
Andini kembali ketengah-tengah kelompok, mereka kembali melanjutkan mencatat apa saja yang akan dibawa besok. Saat Andini tengah asik mencatat, ponselnya berdering ada satu pesan masuk disana. Andini memeriksa pesan tersebut yang ternyata dari Reza, dia memberikan kabar kepada Andini bahwa lusa akan kembali ke London.
Reza
Din, lagi dimana?
Andini
Masih dikampus, kenapa Kak?
Reza
Aku jemput ya? Ada yang mau aku bicarakan sama kamu, kamu selesai jam berapa?
Andini
Aku selesai jam 3 Kak, aku tunggu ya
Setelah Andini memberi alamat kampusnya, dia kembali memasukkan ponselnya kedalam tasnya. Jam menunjukkan pukul dua siang, acara pembukaan telah selesai. Seluruh calon mahasiwa dan mahasiswi kembali kerumah masing-masing, mereka harus, menyiapkan semua peralatan untuk mereka bawa besok. Andini meminta izin kepada sang Kakak bahwa dia tidak bisa pulang bersama, karena dia akan pergi bersama teman-temannya dan juga Reza.
Andini menunggu Reza diparkiran seorang diri, sebab para sahabatnya lebih dulu mencari peralatan untuk besok. Tak lama motor Reza memasuki parkiran kampus Andini, Andini yang sedang menghubungi teman-temannya terkejut saat Reza tiba didepan dirinya.
"Maaf, lama ya menunggunya?" tanya Reza yang ikut duduk di bangku sebelah Andini.
__ADS_1
"Tidak Kak, baru beberapa menit kok," ucap Andini yang memang baru beberapa menit menunggu Reza menjemputnya. Dari kejauhan terlihat Sarah dan Lela, mereka mengamati Andini dan Reza yang terlihat sangat dekat.
"Itu siapa ya Lela?" tanya Sarah yang terus memperhatikan Andini dari kejauhan.
"Tidak tahu aku, kok kayak orang pacaran ya?" pikir Lela. Disaat mereka akan menghampiri Andini, Raditya lebih dulu tiba diantara mereka berdua.
"Mereka bicara apa ya?" bisik Sarah yang penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
"Kok akrab sekali ya, tidak mungkin kan kalau Raditya dan pria itu sama-sama pacar Andini," tebak Lela yang mendapatkan anggukan kepala dari sahabatnya itu.
"Kita cari tahu nanti, karena aku tidak mau Raditya marah seperti tadi," sesal Sarah. Dia merasa menyesal telah *membully *Andini. Sarah dan Lela meninggalkan kampus menuju kerumahnya, disaat mereka menuju parkiran tidak sengaja mendengar pembicaraan Andini dan Raditya.
"De, pulangnya jangan malam-malam ya," pesan Raditya kepada sang adik.
"Siap Kakakku yang ganteng," goda Andini.
"Langsung ketempat yang lain kumpul nya Kak," ajak Andini saat perjalanannya menuju tempat mereka bertemu. Reza menganggukan kepalanya dan bergegas pergi, dia tidak ingin para sahabatnya itu menunggu lama.
Sesampainya disana sudah berkumpul teman-teman Andini dan juga teman-teman Reza, mereka ingin mengadakan perpisahan karena lusa Reza harus kembali lagi keluar negeri.Terdengar canda dan tawa terdengarb dari sana, Andini menikmati acara tersebut walau didalam hatinya merasakan kegundahan. Disela-sela acara tersebut Reza kembali mengutarakan isi hatinya, dia berharap Andini mau kembali pada dirinya.
"Din, lusa aku kembali ke London. Aku mau jujur sesuatu boleh?" tanya Reza sambil menatap kedua mata Andini. "Jujur Din, aku tidak bisa jauh dari kamu.
Aku mau kita kembali seperti dahulu, aku selalu rindu sama kamu Din," ungkap Reza. Dia mengungkapkan semua yang ada di hatinya, Reza berharap Andini mau menerimanya kembali. Andini terlihat sedang berpikir, dia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Maaf Kak bukan maksud aku tidak ingin kembali seperti dahulu, cuma aku belum siap jika harus menjalani hubungan jarak jauh seperti kemarin," jujur Andini yang tidak ingin mempunyai hubungan jarak jauh. Dia masih takut akan terjadi seperti kemarin, Reza yang menyadari kesalahannya hanya bisa pasrah dengan jawaban Andini.
"Kalau memang kita berjodoh pasti akan bersatu lagi Kak," sambung Andini. Mereka melanjutkan makan bersama dan Reza mengantarkan Andini untuk mencari kebutuhannya ospek besok, Reza memberi ucapan selamat karena Andini sudah menjadi seorang mahasiswi.
"Selamat ya Din, semoga kamu bisa sukses nantinya," ucap Reza. Dia mendoakan Andini agar menjadi orang yang berguna kedepannya, dan berharap Andini adalah jodohnya kelak. Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan Reza segera mengantarkan Andini pulang, Reza juga ingin pamit kepada kedua orang tua Andini karena dia harus kembali lagi lusa.
"Kak maaf ya soal jawaban aku yang sudah membuat Kakak kecewa," ucap Andini yang merasa tidak enak hati karena telah menolak Reza. Andini hanya ingin hatinya tidak tersakiti lahi, toh kalau memang jodoh mereka akan bertemu lagi bukan.
"Aku mengerti Din, aku juga tidak ingin memaksa kamu untuk selalu bersamaku. Aku memang bodoh pernah menyia-yiakan perasaan kamu dan sekarang aku baru menyadarinya," lirih Reza yang merasa bersalah telah menyia-yia Andini.
Hari ini Andini mengikuti ospek di kampusnya, Andini yang sudah siap bergegas berangkat bersama Raditya. Dia tidak ingin dihukum karena terlambat datang, saat memasuki gerbang kampus Andini izin untuk turun lebih dahulu.
"Kak aku turun disini saja," pinta Andini saat mobil yang dikendarai Kakaknya memasuki gerbang kampus.
"Ya sudah, nanti kita bertemu dilapangan ya De," ucap Raditya yang memberhentikan mobil yang dikendarainya tepat didepan arah masuk parkiran kampus. Andini bergegas menuju keruang kelasnya untuk menaruh barang_barang yang dia bawa dan juga tasnya. Saaat memasuki ruang kelas ternyata para sahabatnya sudah tiba lebih dulu disana, Andini segera menghampiri mereka semua yang sedang duduk berkumpul membahas ospek hari ini.
"Din, besok kamu mengantarkan Kak Reza kebandara?" tanya Meli saat Andini ikut bergabung bersama dengan mereka.
"Sepertinya tidak Mel, kan kita masih ospek tidak mungkin aku izin hanya karena mengantarkan Kak Reza kebandara toh nanti juga dia akan pulang lagi kesini," acuh Andini.
Entah mengapa akhir-akhir ini dia sudah mulai lelah dengan sikap Reza yang suka berubah tiba-tiba, Andini berharap semua akan baik-baik saja termasuk hatinya saat ini. Tak lama terdengar suara dari lapangan yang menyuruh untuk semua calon mahasiswa dan mahasiswi berkumpul disan, Andini dan yang lain bergegas menuju kelapangan bersama-sama. Disela perjalanannya Andini bertemu dengan Sarah dan juga Lela, Andini berlalu tanpa memperdulikan mereka yang memanggil namanya.
"Din, itu mereka panggil-panggil kamu," ucap Bela yang merasa risih karena mereka berdua terus memanggil nama sahabatnya itu tanpa malu.
__ADS_1
"Biarkan saja, aku sengaja lagi ngerjain mereka. Siapa suruh bikin aku luka kemarin," tutur Andini. Andini menceritakan semua yang dia rasakan kemarin, semua tertawa saat Andini bilang kalau dia dikira pacar dari sang Kakak.
"Serius Din, mereka mengira kamu pacarnya Kak Raditya?" tanya Yani yang merasa tidak percaya. Tak lama suara tawa dari Yani terdengar nyaring, mereka yang mendengar tawa Yani ikut tertawa bersama. Mereka semua tiba dilapangan, Raditya segera membagi mereka menjadi beberapa kelompok.