin berjalan-jalan.


Seminggu berlalu, hari ini murid-murid sekolah Raditya sudah rapih dengan pakaian masing-masing. Mereka semua menghadiri acara perpisahan kelas, Raditya yang di daulat menjadi pembawa acara tersebut mengajak Lala untuk membantunya. Sorak-sorak terdengar saat Raditya mulai menaiki panggung, apalagi dengan penampilannya yang membuat semua siswi berteriak histeris.


Satu persatu acara mulai di bawakan hingga acara penutupan yaitu persembahan dari Raditya, pemuda itu menyumbangkan sebuah lagu untuk para siswa dan siswi yang pernah menjadi temannya. Banyak yang mengagumi keindahan suara Raditya, hingga tanpa di sadari Clara menatapnya tanpa berkedip.


"Dit," panggil Clara saat Raditya menuruni panggung. Gadis itu ingin meminta maaf sebelum pergi meninggalkan tanah air untuk melanjutkan pendidikannya, Raditya yang awalnya tidak ingin berbicara dengan Clara tetapi, gadis itu memegang kedua tangan Raditya dan memohon untuk mendengarkan penjelasannya.


"Ada apa?" tanya Raditya dingin sambil menurunkan tangan Clara yang memegang kedua tangannya.


Clara menggigit bibirnya, sedikit agak takut saat melihat tatapan kedua mata Raditya. "Aku mau pamit Dit," ucap Clara sambil menundukkan kepalanya. Tanpa jawaban Raditya segera berlalu meninggalkan Clara, "Tunggu Dit, aku belum selesai bicara," ucap Clara memberanikan diri.


"Aku minta maaf Dit, minta maaf atas semua sikap aku, minta maaf atas semua salahku, minta maaf tidak dapat membalas perasaan kamu ke aku," ucap Clara. Gadis itu tidak bisa menahan laju air matanya yang tiba-tiba muncul, dengan segera Clara mengelapnya.

__ADS_1


Raditya terdiam dengan semua perkataan yang Clara ucapkan, di dalam hati Raditya tidak bisa membenci gadis di depannya itu. Hanya karena rasa kecewanya terhadap Bayu, Clara harus menjadi korbannya juga.


__ADS_2