MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 73 AKHIR CERITA


__ADS_3

"Kakek," teriak Siska. Gadis itu berlari menuju sang kakek, Siska langsung memeluk tubuh pria tua itu. "Maafin Siska Kek," ucapnya sambil menangis. Rian yang melihat ikut meneteskan air matanya, polisi sudah menangkap Rizal yang ternyata menculik serta menjual Siska kepada pria hidung belang.


"Kamu sudah aman sekarang," ujar kakek yang juga memeluk cucu kesayangannya dengan erat. "Lebih baik sekarang pulang dahulu Kek," ajak Rian. Pemuda itu melihat kakek dan juga Siska dengan wajah lelahnya, apalagi Siska terlihat masih syok atas apa yang terjadi hari ini.


"Ayo Kek aku antar sampai rumah," ajak Rian. Kakek mengiyakan dan segera menaiki kendaraan bermotornya, "Siska naik sama Kakek nanti aku jaga dari belakang," usul Rian. Kakek melajukan motornya menuju rumah, Rian mengikuti dari arah belakang guna jaga-jaga takut hal yang terjadi tidak mengenakan.


"Assalamualaikum, Nek ... Nenek," panggil kakek ketika mereka semua sudah tiba di rumahnya. "Waalaikumsalam," ucap nenek yang baru selesai sholat. "Siska," teriak nenek saat menyadari cucunya sudah kembali dengan selamat.


"Sini Nak Rian duduk dahulu," ajak kakek.


Nenek yang bingung dengan pemuda yang datang bersama dengan suami dan cucunya bertanya, "Siapa dia Kek?"


"Ah iya Kakek lupa perkenalkan, ini itu namanya Rian. Rian ini istri Kakek," ucap kakek yang memperkenalkan istrinya kepada Rian.


Dengan sopannya Rian mencium punggung tangan nenek, "Saya Rian Nek, tadi Kakek membantu saya di tengah jalan jadi tidak salahnya jika saya juga membantu Kakek," ucapnya. Nenek menyukai sikap sopan yang di tunjukkan oleh Rian, "Sepertinya kamu bukan orang sini ya?" selidik nenek karena wanita tua itu tidak pernah bertemu Rian sebelumnya di kampung mereka tinggal.


"Iya Nek, saya tinggal di kampung sebelah cuma kuliah di Jakarta dan sekarang saya mau menengok Ibu tetapi, tadi di jalan bensin saya habis untung bertemu Kakek jadi saya bisa sampai ke sini," jelas Rian.


Siska dari pertama masuk ke dalam rumah hanya bisa terdiam, "Nek, Kek ... " panggil Siska. "Kenapa sayang?" tanya nenek sambil mengelus rambut cucunya itu.

__ADS_1


"Jangan kasih tahu orang rumah tentang kejadian ini, Siska takut mereka akan khawatir dan menyuruh aku pulang," pinta Siska yang terus menangis mengingat kejadian yang hampir membuat masa depan seluruh keluarga hancur. Nenek dan kakek saling menatap satu sama lain, mereka berbicara lewat tatapan matanya. "Baiklah Nenek dan Kakek akan menyembunyikan masalah ini tetapi, kamu bagaimana sekarang apa sudah lebih baik?" tanya nenek lembut.


Siska menganggukkan kepalanya, gadis itu memilih untuk membersihkan diri dan beristirahat. "Nek, Kek aku mau mandi dan tidur ya," pamit Siska. "Tidak mau makan dahulu?" tanya nenek yang tahu jika Siska belum makan malam. Siska menggelengkan kepalanya, " Aku mau istirahat saja Nek," tolak Siska yang sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga.


Pandangan mata Rian tak lepas dari tubuh Siska, hingga gadis itu menghilang di balik pintu kamarnya. "Oh iya nak Rian menginap saja di sini, besok baru pulang menemui Ibu mu hari juga sudah sangat gelap," pinta Kakek. Rian sejenak berpikir, hingga akhirnya dia menyetujui permintaan si kakek. "Tidak ada salahnya menginap di sini sehari, lagi pula badanku rasanya remuk semua," gumam Rian dalam hati.


"Mari nak Rian Nenek antar ke kamar tamu," ajak nenek. Rian mengikuti nenek dari belakang, pemuda itu merasa takjub dengan rumah itu. "Selera Nenek dan Kakek bagus ya," ucap Rian tanpa sadar. Nenek hanya bisa tertawa mendengar ucapan Rian, "Kakek memang ingin membuatkan rumah yang bisa membuat nyaman anggotanya dan itu sekarang terbukti," ujar nenek yang terbayang wajah cucu-cucunya setiap kali main di sana.


"Ini kamarnya nak, silakan beristirahat jika lapar di dapur ada makanan," pesan nenek. Rian mengiyakan pesan nenek, pemuda itu langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur. "Apa yang sebenarnya terjadi," ucap Rian saat ingatannya kembali di mana dia menyelamatkan Siska dari tangan Rizal.


"Jadi kamu benar adiknya Andini dan Raditya?" tanya Rian yang masih tidak percaya itu.


"Jangan benci gitu sama aku, hati-hati nanti jadi cinta loh," ledek Rian yang langsung berlari menuju di mana Reza dan yang lain sedang membahas tentang acara pernikahannya nanti.


"Darimana saja kamu?" bisik Reza saat Rian mendudukkan diri di sampingnya. "Habis ketemu gadis cantik nan imut di belakang," kekeh Rian saat mengingat wajah Siska yang kembali terbayang di ingatannya. Reza di buat bingung oleh kelakuan sahabatnya itu yang tiba-tiba tersenyum seorang diri hingga, saat Siska masuk kembali ke dalam ruangan itu matanya tak lepas menatap gadis manis itu.


"Acara pernikahannya dua bulan lagi, besok mulai persiapkan baju dan juga undangannya serta mulai hubungi gedung dan catering," putus ayah Reza. Mereka semua yang berada di ruangan itu mengucap syukur karena telah mendapatkan tanggal baik untuk pernikahan sang anak. Dua bulan berlalu hingga hari yang di tunggu-tunggu oleh Reza pun tiba, hari di mana dirinya akan memiliki Andini sepenuhnya.


"Kenapa kamu Za?" tanya Rian yang ditugaskan untuk memeriksa kesiapan pemuda di depannya. Belum sempat Reza menjawab Rian sudah menggoda, "Jangan bilang kalau kamu tidak jadi menikahi Andini, aku siap kok menggantikanmu," goda Rian yang langsung mendapatkan pukulan di kepalanya oleh Reza.

__ADS_1


"Kalau sampai terjadi aku tidak akan memaafkanmu Yan," ketus Reza yang langsung mendapatkan gelak tawa dari sahabatnya itu. "Tenang saja, aku tidak akan merebut Andini darimu tapi kalau Siska aku tidak janji," ujar Rian. Reza mencerna ucapan pemuda itu, "Jangan bilang kalau kamu sama Siska ... " ucap Reza yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari sahabat terbaiknya itu. Reza langsung memeluk Rian dengan erat, "Selamat ya Bro akhirnya punya pacar juga, eh tunggu sejak kapan kalian dekat dan jadian?" selidik Reza. Rian menceritakan semuanya mulai dari pertemuan awal dengan Siska sampai dirinya bisa memiliki Siska, "Aku juga tidak menyangka jika Siska akan menerimaku secara dia setiap kali bertemu selalu saja marah-marah," jelas Rian mengingat kelakuan Siska yang malah membuatnya semakin menyukai gadis itu.


"Aku tidak menyangka jika Siska pernah berada dalam titik itu, dan bersyukurlah kalau tidak terjadi yang serius dengannya," ucap Reza yang merasa bangga dengan adik iparnya itu. Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar yang di tempati oleh Reza, ya mereka kini sedang berada di sebuah gedung tempat di mana acara pernikahan Reza dan Andini dilangsungkan. "Astaga kalian malah curhat di sini, itu Pak penghulu sudah menunggu jadi nikah tidak sih," omel Dika yang tiba-tiba muncul di hadapannya bersama dengan Fahmi.


"Sepertinya Reza tidak jadi menikah dengan Andini, kalau begitu aku saja yang menggantikannya," ujar Fahmi yang berlalu keluar. Reza yang mendengar ucapan Fahmi mencoba mengejar dan meneriaki pemuda itu, "Fahmi, awas ya kamu," teriak Reza hingga tidak sadar jika dirinya sudah berada di dalam ruangan berbeda dengannya tadi. Reza mangatur nafasnya, dia berjalan menuju di mana pak penghulu sudah duduk manis di sana. "Bisa kita mulai?" tanya Pak penghulu saat Reza baru mendudukan dirinya. Reza menganggukan kepalanya, "Bisa Pak," jawab Reza yang mulia merasa gugup. Tak butuh waktu lama rasa gugup Reza menjadi rasa haru, ternyata dirinya bisa mengucapkan ijab qobul dalam satu tarikan nafas.


Terdengar suara SAH dari seluruh tamu undangan yang hadir, hingga matanya bertemu dengan sosok gadis cantik bergaun putih yang berjalan menghampirinya. Andini mencium punggung tangan Reza yang kini sudah sah menjadi suaminya itu, Reza juga tak malu mencium kening wajah sang istri yang terlihat sangat cantik. Resepsi pernikahan Reza dan Andini di adakan di hari yang sama dan di tempat yang sama pula, itu mereka lakukan agar sang pengantin baru tidak merasa lelah jika acara yang mereka nantikan di adakan secara terpisah.


***END


CINTA BUKAN HANYA BUTUH WAKTU


CINTA BUKAN HANYA BUTUH MATERI


CINTA BUKAN HANYA SEKEDAR HADIR


TETAPI CINTA JUGA BUTUH PERHATIAN, KASIH SAYANG SERTA KEPERCAYAAN***


Terima kasih banyak atas like, komen, rate dan vote kalian. Maaf jika endingnya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian karena saya masih belajar dan juga masih bingung mau bikin adegan itu🀭🀭🀭🀭. Jangan lupa mampir di novelku yang lainnya, sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih. Salam sayang dari aku πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2