MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 11 CEMBURU


__ADS_3

Pagi ini Andini berangkat ke sekolah menumpang dengan kakaknya karena Reza tidak bisa menjemputnya seperti biasa. Reza sedang disibukkan dengan persiapan acara ulang tahun sekolahnya yang di adakan bulan depan. Sesampainya di gerbang sekolah Andini langsung turun dan menuju ke kelasnya, di saat melewati ruang OSIS Andini mendengar suara tertawa dari orang yang dia kenal.


Andini mendengar suara Reza tertawa dengan Mirna wakil ketua OSIS. Ada perasaan yang mengganjal di hati Andini, seperti rasa cemburu tapi kenapa? Apa dia benar-benar suka dengan Reza, entahlah hanya dia yang tahu bagaimana perasaannya saat ini.


Andini yang tidak tahan mendengarnya langsung bergegas menuju kekelasnya, sesampainya di kelas Andini langsung mendudukkan dirinya di kursi. Meli yang melihat Andini muram langsung bertanya kepada Andini.


"Kenapa kamu datang-datang mukanya langsung seperti itu, kayak melihat pacar lagi selingkuh," ejek Meli sambil tertawa menatap wajah Andini yang muram.


"Tidak apa-apa, lagi sebal saja tidak mood aku," jawab Andini asal.


"Tadi pagi di antar siapa sekolahnya? Kamu di antar sama Bang Raditya ya?" tanya Meli penasaran karena saat datang ke sekolah, dia melihat Reza datang bersama dengan Mirna bukan dengan Andini.


"Iya aku di antar sama Kak Raditya, kan sekalian berangkat ke kampus dia," jawab Andini yang terus menatap ke arah luar.


Bel tanda masuk berbunyi, pelajaran pun di mulai. Andini yang kala itu terus memikirkan Reza tidak memperhatikan apa yang di terangkan oleh guru di depan kelas. Dia berharap bel istirahat segera berbunyi.

__ADS_1


Saat bel istirahat berbunyi Andini langsung menuju ke perpustakaan untuk menenangkan dirinya. Reza yang tidak melihat Andini bersama dengan sahabatnya langsung bertanya.


"Mel, Andini kemana? Kok tidak ikut kamu ke kantin?" tanya Reza yang penasaran karena dari pagi tidak melihat Andini.


"Dia lagi ke perpustakaan katanya lagi ingin sendiri, lagi aneh dia hari ini. Tidak tahu kenapa dari tadi pagi kerjaannya melamun terus tuh anak," jelas Meli yang memang heran dengan sikap Andini hari ini.


Reza yang merasa khawatir dan ingin menyusul Andini ke perpustakaan dibuat terkejut dengan kedatangan Andini dan Beni yang terlihat sangat akrab sekali. Walaupun Reza tahu bahwa Andini dan Beni bersahabat tapi tetap saja ada perasaan cemburu dihatinya, Reza sadar dia bukan siapa-siapa Andini jadi dia menahan diri untuk tidak marah-marah.


"Darimana kalian berdua?" tanya Bela saat sampai dimeja yang sedang diduduki oleh para sahabatnya itu sambil membawa makanannya.


"Din, pulang sekolah aku antar pulang ya?" tanya Reza yang menanti jawaban dari Andini.


"Tidak bisa Kak, aku udah janji sama Beni mau pulang bersama nanti, Iya kan Ben?" ucap Andini sambil mencubit Beni agar menuruti ucapannya.


"Awaw!!! Eh iya, maaf Za tadi Andini sudah bilang minta diantar pulang sama aku," jelas Beni sambil melihat ke arah Reza, raut wajah kecewa Reza terlihat disana.

__ADS_1


"Maafin aku Za, Andini lagi butuh waktu dulu," gumam Beni dalam hati, Beni sudah tahu ada apa dengan Andini. Dia tidak sengaja mendengar suara Andini menangis di sudut ruang perpustakaan. Dan Andini pun menceritakan semuanya, semua tentang perasaannya walau pun terasa berat untuk Beni, karena dari dahulu Beni menyimpan rasa untuk Andini, tapi dia tidak mau egois karena kebahagiaan Andini yang paling utama


Suasana makan siang hari ini di liputi oleh keterdiaman Andini dan Reza, biasanya mereka akan bercanda satu sama lain bahkan Reza tidak sungkan makan bersama Andini. Bahkan banyak yang mengira kalau mereka berdua memiliki hubungan dekat, karena sikap mereka berdua yang semakin erat. Di saat sedang asyik makan Mirna datang menghampiri Reza.


"Za, nanti pulang sekolah jadikan mulai belanja beberapa keperluan buat acara sekolah?" tanya Mirna yang sudah berdiri di samping Reza, dia menunggu jawaban dari Reza.


"Ehhh, Iya nanti pulang sekolah mulai nyicil biar pas acara tidak terlalu repot," jawab Reza sambil terus memperhatikan Andini tidak perduli jika yang bertanya adalah Mirna.


Mirna yang melihat itu hanya memberikan tatapan tidak suka terhadap Andini dan dia pun pamit undur setelah urusannya selesai dengan Reza. Andini yang merasa tidak nyaman akhirnya pergi meninggalkan para sahabatnya termasuk Reza.


"Lagi kenapa tuh anak?" tanya Bela.


"Lagi pms kali," jawab Beni sambil tertawa terbahak-bahak hingga seluruh siswa yang berada di sana melihat kearahnya. Beni yang menyadari langsung menutup mukanya dan berganti dengan para sahabatnya yang menertawakan dirinya.


kau membuat ku bahagia lewat cara yang orang lain tak bisa.

__ADS_1


jangan lupa untuk klik tombol like, di tunggu juga komen, kritik dan saran nya ya, terima kasih buat waktunya


__ADS_2